Zaman Manusia Belum Mengenal Tulisan Disebut

Zaman Manusia Belum Mengenal Tulisan Disebut

Masa praaksara atau masa nirleka adalah masa saat manusia purba belum mengenal tulisan. Seluruh dunia punya masa praaksara berbeda-beda antara satu tempat dengan tempat lainnya. Cara hidup manusia praaksara ada 2; tinggal dekat dengan sumber air dan di alam terbuka. Ada iii sistem kepercayaan; animisme, dinamisme, dan totemisme.

Hai, Quipperian!

Jika melihat kehidupan di era modern yang serba


unproblematic


ini, pernahkah kamu bertanya-tanya seperti apa rasanya bila semua kemudahan yang ada tiba-tiba hilang dan zaman es kembali datang? Wah! Enggak banget, deh!

Meskipun zaman dulu adalah zaman yang sulit, tapi buktinya nenek moyang kita mampu melewatinya hingga lahirlah generasi modernistic saat ini yang lebih pintar karena didasari oleh kemampuan yang didapatkan lewat sekolah.

Di sekolah, pertama-tama kamu diajarkan cara berkomunikasi, lalu cara membaca, dan kemudian cara-cara lainnya. Bagaimana kalau kemampuanmu itu tiba-tiba lenyap? Lalu, bagaimana cara hidup nenek moyang pada masa praaksara di zaman dahulu yang tidak mengenal cara-cara tersebut, apalagi sekolah, ya?


Apa yang Dimaksud dengan Masa Praaksara?

Masa praaksara yang juga sering disebut sebagai masa nirleka merupakan suatu masa saat manusia purba belum mengenal tulisan. Seluruh dunia memiliki masa praaksara yang berbeda-beda antara satu tempat dengan tempat yang lainnya.

Sebutan ‘masa praaksara’ ada untuk menggantikan ‘masa prasejarah’ yang dirasa kurang tepat karena meskipun belum mengenal tulisan, manusia purba yang hidup pada masa tersebut sudah memiliki sejarah serta telah menghasilkan kebudayaan.


Kapankah Masa Praaksara Dimulai?

Meskipun belum diketahui secara pasti dan belum bisa dibuktikan, namun yang pasti masa praaksara dimulai sejak manusia purba mulai terdapat di muka Bumi.

Baca :   Berikut Ini Yang Tidak Termasuk Unsur Seni Adalah

Pada zaman Neozoikum atau Kainozoikum yang terjadi kurang lebih 65 juta tahun yang lalu, Bumi sudah mulai stabil, sehingga kehidupan semakin berkembang. Neozoikum dibagi menjadi dua, yaitu zaman tersier (zaman ketiga) serta zaman kuarter (zaman keempat).

Pada zaman tersier, binatang besar mulai berkurang, tergantikan oleh jenis-jenis binatang menyusui, misalnya kera dan monyet. Sementara itu, pada zaman kuarter, mulai muncul tanda-tanda adanya kehidupan manusia purba.

Zaman kuarter sendiri terbagi ke dalam dua masa, yakni masa Plaistosen yang merupakan awal kehidupan manusia dan seringkali disebut sebagai zaman es serta masa Halosen yang merupakan awal kemunculan


Human sapiens


yang diyakini sebagai nenek moyang dari masa modern.


Bagaimana Cara Hidup di Masa Praaksara?

Melihat masa zaman es yang pastinya begitu sulit dilewati tanpa cara hidup yang menyesuaikan, pastilah manusia purba yang hidup di masa praaksara memiliki cara hidup tersendiri.

Manusia purba memiliki dua karakter khas dalam pola huniannya.

Pertama
, mereka memilih tinggal dekat dengan sumber air karena air merupakan kebutuhan manusia yang amat sangat penting, mulai dari sebagai kebutuhan jasmani hingga mobilitas dari satu tempat ke tempat lain.

Kedua

, mereka lebih memilih hidup di alam terbuka. Situs-situs purba di sepanjang aliran Bengawan Solo adalah bukti dari pola hunian ini.

Hasil penelitian berupa fosil maupun artefak lainnya menunjukkan bahwa manusia purba masa praaksara pada awalnya hidup dengan cara berburu dan meramu, alias
masih bergantung pada alam. Karena itu, mereka juga hidup berpindah-pindah seiring dengan ketersediaan makanan. Masa ini disebut pula dengan masa


nutrient gathering.

Setelah masa


food gathering,


mereka mulai mengenal masa


nutrient producing.


Tidak hanya mengumpulkan makanan, manusia purba juga mulai melakukan kegiatan bercocok tanam untuk mengusahakan makanannya. Jika tanah sudah habis, mereka akan mencari lahan baru. Mereka mulai menebang bahkan membakar hutan. Jadi, kalau masih ada pelaku pembakaran hutan di tahun 2019 ini, mungkin dia hidup pada zaman yang salah, Quipperian.

Baca :   Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Integrasi Berarti

Manusia purba masa praaksara juga memiliki

sistem kepercayaan
,


lho

. Ada tiga sistem kepercayaan yang diyakini merupakan bagian dari masa praaksara.

Pertama
, animisme yang mempercayai pengaruh roh nenek moyang bagi kehidupannya.

Kedua
, dinamisme yang mempercayai kekuatan suatu benda dalam mempengaruhi kehidupannya.

Ketiga
, totemisme yang mempercayai kekuatan hewan yang dianggap suci.

Semua hal ini dapat ditemukan dari hasil penelitian arkeolog, baik berupa fosil maupun artefak.


Siapa Saja Manusia Purba yang Ada ai Indonesia?

Ada tiga jenis manusia purba yang fosilnya ditemukan di Indonesia, yaitu:


1. Meganthropus Paleojavanicus

Manusia purba paling tua di Jawa ini memiliki tubuh besar dan kekar. Rahangnya besar, tulangnya tebal, dan keningnya menonjol. Meganthropus Paleojavanicus hidup kira-kira dua juta tahun SM. Fosilnya ditemukan dan diteliti oleh Dr. G.H.R. Von Koenigswald pada 1936 dan 1941 di Sangiran, Solo.


ii. Pithecanthropus Erectus

Dari namanya, manusia purba satu ini merupakan manusia kera yang berjalan tegak. Tingginya sekitar 165-180 cm, sama dengan manusia zaman


at present.


Fosilnya ditemukan oleh Eugene Dubois di Trinil, dekat Bengawan Solo.


3. Human being

Manusia purba ini lebih sempurna dibandingkan dengan kedua pendahulunya. Ada tiga jenis Human di Indonesia, yaitu:

  • Human Soloensis

Seperti kedua pendahulunya, Homo Soloensis juga berasal dari Solo. Fosilnya ditemukan oleh Ir. Oppenorth di Ngandong. Tinggi badannya yaitu 180 cm dan tengkoraknya lebih besar daripada Pithecanthropus Erectus. Homo Soloensis dapat berjalan tegak.

  • Human being Wajakenesis

Ditemukan oleh Van Reitschoten pada 1889 di Wajak, Jawa Timur, manusia purba ini memiliki tinggi badan yang berkisar dari 130-210 cm dengan tengkorak yang lebih bulat. Mereka juga dapat berjalan tegak serta memiliki keahlian untuk membuat peralatan dari batu, kayu, dan tulang-belulang.

  • Homo Sapiens
Baca :   Akhirnya Ratu Balqis Diperistri Oleh Nabi

Manusia purba generasi terakhir ini memiliki ciri-ciri fisik yang menyerupai manusia modernistic masa sekarang.

Rupanya seperti itulah masa praaksara di Indonesia, Quipperian! Kalau kamu punya mesin waktu, maukah kamu kembali ke masa itu dan mengajarkan kemampuan membaca di sana?

Nah, buat kamu yang mau latihan soal tentang materi masa praaksara ini, langsung saja bergabung di

Quipper Video
, ya. Tidak hanya latihan soal, kamu juga bisa belajar bareng tutor andal lewat video dan rangkuman. Yuk,


subscribe

!

Penulis: Evita

Zaman Manusia Belum Mengenal Tulisan Disebut

Source: https://www.quipper.com/id/blog/mapel/sejarah/masa-praaksara-sejarah-kelas-10/

Check Also

Fpb Dari 36 72 Dan 90

Fpb Dari 36 72 Dan 90 A link has directed you lot to this review. …