Untuk Mengukur Daya Tahan Kardiovaskuler Menggunakan Tes

Untuk Mengukur Daya Tahan Kardiovaskuler Menggunakan Tes

Pengukuran kardiovaskular melalui pengukuran denyut nadi dan tekanan darah dalam berbagai macam posisi dan tingkatan kerja. Orang yang mempunyai kodisi yang baik sistem peredaran darah dan pernafasannya lebih efisien daripada orang yang tidak terlatih. Dengan melakukan olahraga yang sistematis dan teratur hal ini akan mempengaruhi efisiensi fungsi jantung dan pernafasan.

Telah diketahui bahwa olahragawan yang terlatih mempunyai volume denyutan yang lebih besar daripada orang yang tidak terlatih, pada saat istirahat. Hal ini disebabkan jantung seorang olahragawan lebih kuat daripada orang-orang yang tidak terlatih. Demikian pula dengan hal kapasitas vitalnya, bahwa orang yang terlatih kapasitas vitalnya jauh lebih besar dari orang yang tidak terlatih.

Denyut jantung seseorang akan meningkat disebabkan ada peningkatan kerja dari orang itu. Peningkatan denyut jantung orang yang mempunyai kondisi fisik yang kurang akan lebih cepat daripada orang yanag memiliki kondisi fisik yang baik dan terlatih.

Tes Aerobik dilakukan untuk mengetahui kebugaran kardiovaskular atau daya tahan kardiovaskular. Daya tahan kardiovaskular merupakan komponen dasar dari kondisi fisik seseorang. Daya tahan kardiovaskular (daya tahan paru jantung) merupakan komponen kebugaran yang komplek karena menyangkut fungsi jantung, paru–paru, dan kemampuan pembuluh darah dan pembuluh kapiler untuk mengirim oksigen ke seluruh bagian tubuh untuk membentuk energi guna menjaga rutinitas latihan. Dalam pengukuran tes kardiovaskular aspek yang diukur meliputi denyut nadi dan tekanan darah. Kedua aspek tersebut merupakan indikator yang menggambarkan mengenai kemampuan kardiovaskular seseorang. Dengan demikian untuk mengetahui tingkat kemampuan kardiovaskular diperlukan Tes Aerobik yaitu :

Tes Untuk Mengukur Daya Tahan Kardiovaskular

Merupakan tes pengukuran dengan naik turun bangku selama v menit. Digunakan untuk mengukur kardiorespirasi, yang merupakan salah satu bagian dari komponen kebugaran jasmani. Menurut Nurhasan dan cholil Hasanudin (2014: 77) Pelaksanaannya yaitu dengan menggunakan bangku dengan ukuran xx inci (50cm), irama langkah pada waktu naik turun bangku (NTB) = 30 langkah permenit. Pada 1 langkah setiap 2 detik

  • Multistage Fettle Test (Bleep Test)

Harsuki (2003) menyatakan prosedur pelaksanaan tes bleep adalah sebagai berikut : a. Tujuannya untuk mengukur tingkat efisiensi fungsi jantung dan paruparu yang ditunjukkan melalui pengukuran konsumsioksigen maksimum (VO2Max) b. Fasilitas dan alat: (1) Lintasan datar yang tidak licin, (two) meteran (three) kaset atau pita suara (4) kapur gamping (5) stopwatch. c. Petugas: (1) Pengukur jarak , (2) Petugas first (three) Pengawas Lintasan (4) Pencatat hasil d. Pelaksanaan: Yaitu iramanya secara bertahap dari tahap satu ketahap berikutnya frekuensinya semakin meningkat. Tes ini bersifat maksimal dan progresif, artinya cukup mudah pada permulaannya kemudian meningkat dan makin sulit menjelang saat-saat terakhir. Agar hasilnya cukup valid, peserta tes harus mengerahkan tenaga maksimal sewaktu menjalani tes inidan oleh karena itu peserta tes harus berusaha mencapai tahap setinggi mungkin sebelum menghentikan tes. Penilaian tes adalah jumlah terbanyak dari tahap dan balikan sempurna yang berhasil diperoleh dan dicatat sebagai hasil skor peserta tes

Baca :   Bagaimana Keuntungan Yang Didapat Dari Usaha Budidaya Tanaman Anggrek

Lihat Foto

Ilustrasi lari

KOMPAS.com
– Olahraga atau latihan fisik secara teratur memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, salah satunya adalah meningkatkan daya tahan jantung dan paru-paru.

Kegiatan olahraga menjadi salah satu cara menjaga kebugaran tubuh selain menjaga pola makan dan istirahat.

Aktivitas olahraga rutin juga memberi manfaat berupa peningkatan daya tahan kepada organ tubuh, seperti misalnya jantung dan paru-paru.

Jalan kaki, lari, atau bersepeda adalah contoh aktivitas fisik yang dapat membantu meningkatkan daya tahan jantung dan paru-paru asalkan dilakukan sesuai porsi yang terukur.

Baca juga: Latihan Kebugaran untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Cara Mengukur Daya Tahan Jantung dan Paru-paru

Pengertian daya tahan atau endurance sendiri adalah adalah kemampuan organisme untuk mengerahkan dirinya sendiri dan tetap aktif untuk jangka waktu yang lama.

Melansir Sportlyzer, pengertian daya tahan dalam dunia olahraga adalah kemampuan umum untuk melakukan segala jenis aktivitas fisik yang bisa meningkatkan detak jantung di atas fifty persen dari maksimal.

Daya tahan juga berkaitan dengan ketahanan tubuh yaitu kemampuan untuk melawan atau bertahan serta pulih dari kelelahan.

Lihat Foto

FREEPIK

Ada berbagai cara menjaga kesehatan jantung yang dapat kita praktikkan secara rutin untuk mencegah risiko penyakit jantung di kemudian hari.

Baca juga: 4 Latihan Fisik untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh atau Endurance

Adapun, daya tahan jantung dan paru-paru termasuk dalam daya tahan kardiovaskuler.

Daya tahan kardiovaskuler adalah kemampuan seseorang dalam mempergunakan sistem jantung, paru-paru dan peredaran darahnya secara terus menerus pada intensitas sedang hingga tinggi untuk waktu yang lama.

Lantas bagaimana cara mengukur daya tahan jantung dan paru-paru?

Lihat Foto

jacoblund

Baca :   Nomor Kursi Kereta Ekonomi Yang Berhadapan

Ilustrasi lari

Baca juga: Lari Zig-zag: Pengertian, Teknik Dasar, dan Manfaat

Untuk mengukur daya tahan jantung dan paru-paru dapat menggunakan latihan tes lari 2,4 km.

Salah satu pengukuran daya tahan jantung dan paru adalah tes lari ii,4 km.

Tes lari ii,4 km dapat digunakan untuk mengukur kemampuan tubuh dalam memakai jantung dan paru-paru secara efektif dan efisien.

Dapatkan update
berita pilihan
dan
breaking news
setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita berikutnya

Daya tahan kardiovaskular tidak hanya mengacu pada kesehatan jantung. Kardio adalah istilah yang luas, yang mengukur seberapa baik Anda dapat melakukan aktivitas yang ringan hingga berat.

Kardiovaskular tidak hanya melibatkan jantung Anda tetapi merupakan upaya kolektif oleh paru-paru Anda serta otot-otot Anda. Daya tahan kardiovaskular Anda dapat meningkatkan kesejahteraan fisik damental Anda, sehingga memudahkan dalam melakukan tugas sehari-hari.

Kardiovaskular yang sehat adalah cara yang efektif untuk mengurangi risiko penyakit, seperti diabetes, penyakit jantung, dan stroke. Untuk meningkatkan daya tahan kardiovaskular Anda, pertama-tama Anda perlu mengukurnya, hak ini melibatkan kapasitas oksigen.

Ketika Anda mengisi paru-paru Anda dengan udara selama proses respirasi, beberapa oksigen masuk ke aliran darah. Darah yang kaya oksigen kemudian bergerak ke jantung dan beredar ke berbagai bagian tubuh. Otot Anda juga membutuhkan jumlah oksigen yang cukup, bersama dengan nutrisi lain agar berfungsi dengan baik untuk waktu yang lama. Kurangnya salah satu dari keduanya dapat menyebabkan kelelahan dan mempengaruhi kinerja kardiovaskular Anda. Berikut cara untuk mengukur daya tahan kardiovaskular Anda.

one. Detak jantung istirahat

Semakin bugar seseorang, semakin rendah detak jantung istirahatnya. Untuk mengukur detak jantung saat istirahat, Anda tidak memerlukan peralatan apa pun. Letakkan jari Anda pada denyut nadi Anda dan hitung selama 10 detik, lalu kalikan dengan enam. Detak jantung istirahat normal berkisar antara 60 hingga 100.

Baca :   Langkah Pertahanan Pada Permainan Bola Voli

Anda juga dapat melakukan pembacaan ini menggunakan detak jantung jam tangan pintar. Waktu yang ideal untuk melakukannya adalah di pagi hari atau sebelum tidur. Sayangnya, mengukur detak jantung pada beberap orang kurang efektif. Beberapa dari mereka secara alami memiliki detak jantung yang rendah atau tinggi dan tidak banyak perbedaan yang akan terlihat saat latihan.

ii. Tes Rockport

Tes Rockport merupakan tes jalan dan atau lari sepanjang one,6 Km tanpa berhenti. Tes Rockport sudah disosialisasikan Kementerian Kesehatan dan digunakan dalam mengukur kebugaran jantung paru

Seseorang perlu berjalan sejauh 1,vi km secepat mungkin kemudian mencatat denyut nadi mereka selama satu menit. Kemudian masukkan skor menit, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tes, usia dan berat badan Anda ke dalam formula standar untuk mendapatkan skor Anda. Semakin cepat waktu Anda, semakin tinggi daya tahan Anda.

3. Tes treadmil

Tes ini mudah, murah, cocok untuk semua orang dan memberikan hasil yang lebih akurat. Namun, bukan untuk mereka yang sudah fit berolahraga karena akan terlalu mudah bagi mereka untuk melakukan tes ini.

Tes treadmill sedikit lebih kompleks. Jadi, libatkan profesional untuk mendampingi Anda di gym. atau lab. Anda diharuskan berlari atas jalan di atas treadmill yang melibatkan interval yang diperpanjang. Sementara itu detak jantung, tekanan darah, dan aktivitas yang dirasakan setelahnya akan dipantau untuk mengetahui daya tahan kardiovaskular Anda.

Cara meningkatkan daya tahan kardiovaskular Anda

Daya tahan kardiovaskular dapat ditingkatkan dengan melakukan beberapa latihan sederhana. Studi menunjukkan bahwa pelatihan ketahanan, pelatihan daya tahan, dan pelatihan interval intensitas tinggi dapat membantu meningkatkan daya tahan kardiorespirasi dan kekuatan otot di antara orang dewasa berusia antara 40-65 tahun. Latihan yang mempercepat detak jantung Anda dengan cepat seperti jumping jacks, burpees, jogging, berenang, bersepeda, dan tinju adalah beberapa pilihan yang sangat baik untuk meningkatkan kesehatan kardio Anda.

(Foto : pixabay)

Untuk Mengukur Daya Tahan Kardiovaskuler Menggunakan Tes

Source: https://apaartidari.com/tes-yang-digunakan-untuk-mengukur-daya-tahan-kardiovaskuler-adalah

Check Also

Fpb Dari 36 72 Dan 90

Fpb Dari 36 72 Dan 90 A link has directed you lot to this review. …