Tuliskan Khalifah Besar Daulah Abbasiyah Dan Jasa-jasanya

Tuliskan Khalifah Besar Daulah Abbasiyah Dan Jasa-jasanya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Harun ar-Rasyid
Khalifah Baghdad
Berkuasa fourteen September 786 – 24 Maret 809

xv Rabiul awal 170 H – 3 Jumadal akhir 193 H
Pendahulu Abu Abdullah Musa bin Mahdi al-Hadi
Penerus Muhammad bin Harun al-Amin
Ayah Muhammad bin Mansur al-Mahdi
Ibu Al-Khayzuran

Harun Ar-Rasyid
lahir di Rayy pada tahun 766 dan wafat pada tanggal 24 Maret 809, di Thus, Khurasan.

Harun Ar-Rasyid adalah khalifah kelima dari kekhalifahan Abbasiyah dan memerintah antara tahun 786 hingga 803. Ayahnya bernama Muhammad Al-Mahdi, khalifah yang ketiga dan kakaknya, Musa Al-Hadi adalah khalifah yang keempat. Ibunya Jurasyiyah dijuluki Khayzuran berasal dari Yaman.

Meski berasal dari dinasti Abbasiyah, Harun Ar-Rasyid dikenal dekat dengan keluarga Barmak dari Persia (Iran). Pada masa mudanya, Harun banyak belajar dari Yahya ibn Khalid Al-Barmak.

Era pemerintahan Harun, yang dilanjutkan oleh Ma’mun Ar-Rasyid, dikenal sebagai masa keemasan Islam (The Gilt Age of Islam), di mana saat itu Baghdad menjadi salah satu pusat ilmu pengetahuan dunia.

Pada masa pemerintahannya dia:

  • Mewujudkan keamanan, kedamaian serta kesejahteraan rakyat.
  • Membangun kota Baghdad yang terletak di antara sungai eufrat dan tigris dengan bangunan-bangunan megah.
  • Membangun tempat-tempat peribadatan.
  • Membangun sarana pendidikan, kesenian, kesehatan, dan perdagangan.
  • Mendirikan Baitul Hikmah, sebagai lembaga penerjemah yang berfungsi sebagai perguruan tinggi, perpustakaan, dan penelitian.
  • Membangun majelis Al-Muzakarah, yakni lembaga pengkajian masalah-masalah keagamaan yang diselenggarakan di rumah-rumah, masjid-masjid, dan istana. Pada masanya Ia memiliki seorang kadi (penasihat kerajaan) yang sangat cerdas yang dikenal dengan nama Abu Nawas menurut cerita rakyat irak ia suka menantang abu nawas dengan hal yang aneh kepada Abu Nawas bahkan di salah satu cerita rakyat ia pernah disuruh memindahkan istananya.

Kekhalifahan Abbasiyah

[sunting
|
sunting sumber]

Setelah al Hadi meninggal pada tahun 786, naiklah saudaranya, Harun Al Rasyid. Pada zaman khalifah Harun Al Rasyid inilah, Kekhalifahan Abbasiyah mencapai puncak kejayaannya, baik kekayaan negeri, wilayah administratif pemerintahan, hingga perkembangan ilmu pengetahuan. Ilmuwan hidup makmur karena mereka mendapat pendanaan dari khalifah. Penduduk kota Baghdad menjadi ramai, karena perdagangan yang makmur.

Beliau tidak memerangi keturunan Ali bin Abi Thalib sebagaimana yang dilakukan para pendahulunya. Keturunan Ali yang hidup di Baghdad tidak lagi diintip dan dicurigai. Hanya seorang saja yang diperangi oleh beliau, yaitu Yahya ibnu Abdullah yang melarikan diri pada zaman al-Hadi dan mendirikan kekuasaan di negeri Dailam. Setelah jelas bahwa pasukan Yahya akan menjadi besar, beliau mengirimkan tentara di bawah panglima Fadhal ibnu Yahya ibnu Khalid al-Barmaky untuk berangkat ke sana. Karena Yahya merasa dirinya akan terdesak, dia memohon perdamaian. Permohonan itu dikabulkan. Dailam akhirnya bergabung dalam kekuasaan Baghdad. Sementara itu, saudara Yahya yang bernama Idris terus melanjutkan pelarian ke Mesir. Dari Mesir, diteruskannya perjalanan ke Magrib (Afrika Utara). Di sana, dia mendirikan Daulah Alawiyin (Adarisah).

Harun al-Rasyid berulang kali mengerahkan pasukannya menyerang negeri Romawi. Mereka banyak mendapat kemenangan. Banyak negeri Romawi yang membayar jizyah dan mengakui kekuasaan Abbasiyah. Karel Agung pun mengirimkan utusannya ke Baghdad untuk mendekati Harun al-Rasyid. Karel Agung mengetahui bahwa Harun Al Rasyid memiliki musuh besar, yaitu Raja Kordova, Bani Umayah di Andalusia. Karel hendak membangga diri di hadapan musuhnya, yakni Raja Naqfur (Raja Konstantinopel, Roma Timur), bahwa ia telah sanggup menarik hati Raja Baghdad.

Baca :   Ayat Al Quran Tentang Iman Kepada Kitab Allah

Harun al-Rasyid meninggal dalam perjalanan memimpin angkatan di negeri Thus, pada tahun 809.[1]
Harun al-Rasyid memiliki dua orang putra, yaitu Al Amin dan Al Ma’mun. Kekuasaan Abbasiyah diberikan kepada dua orang itu secara berganti-gantian. Hingga akhirnya, Al Amin tidak mau memberikan giliran memerintah kepada Al Ma’mun. Ia hanya mau memberikan giliran memerintah ke anaknya sendiri. Oleh sebab itu, Al Ma’mun menyatakan perang terhadap Al Amin. Al Amin kalah dalam peperangan dan dibunuh tentara Al Ma’mun yang datang menyerang Kota Baghdad di bawah pimpinan Panglima Thaher ibnu Husin pada tahun 813. Al Amin hanya memerintah selama 4 tahun.

Silsilah

[sunting
|
sunting sumber]

Abbas
pendiri Bani Abbasiyah
Ibnu Abbas
Ali
Muhammad
Ibrahim 1. AS-SAFFAH
(k. 750-754)
two. AL-MANSUR
(thousand. 754-775
Musa
3. AL-MAHDI
(k. 775-785)
5. AR-RASYID
(one thousand. 786-809)
four. AL-HADI
(thousand. 785-786
Ibrahim al-Mubarak
6. AL-AMIN
(thousand. 809-813)
seven. AL-MA’MUN
(k. 813-833)
eight. AL-MU’TASIM
(k. 833-842
al-Qasim al-Mu’taman
9. AL-WATSIQ
(k. 842-847)
ten. AL-MUTAWAKKIL
(k. 847-861)
12. AL-MUSTA’IN
(one thousand. 862-866)
xiv. AL-MUHTADI
(grand. 869-870)
13. AL-MU’TAZZ
(grand. 866-869)
xi. AL-MUNTASHIR
(k. 861-862)
al-Muwaffaq fifteen. AL-MU’TAMID
(k. 870-892)
16. AL-MU’TADHID
(k. 892-902)
17. AL-MUKTAFI
(k. 902-908)
18. AL-MUQTADIR
(k. 908-935)
nineteen. AL-QAHIR
(thousand. 932-934)
22. AL-MUSTAKFI
(k. 944-946)
xx. AR-RADHI
(k. 934-940)
Ishaq 21. AL-MUTTAQI
(thousand. 940-944)
23. AL-MUTHI’
(yard. 946-974)
25. AL-QADIR
(k. 991-1031)
24. ATH-THA’I
(thousand. 974-991)
26. AL-QA’IM
(grand. 1031-1075)
27. AL-MUQTADI
(m. 1075-1094)
28. AL-MUSTAZHIR
(k. 1094-1118)
29. AL-MUSTARSYID
(k. 1118-1135)
30. AL-MUQTAFI
(k. 1136-1160)
thirty. AR-RASYID
(k. 1135-1136)
32. AL-MUSTANJID
(one thousand. 1160-1170)
33. AL-MUSTADHI’
(grand. 1170-1180)
34. AN-NASHIR
(k. 1180-1225)
35. AZH-ZHAHIR
(k. 1225-1226)
i. AL-MUSTANSHIR Ii
Berkuasa di Kairo
36. AL-MUSTANSHIR
(g. 1226-1242)
37. AL-MUSTA’SHIM
(k. 1242-1258)
Baca :   Magnet Yang Terdapat Pada Elektromagnet Adalah Magnet

[2]
Catatan:


  • k. merupakan tahun kekuasaan
  • Angka, merupakan nomor urut seseorang menjadi khalifah.
  • Nama dengan huruf kapital merupakan khalifah yang berkuasa.

Referensi

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^

    Prof. Dr. Hamka (2016) “Sejarah Umat Islam” Jakarta : Gema Insani

  2. ^


    Imam Every bit-Suyuthi (2006).
    Tarikh Khulafa’

    [Sejarah Para Penguasa Islam]. Djakarta: Al-Kautsar. ISBN 979-592-175-iv.






Tuliskan Khalifah Besar Daulah Abbasiyah Dan Jasa-jasanya

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Harun_Ar-Rasyid

Artikel Terkait

Leave a Comment