Tujuan Pengolahan Bahan Pangan Setengah Jadi Adalah

Tujuan Pengolahan Bahan Pangan Setengah Jadi Adalah

Tujuan Pengolahan Makanan. Pengolahan pangan atau pengolahan bahan makanan merupakan proses yang sangat penting dalam menjaga kelangsungan hidup manusia. Melalui pengolahan pangan, bahan mentah di olah menjadi bahan jadi untuk

di konsumsi dan bahan setengah jadi untuk memperpanjang masa simpannya dan agar mudah di olah menjadi bahan jadi yang siap konsumsi. Memang tidak semua bahan pangan perlu diolah terlebih dahulu untuk bisa di makan. Tapi sebagian besar bahan makanan perlu di olah untuk mendapatkan cita rasa, aroma dan penampakan terbaiknya.

Pengolahan bahan makanan
mempunyai tujuan penting yang patut di ketahui dan di perhatikan oleh siapa saja terutama mereka yang bekecimpung dalam usaha tata boga untuk memperoleh makanan yang baik, bergizi, higienis dan berkualitas. Berikut ini adalah beberapa tujuan pengolahan bahan pangan, diantaranya:

Tujuan pengolahan bahan makanan :

  • Meningkatan kualitas dan memperpanjang masa simpan

  • Agar makanan mudah dicerna oleh tubuh, karena tidak semua bahan paangan bisa di konsumsi dalam keadaan mentah. Misalnya, telur akan lebih baik dicernakan oleh tubuh jika dimakan setengah masak dari pada mentah.

  • Memperbaiki aroma, warna, bentuk, dan tekstur bahan makanan.

  • Meningkatkan gizi makanan, ada sebagian bahan pangan yang nilai gizinya bertambah setelah di masak, contohnya buah tomat. Lycopene pada buah tomat lebih efektif dikonsumsi setelah di masak daripada saat mentah

  • Membebaskan makanan dari jasad-jasad renik dan bahan-bahan yang membahayakan kesehatan.

;

tirto.id – Bahan pangan setengah jadi memiliki banyak manfaat, baik dari sisi konsumsi ataupun niaga. Dari sisi konsumsi, bahan pangan setengah jadi dapat disimpan dalam waktu lama. Sementara itu, dari sisi niaga, ia lebih mahal daripada bahan mentah. Berikut ini contoh-contoh bahan pangan setengah jadi yang lazim ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai ilustrasi, contoh bahan pangan setengah jadi adalah dendeng dan sosis. Dibandingkan daging mentah, jenis bahan pangan setengah jadi ini mudah diawetkan, serta durasinya lama jadi kadaluarsa. Untuk penggunaan praktis sehari-hari, bahan pangan setengah jadi lebih mudah untuk dimasak menjadi makanan siap konsumsi.

Dikutip dari buku Cabut Duri Cahaya Surimi (2020) yang ditulis Siti Nurazizah, pengertian bahan pangan setengah jadi adalah bahan baku pangan yang telah melalui proses pengawetan. Pengawetan ini dapat terjadi secara kimiawi ataupun mikrobiologi.

Setelah melalui tahap pengawetan, bahan baku pangan akan berubah menjadi bahan pangan setengah jadi yang siap dimasak dan konsumsi.

Contoh bahan pangan setengah jadi adalah sosis, nuget, dendeng, tempe, bakso, kornet, dan sebagainya.

Saat bahan baku pangan dijadikan bahan pangan setengah jadi, nilai ekonomisnya akan meningkat. Harganya bisa naik beberapa kali lipat saat telah terdistribusi ke konsumen.

Baca :   Bagaimana Adaptasi Tumbuhan Terhadap Lingkungan Yang Panas Dan Kekurangan Air

Manfaat dan Keuntungan Bahan Pangan Setengah Jadi

Hadirnya produk pangan setengah jadi menjadi alternatif bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangannya.

Ragam makanan pun menjadi bervariasi dengan hadirnya bahan pangan jenis ini.

Di samping itu, harga jualnya juga sangat kompetitif, mengingat permintaan pasar selalu ada dan stoknya melimpah.

Ada berbagai keunggulan bahan pangan setengah jadi. Menurut buku Prakarya Pengolahan (2020) yang ditulis Ulfa Fauziah, di antara manfaat dan keuntungan bahan pangan setengah jadi adalah sebagai berikut:

1. Bahan pangan setengah jadi merupakan bahan baku yang bersifat fleksibel bagi industri pengolahan lanjutan.

ii. Stok bahan pangan setengah jadi dapat diperjualbelikan antardaerah, hingga menjadi komoditas ekspor.

3. Aman saat dilakukan distribusi dari satu tempat ke tempat lain.

4. Bahan pangan setengah jadi bisa dikemas lebih ringkas dan mudah dipindahtangankan.

five. Penyimpanannya cenderung menghemat tempat.

vi. Biaya penyimpanan terbilang lebih terjangkau.

7. Tahan lama dan lebih kuat saat berhadapan dengan cuaca dingin atau panas.

Baca juga:

  • Apa Saja Jenis Hasil Samping dari Bahan Pangan Serealia dan Umbi?
  • Diskusi Pengendalian Bahan Pangan

Jenis Produk Bahan Pangan Setengah Jadi dan Manfaatnya

Bahan pangan setengah jadi dapat dibedakan jenisnya dari asal pengambilannya. Mengutip buku Prakarya (2018) yang ditulis Sukri Faroki, dkk, ada dua jenis bahan pangan setengah jadi:

1. Bahan pangan setengah jadi dari hasil peternakan

2. Bahan pangan setengah jadi dari hasil perikanan.

Pemrosesan daging (peternakan) dan ikan (perikanan) menjadi bahan pangan setengah jadi akan memperpanjang waktu simpannya.

Saat tidak dilakukan pemrosesan bahan pangan setengah jadi, kandungan mineral dan air pada daging ataupun ikan yang belum diolah menyebabkan waktu simpannya relatif singkat.

Efek yang muncul adalah pembusukan akibat pengaruh fisiologik, mekanik, fisik, kimiawi, serta parasitik atau mikrobiologik yang berubah.

Dengan adanya pengawetan, daging dan ikan bisa diubah menjadi berbagai bentuk makanan olahan yang tahan lama dan tetap mempertahankan sebagian kandungan gizinya.

Pemanfaatan bahan pangan setengah jadi dari sumber hasil peternakan dan perikanan antara lain:

1. Kornet

Kornet umumnya dibuat dengan mengawetkan daging sapi ke dalam larutan garam jenuh yang dicampur air.

Daging tersebut kemudian direbus memakai api kecil agar teksturnya tidak rusak. Kornet menjadi bahan pangan yang cukup awet dengan masa konsumsi cukup panjang.

2. Abon

Abon merupakan makanan dari serat daging hewan dengan bentuk seperti serat kapas. Abon bersifat kering dan nyaris tidak memiliki kandungan air.

Abon bisa awet sampai berbulan-bulan pada kemasan kedap udara. Bahan baku yang biasa dipakai adalah daging sapi dan ayam, atau bisa pula dengan ikan tertentu.

3. Dendeng

Baca :   Dibawah Ini Yang Termasuk Peralatan Kerajinan Keramik Adalah

Dendeng adalah makanan khas dibuat dari daging sapi dengan memotongnya tipis seperti serpihan.

Daging ini lantas dibumbui dengan saus asam, asin, atau manis kemudian dikeringkan melalui api kecil atau diasinkan dan dijemur.

4. Sosis

Sosis terbuat dari daging cincang, lemak hewan ternak, rempah, dan bahan lainnya.

Daging tersebut umumnya dibungkus memakai usus hewan atau bahan sintetis, kemudian diawetkan.

five. Daging Asap

Daging ini diawetkan dengan cara pengasapan dan pembakaran kayu yang mengeluarkan banyak asap.

Kegunaan asap ini dapat membunuh bakteri dan jamur yang bisa merusak daging. Komponen kimia pada asap menjadikan daging menjadi lebih mengkilap dan tahan lama.

6. Bakso

Bakso adalah bahan makanan yang digemari banyak masyarakat Indonesia.

Selain terbuat dari daging sapi dan ayam, kini juga mulai bermunculan bakso dari bahan baku ikan.

Baca juga:

  • Pandemi Corona: Indonesia Bisa Kekurangan Beras dan Bahan Pangan
  • Contoh Bahan Pangan Setengah Jadi Beserta Pengertian dan Jenisnya

Baca juga artikel terkait MANFAAT BAHAN PANGAN SETENGAH JADI atau tulisan menarik lainnya Ilham Choirul Anwar

(tirto.id – ica/)

Penulis: Ilham Choirul Anwar

Subscribe for updates Unsubscribe from updates

Olahan pangan setengah jadi atau yang dikenal sebagai bahan baku primer merupakan salah satu bentuk pangan, yang banyak digunakan hingga saat ini oleh konsumen. Sesuai dengan namanya, bahan makanan atau olahan pangan setengah jadi ini merupakan suatu bentuk olahan dari bahan baku utama, yang diolah setengah jadi, dan dapat dikonsumsi dengan pengolahan terlebih dahulu.

Secara teori, bahan olahan pangan setengah jadi merupakan bahan olahan yang sudah melalui proses pengawetan, baik secara fisik, kimiawi, ataupun mikrobiologi, sehingga menjadi bahan pangan setengah jadi. Bahan pangan setengah jadi ini kemudian dijadikan sebagai bahan baku pangan pada manusia.

Contoh Olahan Pangan Setengah Jadi

Pada intinya, olahan pangan setengah jadi adalah bahan makanan yang harus diolah terlebih dahulu sebelum bisa dikonsumsi. Berikut ini adalah beberapa contoh dari olahan pangan setengah jadi :

  • Tepung  tepungan, seperti tepunt terigu, tepung tapioka, dan lain-lain
  • Makanan kalengan
  • Makanan beku atau frozen
  • Makanan olahan, seperti sosis, daging burger, nugget
  • Minuman serbuk
  • Mie instan

Itu adalah beberapa contoh dari olahan pangan setengah jadi. Pasti hampir semua sudah pernah merasakan olahan pangan setengah jadi, seperti contoh diatas bukan?Saat ini, banyak sekali produk olahan pangan setengah jadi yang beredar di pasaran. Hal ini tentu saja tidak lain disebabkan karena olahan pangan setengah jadi tersebut memiliki banyak sekali manfaat dan keunggulan dibandingkan olahan makanan jadi ataupun bahan makanan alami.

Berikut ini adalah beberapa manfaat dan juga keunggulannya :

1. Memiliki nilai ekonomis yang tinggi

Baca :   Cara Paling Sederhana Untuk Mengembalikan Pukulan Yang Keras Adalah

Nilai ekonomis yang dimiliki oleh bahan olahan pangan setengah jadi pun akan jauh menjadi lebih tinggi. Bandingkan saja pabrik kue dan juga pabrik tepung terigu. Penjualan yang meningkatkan nilai ekonomis paling tinggi sudah pasti adalah pabrik tepung terigu, karena lebih mudah dalam menjual dan dalam biaya produksi yang lebih murah.

Nilai ekonomis ini juga bisa didapatkan dari :

ii. Mudah untuk disimpan

Manfaat olahan pangan setengah jadi yang pertama adalah mudah untuk disimpan. Ya, biasanya olahan pangan setengah jadi sudah dijual dalam bentuk kemasan tertentu yang praktis dan mudah untuk melakukan penyimpanan. Berbeda dengan bahan alami dan juga bahan jadi, yang kemungkinan repot untuk dilakukan penyimpanan.

3. Lebih tahan lama

Bahan olahan pangan setengah jadi juga dinilai memiliki ketahanan yang lebih lama, karena sudah melalui beberapa proses pengawetan, baik secara kimiawi atau bio organik. Kita bisa membandingkan antara tepung dengan kue tart. Tentu saja tepung terigu, yang merupakan bahan olahan pangan setengah jadi memiliki ketahanan yang jauh lebih lama dibandingkan kue tart, yang merupakan bahan olahan jadi.

Pemanfaatan yang lebih tahan lama ini juga sama seperti pada :

  • manfaat triplek
  • manfaat timah
  • manfaat rotan

iv. Mudah untuk dikemas

Pengemasan dari olahan pangan setengah jadi pun akan menjadi jauh lebih mudah. Bandingkan saja, mana yang lebih mudah, mengemas daging segar, atau melakukan pengemasan pada daging olahan didalam kaleng? Tentu saja pengemasan daging olahan kalengan akan mnjadi jauh lebih mudah, praktis, dan juga dapat dikemas dalam bentuk yang menarik, sehingga menarik minat pembeli dan juga konsumennya.

v. Menjadi salah satu komoditas ekspor impor

Olahan pangan setengah jadi memiliki nilai komoditas yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan bahan mentah. Maka dari itu bagi yang memiliki jiwa bisnis dan usaha, olahan pangan setengah jadi sangat baik untuk menjadi komoditas bisnis anda, karena lebih mudah untuk diperjualbelikan.

Komoditas ekspor lainnya juga ditemui pada :

  • manfaat serat kapas
  • manfaat batu bara
  • manfaat buah elai

6. Dapat diolah lagi menjadi berbagai macam keperluan

Anda memiliki tepung terigu di rumah sebagai salah satu bentuk olahan pangan setengah jadi, maka dengan tepung tersebut, anda bisa mengolahnya lagi untuk membuat berbagai macam masakan, seperti kue, pisang goreng, ayam goreng, dan berbagai jenis masakan lainnya. Jadi, pada intinya, olahan pangan setengah jadi sangat multifungsi, dan bisa diolah menjadi lebih dari satu macam bahan pangan jadi, yang siap untuk dikonsumsi.

Itulah beberapa manfaat dari olahan pangan setengah jadi, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda semua.

Tujuan Pengolahan Bahan Pangan Setengah Jadi Adalah

Source: https://toptenid.com/apa-tujuan-dari-pembuatan-makanan-setengah-jadi

Check Also

Fpb Dari 36 72 Dan 90

Fpb Dari 36 72 Dan 90 A link has directed you lot to this review. …