Tingkat Kegelapan Atau Kecerahan Suatu Objek Disebut

Tingkat Kegelapan Atau Kecerahan Suatu Objek Disebut

Terjemahan foto

dapat dirumuskan bagaikan: “tindakan memeriksa gambar foto untuk tujuan mengenali objek dan menilai signifikansi mereka” (Colwell, 1997).

Prinsip-pendirian interpretasi citra telah dikembangkan secara empiris lebih mulai sejak 150 tahun. Yang paling dasar dari prinsip-prinsip ini merupakan partikel-unsur interpretasi citra diantaranya: lokasi, ukuran, sadar, bayangan, goose egg / warna, tekstur, model, jenjang/kedalaman dan situs/situasi/asosiasi. Unsur-unsur ini secara rutin digunakan ketika menafsirkan sebuah foto gegana atau menganalisis gambar foto. Seorang pandai tulangtulangan yang terlatih menunggangi jumlah molekul-unsur sepanjang amatan nya sonder berpikir mengenai mereka. Namun, pemula bisa jadi tak saja harus memaksa dirinya untuk secara ingat mengevaluasi objek yang bukan diketahui sehubungan dengan anasir-atom, tetapi juga menganalisis definisi dalam kaitannya dengan objek lain alias fenomena dalam foto atau lembaga.

Daftar siasat

  • 1

    Unsur-Cantlet Interpretasi Citra

    • i.one

      Rona dan Warna
    • one.2

      Sadar
    • one.3

      Ukuran
    • one.four

      Tekstur
    • 1.v

      Komplet
    • 1.vi

      Gambaran
    • i.seven

      Situs
    • 1.8

      Asosiasi
  • 2

    Daftar Pustaka
  • 3

    Referensi

Unsur-Unsur Interpretasi Citra

Berikut ini merupakan partikel-unsur interpretasi citra fotografi udara dan bintang siarah.

Corak dan Corak

Rona (tone/color tone/grey tone) yakni tingkat kesamaran atau tingkat kecerahan obyek sreg citra. Rona pada foto pankromatik merupakan atribut kerjakan obyek nan berinteraksi dengan seluruh spektrum terpandang yang selalu disebut sinar putih, yaitu spektrum dengan tinggi gelombang listrik (0,four – 0,7) μm. Berkaitan dengan penginderaan jauh, lingkup demikian disebut spektrum luas, sah rona merupakan pangkat terbit hitam ke masif maupun sebaliknya.

Rona merupakan ujud yang tampak oleh mata dengan menunggangi spektrum diskriminatif, bertambah ketat berpangkal spektrum tampak. Sebagai contoh, obyek kelihatan biru, hijau, atau merah bila semata-mata memantulkan lingkup dengan tingkatan gelombang (0,4 – 0,five) μm, (0,5 – 0,half dozen) μm, maupun (0,6 – 0,7) μm. Sebaliknya, bila objek menyerap sinar spektakuler maka dia akan memantulkan warna bau kencur dan merah. Sebagai nan belakang sekali satu peristiwanya maka obyek akan tampak dengan warna asfar.

Farik dengan rona nan hanya menyervis tingkat kegelapan, warna menampakkan tingkat kegelapan yang lebih beraneka. Tidak kekurangan tingkat kesamaran di dalam dandan dramatis, hijau, merah, kuning, jingga, dan corak lainnya. Walaupun tidak menampakkan metode pengukurannya, Estes et al. (1983) mengutarakan bahwa mata manusia dapat membedakan 200 rona dan twenty.000 warna. Pernyataan ini menyemboyankan bahwa pembedaan obyek pada foto berwarna lebih mudah bila dibanding dengan pembedaan objek pada foto hitam putih. Pernyataan yang senada dapat diutarakan pula, adalah pembedaan objek puas citra yang menunggangi spektrum ketat lebih mudah daripada pembedaan obyek pada citra nan diproduksi dengan lingkup luas, meskipun citranya sama-setinggi enggak bercelup. Asas inilah yang menunda orang bagi menciptakan citra multispektral.

Rona dan warna disebut partikel dasar. Peristiwa ini menampakkan betapa pentingnya rona dan rona privat alas kata obyek. Tiap obyek tertumbuk pandangan pertama pada citra berlandaskan rona atau warnanya. Setelah rona atau warna yang seimbang dikelompokkan dan diberi garis kodrat nan tidak boleh dilampaui lakukan memisahkannya dari dandan ataupun warna yang tak, barulah kelihatan bangun, tekstur, cermin, format dan bayangannya. Itulah sebabnya maka rona dan rona disebut molekul dasar.

Baca :   Alat Listrik Yang Berfungsi Menghubungkan Dan Memutuskan Arus Listrik Adalah

Ingat

Pulang ingatan merupakan variabel kualitatif nan memerikan konfigurasi atau kerangka suatu obyek (Lo, 1976). Sadar adalah atribut yang jelas sehingga kuantitas obyek yang bisa diketahui berdasarkan bangunnya namun. Lembaga, dimensi, dan tekstur sreg Lembaga 1 dikelompokkan seumpama yang dibangun keruangan rona sekunder kerumahtanggaan segi kerumitannya. Berbunga berpokok rona yang merupakan unsur dasar dan termasuk primer privat segi kerumitannya. Pengamatan atas warna dapat dilakukan paling kecil mudah. Makanya karena itu bangun, ukuran, dan tekstur yang langsung dapat diketahui berdasarkan rona, dikelompokkan sekunder kerumitannya.

Tidak kekurangan dua istilah di dalam bahasa Inggris yang berfaedah bangun, adalah
shape

dan
form.
Shape

ialah bangun luar atau bangun awam, sedangkan
form

ialah yang dibangun atau susunan yang bangunnya lebih rinci. Ideal
shape

ataupun pulang ingatan luar:

  • Pulang ingatan bumi bulat
  • Siuman kewedanan Republic of indonesia memanjang sejauh sekitar five.100 km.

Model
form

atau bangun rinci:

  • Pada bumi nan bangunnya buntak terwalak plural bangun tatahan maupun siuman lahan seperti gunungapi, dataran pantai, tanggul dunia, dan sebagainya.
  • Wilayah Indonesia yang ingat luarnya memanjang, bermodel (rinci) negara kepulauan. Provinsi yang mengaret bisa bermodel polos atau siuman lainnya, akan tetapi sadar surface area kita nyata kompilasi pulau-pulau.

Baik bangun luar ataupun ingat rinci, keduanya ialah molekul interpretasi citra nan bermakna. Jumlah siuman yang spesifik sehingga menggampangkan pengenalan obyek puas citra.

Contoh introduksi obyek berdasarkan bangun

  • Gedung sekolah puas umumnya bermodel huruf I, L, U, atau bermodel empat segi tangga
  • Tajuk pokok kayu palma bermodel bintang, tajuk pohon pinus bermodel kerucut, dan judul bambu bermodel rambut-bulu
  • Gunungapi bermodel kerucut, masih bangun kipas alluvial seperti segitiga yang alasnya cembung
  • Batuan resisten takhlik topografi bernafsu dengan lereng terjal bila pengikisannya mutakadim berlanjut lanjur
  • Bekas
    meander

    sungai nan terpotong dapat diketahui sebagai anggota invalid nan bermodel tapal jaran

Stadion sepak bola nan bermodel elips

Ukuran

Ukuran ialah atribut obyek berupa jarak, luas, jenjang, lereng, dan volume. Karena ukuran obyek pada citra merupakan kemujaraban skala, maka di intern memanfaatkan ukuran sebagai unsur parafrase citra harus burung laut diingat skalanya.

Eksemplar pengenalan obyek berdasarka matra:

  • Ukuran rumah pelahap mencirikan apakah rumah itu rumah mukim, maktab, atau pabrik. Apartemen mukim rata-rata makin boncel bila dibanding dengan kantor alias industri.
  • Lapangan olah raga di samping dicirikan oleh bangun segi empat, lebih dicirikan oleh ukurannya, yaitu sekitar 80 m x 100 m kerjakan lapangan sepak bola, seputar 15 m x thirty grand bagi lapangan tenis, dan seputar 8 m ten x grand kerjakan alun-alun bulu tangkis.
  • Skor kayu di samping diresmikan oleh jenis kayunya juga diresmikan oleh volumenya. Debit kusen bisa ditaksir berdasarkan tinggi pohon, luas hutan serta kepadatan pohonnya, dan diameter jenazah pokok kayu.
Baca :   Simbiosis Komensalisme Yang Terdapat Pada Tubuh Manusia Adalah

Tekstur

Tekstur merupakan frekuensi perubahan rona pada citra (Lillesand dan Kiefer, 1979) atau dril rona koleksi obyek yang bersisa kecil untuk dibedakan secara istimewa (Estes dan Simonett, 1975). Tekstur sering diterangkan dengan bernafsu, halus, dan polengpoleng. Contoh introduksi obyek berdasarkan tekstur:

  • Hutan bertekstur kasar, belukar bertekstur masih, semak bertekstur lumat.
  • Pokok kayu pari bertekstur halus, pokok kayu tebu bertekstur masih, dan tanaman pekarangan bertekstur kasar .
  • Permukaan cair nan antap bertekstur halus.

Pola

Kamil, tinggi, dan cerminan pada peta dikelompokkan ke intern tingkat kerumitan tertier. Tingkat kerumitannya setingkat kian tinggi berpangkal tingkat kerumitan bangun, ukuran, dan tekstur sebagai unsur interpretasi citra. Arketipe ataupun yang dibangun keruangan yakni ciri yang menandai bakal besaran obyek bentukan manusia dan bagi beberapa obyek alamiah. Contoh:

  • Pola saluran wai camar menandai interelasi geologi dan tipe batuan. Pola saluran trellis menandai susunan lipatan. Abstrak saluran yang padat mengisyaratkan peresapan cairan kurang sehingga pengikisan berlanjut efektif. Pola parit dendritik mencirikan jenis tanah ataupun jenis batuan serba sebanding, dengan adv minim atau tanpa yuridiksi obrasan atau patahan. Pola kanal dendritik pada umumnya terdapat lega batuan endapan lunak, tufa vokanik, dan endapan tebal maka dari itu gletser yang sudah terkikis (Paine, 1981)
  • Latar transmigrasi diketahui dengan pola yang teratur, yaitu dengan rumah yang ukuran dan jaraknya seragam, tiap-tiap menghadap ke kronologi.
  • Kebun tiras, tipar kelapa, huma salinan dan sebagainya mudah dibedakan dari hutan atau vegetasi lainnya dengan polanya nan teratur, adalah mulai sejak hipotetis serta jarak tanamnya.

Bayangan

Bayangan berkepribadian menyembunyikan detail ataupun obyek yang tidak kehabisan di kewedanan gelap. Obyek atau gejala yang terletak di distrik cerminan pada umumnya lain kelihatan sekali-kali atau kadang kala terpandang samar-samar. Sungguhpun demikian, bayangan sering merupakan kunci alas kata yang terdepan bagi beberapa obyek nan justru makin tampak dari bayangannya.

Contoh:

  • Cerobong asap, menara, tangki minyak, dan bak cair yang dipasang tingkatan bertambah tampak semenjak bayangannya.
  • Tembok stadion, gawang sepak bola, dan sogang keliling lapangan tenis pada foto berskala 1: v.000 juga bertambah tampak semenjak bayangannya.
  • Lereng terjal tampak lebih jelas dengan bukan kekurangannya paparan.

Situs

Bersama-sebagai halnya asosiasi, situs dikelompokkan ke dalam kerumitan yang bertambah janjang pada Gambar diatas. Situs bukan merupakan ciri obyek secara langsung, melainkan dalam kaitannya dengan selingkung nan tersapu sekitarnya. Situs diartikan dengan plural definisi makanya para tukang, adalah:
  • Posisi suatu obyek terhadap obyek tak di sekitarnya (Estes dan Simonett, 1975). Di dalam signifikansi ini, Monkhouse (1974) menyebutnya peristiwa, seperti misalnya posisi kota (awak) terhadap wilayah kota (administratif), atau posisi suatu propertti terhadap parsif tanahnya. Makanya van Zuidam (1979), situasi juga disebut situs geografi, yang diartikan bagaikan arena posisi atau posisi suatu negeri atau wilayah terhadap sekitarnya. Misalnya posisi iklim yang jumlah berpengaruh terhadap parafrase citra untuk geomorfologi.
  • Posisi obyek terhadap bentang darat (Estes dan Simonett, 1975), sebagaimana misalnya situs suatu obyek di rawa, di puncak bukit yang kering, di sepanjang tepi sungai, dan sebagainya. Situs semacam ini oleh van Zuidam (1979) diistilahkan situs topografi, yakni posisi suatu obyek ataupun panggung terhadap daerah sekitarnya.
Baca :   Pedagang Dan Pengusaha Termasuk Dalam Kasta

Situs ini berupa unit terkecil privat suatu sistem wilayah ilmu bentuk kata yang dipengaruhi oleh faktor situs, sebagai halnya:

  • enggak tinggi,
  • kecuraman lereng,
  • keterbukaan terhadap kilat,
  • keterbukaan terhadap angin, dan
  • kesiapan cair parasan dan enceran tanah.

Lima faktor situs ini mempengaruhi ronde geomorfologi maupun ronde maupun perujudan lainnya.

Contoh:

  • Tajuk pohon nan bermodel bintang mencirikan tanaman palma. Siapa jenis palma tersebut berupa pohon kelapa, kelapa sawit, sagu, nipah, atau jenis palma lainnya. Bila tumbuhnya berkelompok (paradigma) dan situsnya di cairan payau, maka nan terbantah pada foto tersebut mungkin sekali nipah.
  • Situs tipar kopi terwalak di persil miring karena tanaman kopi menuntut kontrol larutan nan baik.
  • Situs pemukiman mundur umumnya lega igir beting tepi laut, tanggul dunia, maupun di sejauh tepi jalan.

Asosiasi

Afiliasi bisa diartikan sebagai keterkaitan wejangan obyek nan suatu dengan obyek bukan. Tak kekurangannya keterkaitan ini maka terlihatnya suatu obyek lega citra cerbak ialah ajar untuk tidak kekurangannya obyek lain.

Contoh:

  • Di samping ditandai dengan bangunnya yang aktual empat persegi panjang serta dengan ukurannya sekeliling 80 m x 100 one thousand, alun-alun sepak bola di tandai dengan bukan kekurangannya kayu nan situsnya plong anggota tengah garis belakangannya. Lapangan bola kaki berasosiasi dengan kayu. Kalau tidak tidak kehilangan gawangnya, lapangan itu bukan pelan sepak bola. Gawang tampak pada foto mega berskala one: 5.000 maupun bertambah luhur.
  • Stasiun kereta api berasosiasi dengan kronologi kereta jago merah yang jumlahnya lebih dari satu (bercabang).
  • Gedung sekolah di samping ditandai oleh dimensi propertti yang relatif indah serta bangunnya yang menyerupai I, L, atau U, juga ditandai dengan asosiasinya terhadap lapangan olah jasad. Lega lazimnya gedung sekolah ditandai dengan tidak kekurangannya tanah lapang olah bodi di tidak jauhnya.
    [1]

Daftar bacaan

  • Jensen, John R.
    Remote Sensing of the Environment, Prentice Hall, 2000

Referensi

  1. ^

    Unsur Interpretasi Citra

edunitas.com

Tingkat Kegelapan Atau Kecerahan Suatu Objek Disebut

Source: https://pedidikanindonesia.com/tingkat-kecerahan-objek-pada-citra-disebut/

Check Also

Fpb Dari 36 72 Dan 90

Fpb Dari 36 72 Dan 90 A link has directed you lot to this review. …