Tanggal Lahir I Gusti Ketut Jelantik

Tanggal Lahir I Gusti Ketut Jelantik

For faster navigation, this Iframe is preloading the Wikiwand page for
I Gusti Ketut Jelantik.

{{::readMoreArticle.title}}


{{bottomLinkPreText}}
{{bottomLinkText}}

I Gusti Ketut Jelantik

  • Introduction
  • Riwayat
  • Pahlawan Nasional
  • Refernsi

Thank you for reporting this video!

An extension you use may be preventing Wikiwand articles from loading properly.

If you’re using
HTTPS Everywhere
or you’re unable to admission any commodity on Wikiwand, please consider switching to HTTPS (httpsouthward://www.wikiwand.com).

An extension y’all use may be preventing Wikiwand articles from loading properly.

If y’all are using an
Ad-Blocker, it might have mistakenly blocked our content. You will need to temporarily disable your Ad-blocker to view this page.




This article was simply edited, click to reload

This article has been deleted on Wikipedia (Why?)

Back to homepage

Please click
Add
in the dialog in a higher place

Delight click
Let
in the top-left corner,

then click
Install Now
in the dialog

Please click
Open
in the download dialog,

then click
Install

Delight click the “Downloads” icon in the Safari toolbar, open up the first download in the list,

then click
Install

{{::$root.activation.text}}

Install on Chrome Install on Firefox

I Gusti Ketut Patih Jelantik

I Gusti Ketut Jelantik adalah seorang pahlawan nasional berasal dari Bali. Seorang patih agung dari kerajaan Buleleng yang disebut putera dari I Gusti Nyoman Jelantik Raya. Beliau diangkat sebagai patih di kerajaan Buleleng di tahun 1828 dan wafat di tahun 1849.

Baca :   Mengapa Teks Tersebut Tergolong Ke Dalam Biografi

I Gusti Ketut Jelantik dikukuhkan sebagai salah satu pahlawan nasional karena keberaniannya dalam menantang penjajah Belanda pada waktu itu. Sikap dan perlakuanya dipandang berani karena menampik tuntutan Belanda dalam sebuah pembicaraan yang menuntut supaya kerajaan buleleng ganti rugi kapal yang dirusak dan mengaku kedaulatan pemerintahan Hindia Belanda. Pada waktu pertemuan itu pihak belanda diwakilkan oleh JPT Mayor Komisaris Hindia Belanda, sedang Kerajaan Buleleng diwakilkan oleh raja Buleleng I Gusti Ngurah Mada Karangasem dan Patih Agung I Gusti Ketut Jelantik.

“Tidak dapat menguasai negeri seseorang cukup dengan satu helai kertas saja tetapi harus dituntaskan di atas ujung keris. Sepanjang saya hidup kerajaan ini tidak pernah mengaku kedaulatan Belanda”. Seperti itu cuplikan perkataan I Gusti Ketut Jelantik yang geram sangat dengan tuntutan yang diajukan pihak Belanda.

Baca Juga : Biografi Kapittan Pattimura

Tidak habis akal, pihak Belanda terus coba cari cela untuk menantang I Gusti Ketut Jelantik, diantaranya dengan manfaatkan Raja Klungkung. Dalam perjumpaan yang terjadi pada tanggal 12 Mei 1845 ini Belanda menuntut supaya Buleleng ganti rugi kapal dan menghapuskan hak “tawan karang” yaitu merebut perahu yang terdampar di teritori Buleleng. I Gusti Ketut Jelantik juga marah, bahkan juga beliau menghunuskan sebilah keris pada kertas kesepakatan. Beliau melawan Belanda untuk menggempur den Bukit atau Bali Utara.

Pada tanggal 27 Juni 1846 Belanda betul-betul melakukan gempuran ke kerajaan Buleleng. Tetapi pada akhirnya kerajaan Buleleng jatuh ke tangan Belanda pada tanggal 29 Juni 1846. Selanjutnya raja buleleng dan patih I Gusti Ketut Jelantik mundur ke dusun Jagaraga untuk menyusun strategi dan menambah kekuatan.

I Gusti Ketut Patih Jelantik
ialah seorang yang pakar taktik perang dan jadi figur yang dihormati oleh raja-raja lain karena sikapnya yang tegar pendirian. Ini diperlihatkan saat menjaga dusun Jagaraga patih I Gusti Ketut Jelantik terus menguatkan pasukannya dan mendapatkan kontribusi dari kerajaan lain seeperti klungkung, Karang Asem, Badung dan Mengwi.

Baca :   Organel Yang Tidak Dijumpai Didalam Sel Hewan Adalah

Baca Juga : Biografi Tuanku Imam Bonjol

Pada tanggal 6 sampai eight Juni 1848 pihak Belanda melakukan gempuran ke-two dengan mentibakan pasukanya di sangsit. Pihak Bali dipimpin oleh I Gusti Ketut Jelantik dengan menghimpun dan membawa pasukan benteng Jagaraga yang disebut benteng paling kuat dibanding dengan iv benteng yang lain. Sedang pihak belanda dipimpin oleh Jendral Van Der Wijck.

Tapi pihak Belanda tidak berhasil tembus benteng yang dipegang oleh I gusti Ketut Jelantik dan cuma sanggup merampas satu benteng saja yaitu benteng samping timur sansit yang ada dekat Bungkulan.

Karena ada kekalahan ini makin mengusung semangat raja-raja yang lain untuk makin mengerahkan kemampuan dalam menantang Belanda. Tetapi pasukan patih jelantik ini menghebohkan parlemen Belanda yang selanjutnya memperlancar gempuran besar yang dipegang oleh Jendral Michiels pada tanggal 31 Maret 1849.

Baca Juga : Biografi Kasman Singodimedjo

Belanda menyerbu Bali dengan menembakan meriam-meriamnya. Pada tanggal 7 April 1849 raja buleleng dan patih I Gusti Ketut Jelantik beserta 12 ribu prajurit bertemu dengan jendral michiels. Tetapi karena kalah dalam galpersenjataan akhirnya bali tertekan dan mundur sampai pegunungan Batur Kintamani. Jagaraga juga jatuh ke tangan Belanda pada xvi April 1849. Pada akhirnya patih jelantik gugur pada gempuran ka rangasem oleh Belanda yang dihadirkan dari Lombok dan menggempur sampai kepegunungan Bale Punduk.

Atas keberanian sikap dan moral perjuangan yang diperlihatkan oleh I gusti Ketut Jelantik pasti tidak ada kata ragu untuk kita memberi gelar Pahlawan Nasional. Pada tanggal xix Agustus 1993 Pemerintahan RI memberi Gelar Pahlawan nasional pada Patih Jelantik berdasar SK Presiden RI No. 077/TK/Tahun 1993.

Tanggal lahir i gusti ketut jelantik

I Gusti Ketut Jelantik (??? – 1849) adalah pahlawan nasional Indonesia yang berasal dari Karangasem, Bali. Ia merupakan patih Kerajaan Buleleng. Ia berperan dalam Perang Jagaraga yang terjadi di Bali pada tahun 1849. Perlawanan ini bermula karena pemerintah kolonial Hindia Belanda ingin menghapuskan hak tawan karang yang berlaku di Bali, yaitu hak bagi raja-raja yang berkuasa di Bali untuk mengambil kapal yang kandas di perairannya beserta seluruh isinya. Pada Kala Itu,Belanda Berusaha Memanipulasi Rempah Rempah Bali dan Melalui Pelayaran Hongi, Kapal Belanda Karam Di Bali. Kapal Tersebut Langsung Ditawan Oleh Kerajaan Buleleng.Ucapannya yang terkenal ketika itu ialah “Apapun tidak akan terjadi. Selama aku hidup aku tidak akan mengakui kekuasaan Belanda di negeri ini”. Perang ini berakhir sebagai suatu puputan, seluruh anggota kerajaan dan rakyatnya bertarung mempertahankan daerahnya sampai titik darah penghabisan. Namun akhirnya ia harus mundur ke Gunung Batur, Kintamani. Pada saat inilah ia gugur.Setelah Dia Wafat,Perjuangan Raja-Raja Bali Mulai Mengalami Kemunduran.Seluruh Bali Dapat Dikuasai Dengan Mudah Hanya Bali Selatan Saja yang masih Melakukan Perlawanan.

Baca :   Kegiatan Perdagangan Internasional Ditunjukkan Oleh Angka

Kerajaan Buleleng adalah suatu kerajaan di Bali utara yang didirikan sekitar pertengahan abad ke-17 dan jatuh ke tangan Belanda pada tahun 1849. Kerajaan ini dibangun oleh I Gusti Anglurah Panji Sakti dari Wangsa Kepakisan dengan cara menyatukan seluruh wilayah wilayah Bali Utara yang sebelumnya dikenal dengan nama Den Bukit. Setelah kemerdekaan Republik Indonesia, Kerajaan Buleleng berstatus sebagai Daerah Tingkat II Buleleng.

Tanggal Lahir I Gusti Ketut Jelantik

Source: https://idkuu.com/tanggal-lahir-i-gusti-ketut-jelantik

Check Also

Fpb Dari 36 72 Dan 90

Fpb Dari 36 72 Dan 90 A link has directed you lot to this review. …