Sebutkan Gaya Seni Rupa Yang Termasuk Dalam Representatif

Sebutkan Gaya Seni Rupa Yang Termasuk Dalam Representatif

Ilustrasi seni lukis. Foto: Unsplash


Manusia dapat menuangkan ekspresi dan kreatifitasnya melalui

kesenian
, salah satunya

seni lukis
. Seni lukis merupakan cabang seni rupa yang cara pengungkapannya diwujudkan melalui karya dimensional dengan unsur-unsur berupa garis dan warna.


Seorang pelukis biasanya melibatkan ekspresi dan emosinya untuk mendapatkan kesan tertentu. Itu karena sebuah lukisan harus bisa menerjemahkan apa yang ada dalam objek, tema, atau gagasan.


Seni lukis sebenarnya merupakan sebuah pengembangan dari menggambar yang memiliki keunikan atau ciri khas tersendiri. Ciri khas ini didasarkan pada tema, corak atau gaya teknik, serta bahan dan bentuk dari karya seni tersebut.


Seni lukis dapat dilakukan menggunakan bahan dan media yang berbeda-beda. Untuk bahan lukisnya, yang umum digunakan adalah tinta, cat minyak, cat air, pensil, dan spidol. Sementara, untuk variasi media dapat menggunakan kanvas, tembok, kaca, kertas, dan sebagainya.


Seperti yang telah disebutkan di atas, sebuah lukisan mempunyai ciri khas, tema, dan teknik, yang umumnya disebut gaya atau aliran. Mengutip buku

Seni Budaya

oleh Milasari dkk, berdasarkan cara pengungkapannya, aliran seni lukis dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu representatif, deformatif, dan nonrepresentatif.

Seni lukis aliran naturalisme. Foto: Pinterest


Representatif merupakan aliran seni lukis yang menggunakan keadaan nyata pada kehidupan masyarakat dan alam. Yang termasuk dalam aliran ini adalah:


  • Naturalisme, yaitu aliran seni rupa yang penggambarannya alami, sesuai dengan keadaan alam sehingga segala sesuatunya dibuat dengan seteliti mungkin, seperti tekstur, warna, atau gelap terangnya. Pelukis yang beraliran ini antara lain Basuki Abdullah, Mas Pringadi, dan John Constabel.


  • Realisme, merupakan aliran tanpa ilusi, apa adanya tanpa menambah atau mengurangi objek dan penggambarannya sesuai dengan kenyataan hidup. Beberapa pelukis dengan aliran realisme yaitu Trubus, Wardoyo, Tarmizi, dan Dullah.


  • Romantisme, aliran ini lebih bersifat imajiner dan menceritakan kisah-kisah romantis atau kejadian dramatis. Pelukis yang beraliran romantisme antara lain Raden Saleh, Francisco Goya, dan Turner.

Seni lukis aliran ekspresionisme. Foto: Pinterest


Berbeda dengan seni lukis representatif, deformatif merupakan perubahan bentuk asli menjadi bentuk baru tapi tidak meninggalkan bentuk aslinya. Aliran seni lukis yang termasuk dalam gaya desformatif adalah:


  • Ekspresionisme, aliran ini penggambaranya sesuai dengan keadaan jiwa si pelukis yang spontan pada saat melihat objek lukisnya. Tokoh aliran ekspresionisme di antaranya yaitu Vincent Van Gogh dan Affandi


  • Impresionisme, yaitu aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan kesan saat objek dilukis. Tokoh-tokohnya antara lain Claude Monet, Georges Seurat, dan South. Sudjojono.


  • Surialisme, kebanyakan menyerupai bentuk-bentuk yang sering dijumpai di alam mimpi. Biasanya, pelukis aliran surialisme berusaha mengabaikan bentuk secara keseluruhan dan mengolah dengan sedemikian rupa objeknya agar menghasilkan kesan tertentu tanpa harus mengerti bentuk aslinya. Salah satu pelukis surialisme yang terkenal ialah Salvador Dali.


  • Kubsime, penggambarannya berupa bidang segi empat atau berbentuk dasar kubus. Pelukis yang beraliran ini contohnya Pablo Picasso, But Mochtar, Srihadi, Fajar Sidik, dan Mochtar Apin.

Ilustrasi seni lukis aliran nonrepresentatif. Foto: Pinterest


Gaya lukisan nonrepresentatif merupakan suatu bentuk yang sulit untuk dikenal. Bentuk dasar gaya ini sudah meninggalkan bentuk aslinya. Sebab, gaya ini memandang bahwa ekspresi jiwa tidak dapat dihubungkan dengan objek apapun.


Seni lukis nonrepresentatif menonjolkan bidang yang diisi oleh warna dan dipilah dengan garis-garis tegas. Gaya ini dipelopori oleh Amri Yahya, Fajar Sidik, But Mochtar, dan Sadali.

Seni lukis adalah cabang seni rupa yang diwujudkan melalui karya dua dimensi bermediakan kanvas atau permukaan datar lain yang di isi oleh unsur-unsur pokok garis dan warna melalui true cat atau pewarna dan pembubuh gambar lainnya.

Tentunya, lukisan dapat berisi representasi alam seperti potret wajah, hewan, pemandangan. Bisa juga memuat gambar abstrak yang merupakan penyederhanaan bentuk alam, atau berisi ungkapan ekspresif dari seniman berupa komposisi bentuk nonrepresentatif (tidak menyerupai apa pun).

Soedarso Sp (1990, hlm. 11) mengungkapkan bahwa melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan datar dari objek tiga dimensi untuk mendapatkan kesan tertentu, dengan melibatkan ekspresi, emosi, dan gagasan pencipta secara penuh.

Baca :   Pernyataan Tentang Sifat Koligatif Berikut Yang Tidak Tepat Adalah

Seni lukis merupakan pengembangan dari menggambar. Lukisan memiliki corak atau gaya yang lebih rumit, namun tidak berarti lebih baik dari menggambar. Teknik dan bahan yang digunakan juga dapat lebih beragam dari menggambar pada umumnya.

Aliran Seni Lukis

Seperti yang telah diutarakan sebelumnya, lukisan memiliki ciri khas, tema, teknik yang biasa disebut dengan gaya atau aliran. Berdasarkan cara pengungkapannya, aliran dan gaya lukisan dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu: representatif, deformatif dan nonrepresentatif. Berikut penjelasan dari masing-masing pembagian tersebut:

Representatif

Lukisan representatif adalah perwujudan gaya seni rupa menggunakan keadaan nyata pada alam atau kehidupan sehari-hari manusia dalam masyarakat. Gambar pada lukisan akan merepresentasikan sesuatu yang konkret, misalnya pemandangan alam, potret manusia, suasana perkotaan, dsb. Beberapa gaya atau aliran seni rupa yang termasuk dalam kategori representatif adalah sebagai berikut.

1. Aliran Naturalisme

Aliran seni rupa yang menggambarkan keadaan alam, melukiskan segala sesuatu sepersis mungkin dengan keadaan nyatanya, seteliti mungkin. Sehingga diperlukan kemampuan yang terlatih untuk mewujudkan karyanya.
Tokoh
aliran naturalisme
antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Wahidi
  2. Abdullah Suryobroto
  3. Basuki Abdullah
  4. Mas Pringadi
  5. Rubens
  6. John Constabel
  7. Thomas Cole
  8. William Bliss Baker

Contoh lukisan naturalis : Pantai flores, oleh: Basuki Abdullah

Penjelasan lengkap mengenai aliran naturalisme dapat di baca pada tautan dibawah ini.

Baca juga: Naturalisme – Pengertian, Ciri, Tokoh, Contoh Karya & Analisis

ii. Aliran Realisme

Aliran realisme adalah aliran seni rupa yang memandang dunia ini tanpa ditutup-tutupi, dalam artian subjek atau objek yang dilukis ditampilkan apa adanya, sesuai dengan kenyataan sehari-hari, tidak di dramatisir atau dipilih hanya yang indahnya saja.
Tokoh-tokoh aliran realisme
antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Wardoyo
  2. Trubus
  3. Tarmizi
  4. Dullah
  5. Gustave Courbet
  6. Jean-Francois Millet
  7. Edouard Manet

contoh seni lukis aliran realisme

Penjelasan lengkap mengenai realisme dapat di baca pada tautan dibawah ini.

Baca juga: Realisme: Pengertian, Ciri, Tokoh, Contoh Karya & Analisis

3. Romantisisme

Aliran ini terkadang disebut romantisme yang sebetulnya kurang tepat. Aliran ini mengungkapkan tema yang masih representatif namun dengan cara yang dramatis. Misalnya menunjukan peristiwa yang dahsyat atau kejadian-kejadian penting dalam sejarah secara dramatis.
Tokoh-tokoh aliran romantisisme
adalah sebagai berikut.

  1. Raden Saleh
  2. Fransisco Goya
  3. Caspar David Friedrich
  4. J.M.West Turner

Contoh karya aliran romantisisme: The 2nd of May 1808 oleh Fransisco Goya, gambar asli diperoleh melalui wikipedia.com

Penjelasan lengkap mengenai aliran romantisisme dapat di baca pada tautan dibawah ini.

Baca juga: Aliran Romantisisme; Pengertian, Sejarah, Tokoh & Contoh

Deformatif

Deformatif adalah gaya yang mengubah bentuk asli dari objek atau subjek yang dilukis, sehingga menghasilkan bentuk baru, namun tidak benar-benar meninggalkan bentuk dasar aslinya. Beberapa aliran seni rupa yang termasuk dalam gaya deformatif adalah sebagai berikut.

ane. Impresionisme

Merupakan aliran yang hanya menggambarkan kesan sederhana dari apa yang dilukiskan.Tokoh aliran impresionisme
meliputi beberapa pelukis di bawah ini.

  1. S. Sudjojono
  2. Claude Monet
  3. Paul Cezanne
  4. Paul Gauguin
  5. Georges Seurat

Contoh karya aliran impresionisme: Woman with a Parasol. wikipedia.com

Penjelasan lengkap mengenai impresionisme dapat di baca pada tautan dibawah ini:

Baca juga: Impresionisme : Pengertian,Ciri,Tokoh, Contoh Karya & Analisis

2. Surealisme

Surealisme adalah aliran seni rupa yang mengubah sesuatu yang nyata menjadi tampak tidak nyata. Misalnya, aliran surealisme dapat menggambarkan manusia yang melayang, jam yang meleleh, ikan yang dapat berenang tanpa air, dsb. Hal tersebut selanjutnya mengakibatkan gambar yang terdapat dalam lukisan tampak seperti pada mimpi.
Tokoh surealisme
antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Salvador Dali
  2. Rene Magritte
  3. Frida Kahlo

Contoh Karya Aliran Seni Lukis Surealisme: The Persistence of Time oleh Salvador Dali, gambar asli diperoleh melalui: wikiart.org

Penjelasan lengkap mengenai surealisme dapat di baca pada tautan dibawah ini.

Baca juga: Surealisme; Pengertian, Ciri, Tokoh, Contoh Karya & Analisis

3. Kubisme

Kubisme merupakan aliran seni rupa yang menyederhanakan objek nyata menjadi ke-kubus-kubus-an (bidang segi empat) atau objek geometris lainnya. Aliran ini juga memainkan perspektif atau sudut pandang yang berbeda dalam suatu objek. Misalnya, mata seseorang dapat digambar melalui tampak depan, namun hidung digambarkan dari tampak samping, dan teling digamarkan dari tampak atas. Beberapa
Tokoh aliran kubisme
adalah sebagai berikut.

  1. Pablo Picasso
  2. Georges Braque
  3. Juan Gris
Baca :   Diketahui Segitiga Klm Siku Siku Di L

contoh lukisan aliran kubisme

Penjelasan lengkap mengenai realisme dapat di baca pada tautan dibawah ini.

Baca juga: Kubisme; Pengertian, Ciri, Tokoh, Contoh Karya & Analisis

4. Ekspresionisme

Aliran ekspresionisme merupakan aliran seni rupa yang menonjolkan ungkapan dari dalam jiwa. Artinya, bukan kemiripan gambar pada suatu lukisan yang diutamakan, namun ekspresi seniman terhadap sesuatu yang ia lukis. Intinya, aliran ekspresionisme lebih mementingkan ekspresi individu seniman dibandingkan dengan peniruan alam.
Tokoh-tokoh ekspresionisme
adalah sebagai berikut.

  1. Affandi
  2. Edvard Munch
  3. Ernst Ludwig Kirchner

Contoh aliran Ekspresionisme: The Scream oleh: Edvard Munch (1893-1910)

Penjelasan lengkap mengenai realisme dapat di baca pada tautan dibawah ini.

Baca juga: Ekspresionisme – Pengertian, Ciri, Tokoh, Contoh & Analisis

Nonrepresentatif

Nonrepresentatif adalah gaya yang tidak merepresentasikan sesuatu yang merupakan kebalikan dari representatif. Bentuk dasar dari gaya ini sudah meninggalkan bentuk aslinya atau tidak menirukan alam sama sekali. Lukisan hanya di isi oleh bentuk-bentuk geometris sederhana, kumpulan garis, atau hanya berupa blok-blok warna yang terbebas dari bentuk alam seperti potret wajah manusia, pemandangan, dsb. Aliran-aliran nonrepresentatif antara lain:

one. Abstrak Ekspresionisme

Aliran yang menggunakan ekspresi spontan untuk menciptakan karya abstrak. Pelukis abstrak ekspresionisme menumpahkan cat langsung ke kanvas, mencipratkan true cat dengan tongkat, dsb.
Tokoh-tokoh Abstrak Ekspresionisme
antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Jackson Pollock
  2. Willem de Kooning
  3. Mark Rothko
  4. Helen Frankenthaler
  5. Clyfford Still

Contoh aliran abstrak ekspresionisme: Number 5 oleh Jackson Pollock, gambar asli diperoleh melalui: jackson-pollock.org

ii. Formalisme

Aliran yang hanya menggunakan bentuk-bentuk dasar geometris seperti segi empat, persegi panjang, segitiga atau hanya garis. Tokoh-tokoh aliran formalisme antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Jasper Johns
  2. James McNeill Whistler

Contoh aliran abstrak formalisme: Blueish Green and Brown oleh Marker Rothko, Gambar diperoleh melalui: marker-rothko.org

Tema Seni Lukis

Selain dibagi berdasarkan alirannya, seni lukis juga dapat dikategorisasikan berdasarkan tema. Secara umum, dapat dikatakan terdapat 6 tema umum dalam seni lukis, yaitu sebagai berikut.

  1. Hubungan antara manusia dengan dirinya.
    Seni lukis dapat digunakan untuk menuangkan ide atau gagasan dari seniman itu sendiri. Terkadang seniman menggunakan potret wajah dirinya sendiri sebagai objek atau subjek lukisan.
  2. Hubungan antara Manusia dengan Manusia Lain.
    Terkadang seorang pelukis juga mengekspresikan cita-rasa keindahan menggunakan orang-orang yang ada disekitarnya. Orang-orang tersebut bisa jadi orang terdekat seperti istri/suami, anaknya, orangtua, saudara, teman atau siapapun itu.
  3. Hubungan antara Manusia dengan Alam Sekitarnya.
    Alam sekitar seniman dapat menjadi objek atau subjek yang menarik untuk menjadi tema lukisannya. Pemandangan gunung, hutan, laut, sungai, perkampungan, hingga kota.
  4. Hubungan antara Manusia dengan Benda.
    Benda-benda yang ada di sekitar kita juga dapat memiliki keunikan dan keindahan tersendiri sebagai sumber inspirasi melukis. Kita tidak pernah tahu karya seunik apa yang dapat dihasilkan dengan menggunakan berbagai benda keseharian yang ada di sekitar.
  5. Hubungan antara Manusia dengan Aktifitasnya.
    Aktifitas kehidupan sehari-hari yang beragam terkadang mencetuskan suatu ide untuk melukis. Kegiatan manusia dapat digambarkan secara langsung pada karya lukis, atau hanya menginspirasi terhadap ekspresi dan emosi yang ingin dikeluarkan oleh seniman.
  6. Hubungan antara Manusia dengan Alam Khayal.
    Imajinasi atau khayalan yang terkadang tiba-tiba melintas atau direnungkan, baik secara sadar ataupun tidak sadar (saat tertidur) merupakan inspirasi dan tema yang luar biasa untuk dilukis.

Alat lukis utama adalah peralatan untuk mengaplikasikan atau membubuhkan true cat pada media lukis, seperti: kuas, pisau palet, dsb. Penggunaan alat lukis sangat bergantung pada media, teknik, aliran dan tema yang akan dibuat.

Alat lukis

Beberapa alat lukis yang umumnya digunakan adalah sebagai berikut.

  1. Fungsinya untuk mengaplikasikan cat pada media lukis/kanvas
  2. Pisau Lukis. Pisau lukis adalah alternatif lain dari kuas untuk membubuhkan cat. True cat yang dibubuhkan menggunakan ini biasanya dalam kuantitas besar dan untuk keperluan menciptakan efek timbul/muncul 3d.
  3. Pisau Palet. Pisau palet biasanya terbuat dari plastik dan digunakan untuk mencampurkan cat.
  4. Palet adalah tempat kita untuk mencampur dan menyiapkan cat sebelum digunakan.
  5. Pensil dapat digunakan sebagai alat lukis untuk menggambar sketsa. Perlu diketahui bahwa bekas pensil dapat tidak tertutupi oleh cat, sehingga sebaiknya gunakan dengan hati-hati dalam guratan yang tipis.
  6. Terdapat cat yang berbasis minyak dan air. Cat minyak biasa digunakan untuk melukis jangka panjang, agar cat tidak mudah kering dan dapat dengan mudah diperbaiki dengan mengelap cat yang belum kering. Cat berbasis air seperti true cat akrilik atau cat air lebih cepat kering, sehingga lebih sulit untuk diperbaiki.
  7. Tinta Bak. Tinta merupakan cat alternatif yang cukup banyak digunakan pada seni lukis.
  8. Alat pembubuh cat khas/alternatif. Sikat gigi bekas, tongkat kayu untuk mengucurkan true cat enamel, dsb. Terdapat banyak alat lukis alternatif lain yang dapat digunakan untuk menciptakan efek khusus.
  9. Cat khas/culling. Cat alternatif lain juga dapat digunakan, tergantung kebutuhan lukisan yang diciptakan.
Baca :   Soal Un Bahasa Indonesia Kelas 12 Dan Kunci Jawaban

Penjelasan lengkap mengenai alat lukis berdasarkan fungsinya dapat dilihat di:

Baca juga: Alat Lukis: Kuas, Pisau, Roller dengan Jenis & Fungsinya

Bahan (Media) Seni Lukis

Bahan merupakan berbagai textile yang dibutuhkan untuk membuat suatu lukisan. Berbeda dengan alat, bahan bersifat dapat habis, sehingga harus diperhatikan pasokannya. Beberapa bahan atau media seni lukis adalah sebagai berikut.

  1. Media utama yang sering digunakan dalam melukis adalah kanvas, karena terhitung awet dan tahan lama. Namun lukisan juga dapat dibuat pada kain linen, papan kayu, papan cobweb, kaca, dsb.
  2. Terdapat bermacam jenis true cat yang digunakan, dan salah satunya adalah cat akrilik yang menggunakan bahan pencampur air namun bersifat permanen. True cat lainnya meliputi cat minyak, true cat gouache, tempera, dsb. Jangan menggunakan true cat minyak pada media kertas, karena kertas akan tergerus oleh zat yang ada pada cat minyak. Gunakan cat air dan lapisi dengan pelapis cat agar kertas bertahan lama.
  3. Terdapat juga media khas/alternatif untuk membuat lukisan. Media alternatif untuk melukis tersebut meliputi kaca, lempengan kayu, lempengan logam, lempengan plastik, atau benda datar dua dimensi apa pun yang dapat menjadi media lukis jika digunakan dengan tepat.

Penjelasan lengkap mengenai media lukis dan alternatifnya dapat dilihat di sini.

Baca juga: Media Lukis: Pahami Bahan, Alternatifnya & Komponen Cat

Teknik dan cara melukis

Melukis membutuhkan cara dan teknik yang tepat untuk membuat karya yang baik. Teknik lukis juga sebetulnya sangat tergantung pada tema atau aliran lukis yang akan digunakan. Kita dapat mulai dengan menentukan tema, menentukan objek atau subjek yang di lukis, lalu menyiapkan teknik yang dibutuhkan.

Menentukan Tema (Memunculkan Gagasan)

Memunculkan gagasan kreatif dapat ditempuh dengan cara sebagai berikut.

  1. Mengembangkan imajinasi dari apa yang sedang kita pikirkan atau dari pemikiran/pengalaman orang lain
  2. Melihat subjek atau objek yang akan dilukis, misalnya pemandangan pantai, suasana pasar, dll.
  3. Mencari inspirasi dari buku dan majalah
  4. Mencari inspirasi dari internet atau sosial media
  5. Mengunjungi galeri atau museum seni

Teknik melukis

Teknik melukis terdiri dari kerangka kerja dan teknik khusus yang digunakan untuk true cat tertentu, seperti:

  1. membuat sketsa lalu menyelesaikan detailnya,
  2. membuat lukisan underpainting lalu mewarnainya dengan cat tipis (teknik lukis cat minyak),
  3. menggunakan teknik kuas kering (digunakan tanpa pelarut cat) yang cocok untuk item kecil, dan kuas basah (kuas diberi pelarut cat) dapat menutupi permukaan luas dengan cepat.

Teknik lukis tidak dapat dijelaskan dengan singkat dan membutuhkan artikel khusus untuk menjelaskannya. Penjelasan lengkap mengenai teknik lukis dapat disimak pada tautan dibawah ini.

Baca juga: Teknik Melukis yang Sebenarnya: Glazing, Underpainting, dll

Referensi

  1. Soedarso, Sp. (1990). Tinjauan Seni. Yogyakarta: Saku Dayar Sarana.

Sebutkan Gaya Seni Rupa Yang Termasuk Dalam Representatif

Source: https://apaartidari.com/sebutkan-gaya-seni-rupa-yang-termasuk-dalam-representatif

Check Also

Fpb Dari 36 72 Dan 90

Fpb Dari 36 72 Dan 90 A link has directed you lot to this review. …