Qs Ali Imran Ayat 190 191 Tentang Berpikir Kritis

Qs Ali Imran Ayat 190 191 Tentang Berpikir Kritis

Djakarta

Surah Ali Imran adalah
surah urutan ke tiga dalam Al Quran dan merupakan golongan surah Madaniyah. Jumlah ayat dalam satu surahnya sebanyak 200 ayat. Termasuk di dalamnya ayat ke-190 dan 191 yang istimewa hingga membuat Rasulullah menangis saat turunnya ayat tersebut.

Dikisahkan dari istri Rasulullah SAW, Aisyah RA, pada suatu malam ketika mereka tidur bersama, Rasul berkata: “Ya Aisyah, izinkan aku beribadah kepada Rabb-ku.” yang kemudian dijawab oleh Aisyah:

“Aku sesungguhnya senang merapat denganmu, tetapi aku senang melihatmu beribadah kepada Rabbmu,”

Pada waktu sholat, Rasulullah SAW menangis sampai air matanya membasahi kainnya, karena merenungkan ayat Al Quran yang dibacanya. Setelah sholat, beliau duduk memuji Allah dan kembali menangis tersedu-sedu. Kemudian beliau mengangkat kedua belah tangannya berdoa dan menangis lagi dan air matanya membasahi tanah.

Kemudian Bilal datang untuk adzan subuh dan melihat Rasulullah SAW menangis, ia bertanya:

“Wahai Rasulullah! Mengapakah Rasulullah menangis, padahal Allah telah mengampuni dosa Rasulullah baik yang terdahulu maupun yang akan datang?”

Rasulullah menjawab, “Apakah saya ini bukan seorang hamba yang pantas dan layak bersyukur kepada Allah? Dan bagaimana saya tidak menangis? Pada malam ini Allah telah menurunkan ayat (QS. Ali Imran: 190-191) kepadaku.”

Selanjutnya beliau berkata, “Alangkah rugi dan celakanya orang-orang yang membaca ini dan tidak memikirkan dan merenungkan kandungan artinya.”

Adapun bunyi bacaan Al Quran
surah Ali Imran ayat 190-191
yang pernah membuat Rasulullah sampai menangis saat membacanya:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

190. Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,” (QS. Ali Imran: 190)

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

191. Artinya: “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka,” (QS. Ali Imran: 191)

Ayat ini juga disebut dengan ayat tentang ulil albab, karakter yang sudah seharusnya dimiliki oleh seorang muslim. Atau, menurut buku yang bertajuk Agar Layar Tetap Terkembang karya Didin Hafidhuddin dan Budi Handrianto, ulil albab adalah mereka yang senantiasa berzikir kepada Allah dan memikirkan alam ciptaan-Nya sebagaimana digambarkan dalam Al Quran.

Melansir dari tafsir Kemenag, dua ayat ini menjelaskan tentang tanda-tanda kebesaran Allah. Tanda-tanda ini hanya dipahami bagi orang yang berakal atau orang yang tidak diselubungi akal untuk menciptakan kehancurhan.

Orang-orang berakal yang dimaksud dalam ayat ini adalah orang-orang yang senantiasa memikirkan ciptaan Allah, merenungkan keindahan ciptaan-Nya, kemudian dapat mengambil manfaat dari ayat-ayat-Nya, seraya berdzikir kepada Allah dengan hati, lisan, dan anggota tubuh seraya menjalankan aktivitas sehari-harinya.

Seorang muslim yang disebut dengan
ulil albab
pada ayat ini juga merujuk pada para ilmuwan dan filosof yang sangat ulung dan tekun serta tawadhu. Nantinya mereka akan mampu menyingkap rahasia alam tentang kompleksnya fenomena penciptaan Allah SWT. Wallahu’alam.

(erd/erd)

Reporter : Ulyaeni Maulida

Surat Ali Imran ayat 190-191 menjelaskan bahwa dalam penciptaan langit dan bumi serta silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi ulul albab.

Dream –
Surat Ali Imran merupakan surat ketiga dalam Al Quran. Banyak keutamaan yang terkandung dalam surat Ali Imran. Salah satunya dalam surat Ali Imran ayat 190-191.

Surat Ali Imran ayat 190-191 menjelaskan tentang penciptaan langit dan bumi serta silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagiulul albab.

10 Potret Rumah Mewah Dirut Pertamina Nicke Widyawati, The Real Sultan, Megah Banget!

Ulil albab yang diterjemahkan sebagai orang-orang berakal memiliki dua ciri utama yakni dzikir dan pikir.


Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)

BERPIKIR KRITIS QS. Ali Imron [3]: 190-191 Rian Hidayat, S.Pd.I

What Is Critical Thinking? (Definisi Berpikir Kritis) Kemampuan untuk berpikir jernih dan rasional, yang meliputi kemampuan untuk berpikir reflektif dan independen. Sebagai orang beriman kita hendaklah mengimani semua firman-firman Allah kemudian berusaha memahami makna yang terkandung dan merefleksikannya ke dalam sikap dan tindakan yang positif.

Baca :   Ukuran 5l Sama Dengan Berapa Xl

QS. Ali Imron [3]: 190-191 Asbabun Nuzul Bacaan Surah Ali Imron [3]: 190-191 Isi Kandungan Penerapan Perilaku Berdasarkan Surat Ali Imron

QS Ali Imran ayat 190-191 إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيَاتٍ لِّأُوْلِي الأَلْبَابِ ﴿١٩٠﴾ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىَ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلاً ۚ سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ﴿١٩١﴾

TERJEMAH QS ALI IMRAN 190-191 190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, 191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ Langit malam Dan bumi Dan siang Dan pergantian Sesungguhnya penciptaan dalam لَايَاتٍ لِّأُوْلِي الأَلْبَابِ ﴿١٩٠﴾ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا Dan duduk Yang mengingat bagi Sambil berdiri (yaitu) orang-orang Orang yang berakal Terdapat tanda2 Allah

Tidaklah Engkau ciptakan وَعَلَىَ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِۚ Tentang penciptaan Mereka berbaring Dan bumi Dan mereka memikirkan Dan dalam (keadaan) Langit-langit رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلاً ۚ سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ﴿١٩١﴾ Sia-sia Lindunglah kami (dari Azab Neraka Ini (semuanya) Ya Tuhan kami Maha Suci Engkau Tidaklah Engkau ciptakan

Tajwid إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيَاتٍ لِّأُوْلِي الأَلْبَابِ ﴿١٩٠﴾ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىَ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلاً ۚ سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ﴿١٩١﴾

Asbabun Nuzul AT-TABARI DAN IBNU ABI HATIM meriwayatkan dari IBNU ABBAS R.A. bahwa orang Quraisy mendatangi kaum Yahudi dan bertanya, “Bukti-bukti kebenaran apa yang dibawa Musa kepadamu?”. Kemudian dijawab, “Tongkatnya dan tangannya yang putih bersinar bagi yang memandangnya”. Kemudian, mereka mendatangi kaum NASRANI dan bertanya, “Bagaimana dengan Isa?” Dijawab, “Isa menyembuhkan mata yang buta sejak lahir dan penyakit sopak serta menghidupkan orang yang sudah mati.” Selanjutnya, mereka mendatangi RASUL dan berkata, “Mintalah dari Tuhanmu agar Bukit Safa itu menjadi emas.” Maka Rasul berdo’a, dan turunlah Q.S. Ali-Imran:190-191) Mengajak mereka memikirkan langit dan bumi tentang kejadiannya, hal-hal yang menakjubkan di dalamnya, seperti bintang, matahari, bulan, dan peredarannya, laut, gunung, pohon, buah, binatang, dan sebagainya.

QS. Al-Imran[3]: 191 menyebutkan bahwa, “Ya Tuhanku, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau”. Berdasarkan ayat tersebut Allah memerintahkan kepada umat manusia AGAR MEMPERGUNAKAN AKALNYA UNTUK MEMIKIRKAN AYAT-AYAT ALLAH. Disinilah letak BERPIKIR KRITIS BAGI KITA.

Pertama, bersungguh-sungguh menggali ilmu pengetahuan. CIRI-CIRI ULUL ALBAB Pertama, bersungguh-sungguh menggali ilmu pengetahuan. Menyelidiki dan mengamati semua rahasia wahyu (al-Qur’an maupun gejala-gejal alam), menangkap hukum-hukum yang tersirat di dalamnya, kemudian menerapkannya dalam.

Ulul Albab Masa Silam Kamukah Selanjutnya?

Segelintir Ulul Albab Abad Modern

LATIHAN MENGGALI ILMU PENGETAHUAN DARI AYAT AL-QUR’AN إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَايَاتٍ لِّأُوْلِي الأَلْبَابِ

Ketika manusia mendaki dan berada di ketinggian, makin tinggi makin sulit baginya untuk bernapas. Karena tekanan udara berkurang satu derajat setiap kali ia naik seratus meter. “Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. “ (QS. Al-An’am: 125)

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz-Dzariyat: 49). Kata ‘berpasangan’ dalam al-Qur’an bermakna laki-laki dan pr. Bahkan atom juga berpasangan (positif negatif). Ada kekuatan menolak dan kekuatan manarik. Berpasangan dalam beragam bentuk Maha Suci Zat yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi, dari diri mereka, maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. (QS. Yasin: 36)

BIG BANG (teori yang muncul sekitar 50 tahun yang lalu Luar Angkasa Big BANG (teori yang muncul sekitar 50 tahun yang lalu Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (QS Al-Anbiya ayat 30) Pembuatnya

Baca :   Kerajinan Bahan Lunak Adalah Kerajinan Dari Bahan Material Yang

Pada tahun 1922, seorang ilmuwan astronomi, Hubble, menyebutkan bahwa seluruh galaksi (kecuali v / 6) menjauh dari bumi dengan kecepatan sesuai dg jaraknya dari kita. Menurut perhitungannya, apabila terdapat bintang yang berjarak 1 juta cahaya menjauh dr kita dengan kecepatan 168 ribu km perdetik, maka bintang yang berjarak ii juta tahun cahaya menjauh dr kita dengan kecepatan dua kali lipat, begitu seterusnya. Hal ini menguatkan pandangan ilmuwan matematika dan pendeta Belgia, Lamitri, yang menyebutkan bahwa alam terus mengalami perluasan. “Langit Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami pun meluaskannya.” (QS. Adz-Dzariyat: 47)

Bentuk Bumi Manusia sebelumnya mengira bahwa bumi itu datar, lalu pada tahun 1577 ketika Sir Francis Drake berkeliling dunia dia membuktikan bahwa bumi itu bulat. 14 abad yang lalu: “Dan bumi sesudah itu dihamparkan (DUYA, makna lain adalah telur burung unta)-Nya.” QS. An-Naziat ayat 30 Geo-spherical

Cahaya Bulan Cahaya refleksi atau cahayanya sendiri? 14 abad yang lalu: “Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari (syams-siroj, yang bercahaya) dan bulan yang bercahaya (qomar-nur, dari refleksi).” QS. Al-Furqon ayat 61) Cahaya refleksi atau cahayanya sendiri? Sebelumnya, banyak orang mengira bahwa bulan memiliki cahayanya sendiri, tp kini kita mengetahui bahwa cahaya bulan bukanlah cahayanya sendiri, melainkan refleksi dari cahaya matahari.

Rotasi Matahari Sebelumnya, orang memahami bahwa matahari berputar tapi ia tidak berotasi pada porosnya (matahari statis). وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۖ كُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ [٢١:٣٣] 14 abad yang lalu: “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” QS. Al-Anbiya’ ayat 33) Zaman modern membuktikan bahwa matahari buth waktu kira-kira 25 hari untuk menyelesaikan satu rotasi.

Hidrologi (Siklus Air) 14 abad yang lalu: “Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. QS. Al-A’raf ayat 57) Pada tahun 1580 ketika Sir Bernard Palissy membicarakan tentang siklus air untuk pertama kalinya ttg evaporasi air laut.

Geologi Para geologis berkata bahwa dalamnya muka bumi adalah 300.780 mil. Bagian intinya panas dan cair, bagian luarnya kerak tipis, hanya ane-20 mil tebalnya, dan ada kemungkinan besar ia akan berguncang. Karena fenomena melipat, yang menciptakan pegunungan yang mencegah bumi dari guncangan (gempa). وَجَعَلْنَا فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَن تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجًا سُبُلًا لَّعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ 14 abad yang lalu: “Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk” QS. Al-Anbiya’ ayat 31)

Oceanologi Sebelumnya, kita tahu bahwa ada dua jenis air, air tawar dn air asin. وَهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هَٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَّحْجُورًا [٢٥:٥٣] 14 abad yang lalu: “Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya DINDING DAN BATAS YANG MENGHALANGI.” QS. Al-Furqon ayat 53)

Embriologi Segala sesuatu (makhluk) tercipta dari air. وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ [٢١:٣٠] xiv abad yang lalu: “Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (QS Al-Anbiya ayat 30) xiv abad yang lalu: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. (QS. Al-Mukminun ayat 12-xiv)

Baca :   Contoh Berita Kasus Pengingkaran Kewajiban Warga Negara

Botani فَأَخْرَجْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِّن نَّبَاتٍ شَتَّىٰ [٢٠:٥٣] Allah ciptakan semua jenih buah-buahan berpasang-pasangan فَأَخْرَجْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِّن نَّبَاتٍ شَتَّىٰ [٢٠:٥٣] 14 abad yang lalu: “Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.“ (QS Taa Haa ayat 53) وَمِن كُلِّ الثَّمَرَاتِ جَعَلَ فِيهَا زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ  fourteen abad yang lalu: “Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan.” (QS. Ar-Ra’du ayat three)

Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya. (QS. Al-Hijr: 22) Angin membawa awan yang mengandung uap air. Awan bertumpuk satu sama lain. Muatan positif dan negatif bercampur hingga menimbulkan kilat. Lalu angin menurunkan hujan dari awan itu. Pada saat yang sama, angin mengawinkan tumbuh-tumbuhan, yakni membawa benih jantan tumbuhan untuk dikawinkan dengan benih betina. Hujan yang turun disimpan dalam perut bumi. Lewat sumur dan mata air, ia bermanfaat untuk semua makhluk hidup, baik tumbuhan, hewan maupun manusia.

Zoologi Lebah yang bisa menemukan jalannya dengan sendiri 14 abad yang lalu: “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia”, kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. An-Nahl ayat 68-69) Binatang dan burung-burung hidup dalam komunitas bagaikan manusia. وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُم xiv abad yang lalu: “Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu.” (QS Al-An’am ayat 38)

Al-Qur’an berbicara tentang gaya hidup laba-laba Al-Qur’an berbicara tentang gaya hidup Semut مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ كَمَثَلِ الْعَنكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا ۖ وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنكَبُوتِ ۖ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ [٢٩:٤١] fourteen abad yang lalu: “Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari” (QS. An-Naml ayat 17-18) xiv abad yang lalu: “Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.” (QS Al-Ankabut ayat 41)

Reseptor Rasa Sakit Seorang peneliti dari Thailand, Tagatat Tejasen., meneliti bahwa Kulit memiliki reseptor rasa sakit yang bertanggungawab terhadap rasa sakit. Setelah mengetehui hal itu disebutkan dalam al-quran fourteen abad yang lalu, ia masuk Islam. 14 abad yang lalu: “Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.“ (QS An-Nisa ayat 56)

Siapa yang menyebutkan itu semua dalam al-Qur’an? Al-Qur’an Surat Al-Qashash ayat 30 يَا مُوسَىٰ إِنِّي أَنَا اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ “Hai Musa sesungguhnya Aku adalah Allah. Rabb bagi semesta alam”.

DULU TIADA KINI ADA TEKNOLOGI MASA DEPAN Inspirasi dari Alam

Kedua, Selalu Berpegang Teguh pada Kebaikan dan Keadilan Ketiga, Teliti dan Kritis dalam Menerima Informasi, Teori, ataupun Dalil yang Dikemukakan Orang Lain (Lihat QS, Az-zumar, 18). Keempat, Sanggup Mengambil Pelajaran dari Sejarah Umat Terdahulu Kelima, Istiqamah dalam Melaksanakan Shalat Lail Keenam, Takut Kepada Allah

MANFAAT BERPIKIR KRITIS Mengambil hikmah dari semua ciptaan allah SWT Menjadi arif dalam menghadapi lingkungan yang membuat tidak nyaman Mendorong untuk melakukan penelitian untuk menemukan sains dan teknologi

Qs Ali Imran Ayat 190 191 Tentang Berpikir Kritis

Source: https://idkuu.com/qs-ali-imran-ayat-190-191-tentang-berpikir-kritis

Artikel Terkait

Leave a Comment