Pelajaran Pai Kelas 6 Semester 2

Pelajaran Pai Kelas 6 Semester 2

Kelas 6 SD Semester 1
KD 3.3 Tahun Pelajaran 2022/2022
BAB 2Ketika Bumi Berhenti Berputar

Ilmu Merupakan Warisan Para Nabi dan Rosul

A. Makna hari akhir

Iman kepada hari akhir adalah kewajiban kita sebagai makhluk Allah SWT. Bila kita mengimani hari akhir secara ikhlas dan benar, maka Allah SWT menjanjikan pahala yang besar. Mempercayai hari akhir tidak akan membuat kita khawatir akan datangnya hari akhir. Al Qur’an sudah menjelaskan ciri-ciri akan datangnya hari akhir. Kita percaya bahwa setelah hari akhir kita akan menjalani kehidupan yang lebih kekal dan mulia. Manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas semua perbuatannya selama hidup di dunia. Sekecil apapun kebaikan yang pernah dilakukan, pasti akan dibalas kebaikan. Sebaliknya, sekecil apapun kejelekan yang dilakukan juga akan dibalas oleh Allah SWT.

Rukun iman yang kelima yaitu iman kepada Hari Akhir. Disebut hari akhir karena merupakan hari penghabisan dari hari-hari di dunia. Tidak ada lagi hari di dunia setelah hari setelah hari akhir. Hari akhir juga merupakan hari berakhirnya kehidupan di dunia. Pada hari itu, alam semesta dan seluruh isinya akan mengalami kehancuran. Semua benda mati akan hancur dan semua yang bernapas akan mati. Hari Akhir disebut juga Hari Kiamat. Hari kiamat diawalai dengan perintah Allah SWT kepada Malaikat Israfil untuk meniup sangkakala. Tiupan pertama mengakibatkan semua makhluk yang ada di langit dan di bumi kaget, sebagaimana Firman Allah SWT :

وَيَوْمَ يُنفَخُ فِى ٱلصُّورِ فَفَزِعَ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا مَن شَآءَ ٱللَّهُ ۚ وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَٰخِرِينَ



Arab-Latin:
 Wa yauma yunfakhu fiṣ-ṣụri fa fazi’a man fis-samāwāti wa man fil-arḍi illā man syā`allāh, wa kullun atauhu dākhirīn

Artinya : “Dan (ingatlah) pada hari (ketika)  sangkakala ditiup, maka terkejutlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.” (Q.S An Naml : 87)

Baca :   Suatu Bentuk Pengukuran Untuk Menilai Kemampuan Aktivitas Jasmani

وَنُفِخَ فِى ٱلصُّورِ فَصَعِقَ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا مَن شَآءَ ٱللَّهُ ۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنظُرُونَ



Arab-Latin:

Wa nufikha fiṣ-ṣụri fa ṣa’iqa man fis-samāwāti wa man fil-arḍi illā man syā`allāh, ṡumma nufikha fīhi ukhrā fa iżā hum qiyāmuy yanẓurụn

Artinya : Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sekali lagi (sangkakala itu) maka seketika itu mereka bangun (dari kuburnya) menunggu (keputusan Allah) “.(Q.S Az Zumar : 68)

Hari akhir adalah suatu peristiwa luar biasa yang pasti akan terjadi. Setelah sangkakala ditiup bumi akan terangkat dan berguncang hebat hingga hancur lebur. Hal ini diterangkan Allah SWT dalam Al Qur’an surat Al Haqqah ayat 13-16.

فَإِذَا نُفِخَ فِى ٱلصُّورِ نَفْخَةٌ وَٰحِدَةٌ



Arab-Latin:

fa iżā nufikha fiṣ-ṣụri nafkhatuw wāḥidah

13. Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup

وَحُمِلَتِ ٱلْأَرْضُ وَٱلْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَٰحِدَةً



Arab-Latin:
wa ḥumilatil-arḍu wal-jibālu fa dukkatā dakkataw wāḥidah

14. dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur.

فَيَوْمَئِذٍ وَقَعَتِ ٱلْوَاقِعَةُ



Arab-Latin:

fa yauma`iżiw waqa’atil-wāqi’ah

15. Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat,

وَٱنشَقَّتِ ٱلسَّمَآءُ فَهِىَ يَوْمَئِذٍ وَاهِيَةٌ



Arab-Latin:

wansyaqqatis-samā`u fa hiya yauma`iżiw wāhiyah

16. dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah.

Setelah hari kiamat, manusia akan dibangkitkan dari kuburnya. Semua akan mendapatkan balasan yang sesuai dengan amal perbuatannya selama hidup di dunia. Bagi orang yang beriman dan banyak beramal sholeh maka akan mrndapatkan surga. Sebaliknya bagi orang yang ingkar dan banyak berbuat kejelekan akan masuk neraka. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan bekal iman dan amal sholeh.

Berbeda drngan kehidupan di dunia yang berakhir dengan yang berakhir dengan kematian, kehidupan di akhirat itu kekal tidak ada ujungnya. Dengan kata lain, kehidupan di dunia bersifat fana (sementara), sedangkan kehidupan di akhirat lebih utama dari kehidupan dunia. Namun, Allah SWT dan Rasulullah SAW memerintahkan manusia untuk meraih krbahagiaan di dunia dan di akhirat.

Baca :   Tumbuhan Dapat Hidup Dengan Subur Di Atas Tanah Karena

Iman kepada hari akhir artinya menyakini dengan sepenuh hati bahwa suatu saat akan datang satu hari dimana seluruh kehidupan berakhir. Mengimani hari akhir berarti juga meyakini sepenuh hati adanya pembalasan amal perbuatan manusia selama hidup di dunia.

Hari akhir pasti akan datang. Tetapi tidak seorang pun yang dapat mengetahui kapan datangnya. Para Nabi dan Rasul sekalipun, tidak dapat mengetahui kapan datangnya kiamat. Hanya Allah SWT yang mengetahuikapan hari akhir itu datang.

Firman Allah SWT dalam surat Al A’raf ayat 187 :

يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلسَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَىٰهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّى ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَآ إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْـَٔلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِىٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ ٱللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ



Arab-Latin:

Yas`alụnaka ‘anis-sā’ati ayyāna mursāhā, qul innamā ‘ilmuhā ‘inda rabbī, lā yujallīhā liwaqtihā illā huw, ṡaqulat fis-samāwāti wal-arḍ, lā ta`tīkum illā bagtah, yas`alụnaka ka`annaka ḥafiyyun ‘an-hā, qul innamā ‘ilmuhā ‘indallāhi wa lākinna akṡaran-nāsi lā ya’lamụn

Artinya : Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

Allah SWT juga berfirman dalam Al Qur’an surat Al Hajj ayat 7 :

وَأَنَّ ٱلسَّاعَةَ ءَاتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ ٱللَّهَ يَبْعَثُ مَن فِى ٱلْقُبُورِ



Arab-Latin:

Wa annas-sā’ata ātiyatul lā raiba fīhā wa annallāha yab’aṡu man fil-qubụr

Artinya : Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tidak ada keraguan padanya, dan sungguh Allah akan membangkitkan siapapun yang di dalam kubur (Q.S Al Hajj : 7)

Baca :   Sumber Pendapatan Pemerintah Pusat Ditunjukkan Oleh Nomor

Pada Hari Kiamat itu seluruh manusia meninggal dunia, tidak ada satupun makhluk di dunia ini yang hidup. Manusia akan dibangkitkan kembali untuk kemudian dikumpulkan di Padang Mahsar. Di Padang Mahsar seluruh manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas amal perbuatannya selama hidup di dunia. Tiap manusia harus mempertanggungjawabkan tiap amal perbuatan yang dilakukannya ketika hidup di dunia. Di Padang Mahsar manusia memikirkan dirinya masing-masing, hukuman atau hadiah yang akan diterimanya atas amal perbuatan selama di dunia. Apakah ia menerima buku amal perbuatan yang menyenangkan atau menyedihkan.

Peristiwa Hari Akhir juga telah disebutkan di dalam Q.S Al Qori’ah/101 : 1 – 11.


ٱلْقَارِعَةُ




Arab-Latin:

al-qāri’ah


1. Hari Kiamat,


مَا ٱلْقَارِعَةُ




Arab-Latin:

mal-qāri’ah


2. Apakah hari Kiamat itu?


وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا ٱلْقَارِعَةُ




Arab-Latin:

wa mā adrāka mal-qāri’ah


3. Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?


يَوْمَ يَكُونُ ٱلنَّاسُ كَٱلْفَرَاشِ ٱلْمَبْثُوثِ




Arab-Latin:

yauma yakụnun-nāsu kal-farāsyil-mabṡụṡ


4. Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran,


وَتَكُونُ ٱلْجِبَالُ كَٱلْعِهْنِ ٱلْمَنفُوشِ




Arab-Latin:

wa takụnul-jibālu kal-‘ihnil-manfụsy


5. Dan gunung-gunung menjadi seperti bulu yang dihambur-hamburkan.


فَأَمَّا مَن ثَقُلَتْ مَوَٰزِينُهُۥ




Arab-Latin:

fa ammā man ṡaqulat mawāzīnuh


6. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,


فَهُوَ فِى عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ




Arab-Latin:

fa huwa fī ‘īsyatir rāḍiyah


7. Maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.


وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَٰزِينُهُۥ




Arab-Latin:

wa ammā man khaffat mawāzīnuh


8. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,


فَأُمُّهُۥ هَاوِيَةٌ




Arab-Latin:

fa ummuhụ hāwiyah


9. Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.


وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا هِيَهْ


Arab-Latin:

wa mā adrāka mā hiyah


10. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?


نَارٌ حَامِيَةٌۢ




Arab-Latin:

nārun ḥāmiyah


11. (Yaitu) api yang sangat panas.

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Pelajaran Pai Kelas 6 Semester 2

Source: https://www.kelaspaiku.com/2020/10/pelajaran-pai-kelas-6-sd-bab-2-makna-hari-akhir.html

Artikel Terkait

Leave a Comment