Nama Organisasi Sepak Bola Indonesia Adalah

Nama Organisasi Sepak Bola Indonesia Adalah

Persatuan Sepak Bola Semua Indonesia
AFC
Didirikan 1930
Bergabung dengan FIFA 1952
Bergabung dengan AFC 1954
Presiden Djohar Arifin Husin

(9 Juli 2011–sekarang)
Situs spider web resmi www.pssi.or.id

Persatuan Sepak Bola Semua Republic of indonesia, disingkat
PSSI, adalah organisasi induk yang bertugas mengatur keaktifan olahraga sepak bola di Indonesia. PSSI berdiri pada tanggal xix April 1930 dengan nama awal
Persatuan Sepak Raga Semua Indonesia. Ketua umum pertamanya adalah Ir. Soeratin Sosrosoegondo.

PSSI bergabung dengan FIFA pada tahun 1952, kemudian dengan AFC pada tahun 1954. PSSI menggelar kompetisi Liga Indonesia setiap tahunnya, dan sejak tahun 2005, disediakan pula Piala Indonesia. Ketua Umum PSSI sejak ix Juli 2011 adalah Djohar Arifin Husin.

Daftar isi

  • one
    Sejarah

    • 1.1
      Sejarah perkumpulan sepak bola di Indonesia
    • 1.ii
      Sejarah PSSI
  • ii
    Kontroversi

    • 2.1
      Kasus korupsi Nurdin Halid
    • ii.ii
      Reaksi atas Liga Primer Indonesia
    • 2.3
      Kisruh dan pembentukan komite normalisasi
    • 2.4
      Pemecatan Alfred Riedl
    • ii.5
      Kisruh Indonesian Premier League
  • 3
    Daftar Ketua Umum
  • 4
    Kepengurusan
  • 5
    Lihat juga
  • 6
    Pustaka
  • seven
    Pranala luar

Sejarah

Sejarah perkumpulan sepak bola di Indonesia

Di kesudahan tahun 1920, pertandingan
voetbal
atau sepak bola sering kali digelar untuk meramaikan pasar malam. Pertandingan dilaksanakan sore hari. Sebenarnya selain sepak bola, bangsa Eropa termasuk Belanda juga mengenalkan olahraga lain, seperti kasti, bola tangan, renang, tenis, dan hoki. Hanya, semua macam olahraga itu hanya terbatas untuk kalangan Eropa, Belanda, dan Indo. Alhasil sepak bola paling disayangi karena tidak memerlukan tempat khusus dan pribumi boleh memainkannya.

Lapangan Singa (Lapangan Banteng) diwujudkan menjadi saksi di mana orang Belanda sering menggelar pertandingan panca lomba (vijfkam) dan
tienkam
(dasa lomba). Khusus untuk sepak bola, serdadu di tangsi-tangsi militer paling sering bertanding. Mereka kemudian membentuk bond sepak bola atau perkumpulan sepak bola. Dari bond-bond itulah kemudian terbentuk satu klub luhur. Tidak hanya serdadu militer, tapi juga warga Belanda, Eropa, dan Indo membikin bond-bond serupa.

Dari bail-bond itu kemudian terbentuklah Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) yang pada tahun 1927 berubah diwujudkan menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU). Hingga tahun 1929, NIVU sering menyelenggarakan pertandingan termasuk dalam rangka memeriahkan pasar malam dan tidak ketinggalan untuk ajang judi. Bail China memakai nama selang lain Tiong united nations Tong, Donar, dan UMS. Adapun bond pribumi biasanya mengambil nama kawasannya, seperti Cahaya Kwitang, Sinar Kernolong, atau Si Sawo Mateng.

Pada 1928 diwujudkan bangun Voetbalbond Indonesia Jacatra (VIJ) untuk dampak dari diskriminasi yang dilakukan NIVB. Sebelumnya bahkan sudah diwujudkan bangun Persatuan Sepak Bola Dki jakarta (Persidja) pada 1925. Pada 19 April 1930, Persidja turut membentuk Persatuan Sepak Bola Semua Indonesia (PSSI) di gedung Soceiteit Hande Projo, Yogyakarta. Pada waktu itu Persidja memakai lapangan di Perlintasan Biak, Roxy, Jakpus.

Pada tahun 1930-an, di Indonesia berdiri tiga organisasi sepakbola berdasarkan suku bangsa, yaitu Nederlandsch Indische Voetbal Bail (NIVB) yang berubah nama diwujudkan menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) pada tahun 1936 yang adalah milik bangsa Belanda, Hwa Nan Voetbal Bond (HNVB) milik bangsa Tionghoa, dan Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI) milik orang Indonesia.[1]

Memasuki tahun 1930-an, pamor bintang lapangan Bail NIVB, G Rehatta dan de Wolf, mulai menemui senja berubah bintang lapangan bond Prc dan pribumi, seperti Maladi, Sumadi, dan Ernst Mangindaan. Pada 1933, VIJ keluar untuk juara pada kejuaraan PSSI ke-3.

Pada 1938 Indonesia lolos ke Piala Dunia. Pengiriman kesebelasan Indonesia (Hindia Belanda) sempat mengalami hambatan. NIVU (Nederlandsche Indische Voetbal Unie) atau organisasi sepak bola Belanda di Jakarta bersitegang dengan PSSI (Persatuan Sepak Bola Semua Indonesia) yang sudah berdiri pada bulan April 1930. PSSI yang diketuai Soeratin Sosrosoegondo, insinyur lulusan Jerman yang lama tinggal di Eropa, ingin pemain PSSI yang dikirimkan. Namun, akibatnya kesebelasan dikirimkan tanpa mengikutsertakan pemain PSSI dan memakai bendera NIVU yang diakui FIFA.

Pada masa Jepang, semua bond sepak bola dipaksa masuk
Tai Iku Koi
bentukan pemerintahan militer Jepang. Di masa ini, Taiso, sejenis senam, menggantikan olahraga permainan. Baru sesudah kemerdekaan, olahraga permainan kembali semarak.

Tahun 1948, pesta olahraga bernama PON (Pekan Olahraga Nasional) disediakan pertama kali di Solo. Di saat itu saja, sudah 12 cabang olahraga yang dipertandingkan. Sejalan dengan olahraga permainan, khususnya sepak bola, yang makin populer di penduduk, maka kebutuhan akan berbagai kelengkapan olahraga pun meningkat. Pada tahun 1960-1970-an, pemuda Jakarta mengenal toko olahraga Siong Fu yang khusus menjual sepatu bola. Produk dari toko sepatu di Pasar Senen ini sah andalan sebelum sepatu impor menyerbu Indonesia. Selain Pasar Senen, toko olahraga di Pasar Baru juga menyediakan alat sepakbola.

Pengaruh Belanda dalam dunia sepak bola di Indonesia adalah benarnya istilah henbal, trekbal (bola kembali), kopbal (sundul bola), losbal (lepas bola), dan tendangan 12 pas. Istilah beken itu kemudian memudar manakala demam bola Inggris dimulai sehingga istilah-istilah tersebut berubah dengan istilah persepakbolaan Inggris. Sementara itu, hingga 1950 masih benar pemain indo di sebagian klub Jakarta. Sebut saja Vander Vin di klub UMS; Van den Berg, Hercules, Niezen, dan Pesch dari klub BBSA. Pemain indo mulai luntur pada tahun 1960-an[ii].

Baca :   Sebutkan 5 Faktor Yang Mendorong Terjadinya Perdagangan Internasional

Sejarah PSSI

PSSI diwujudkan bangun pada tanggal nineteen April 1930 di Yogyakarta dengan nama Persatuan Sepak Raga Semua Indonesia. Untuk organisasi olahraga yang lahir pada masa penjajahan Belanda, kelahiran PSSI benar kaitannya dengan upaya politik untuk menentang penjajahan. Apabila bersedia meneliti dan menganalisa lebih lanjut saat-saat sebelum, selama, dan sesudah kelahirannya hingga five tahun pasca proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, terlihat jelas bahwa PSSI lahir dibidani oleh muatan politis, baik secara langsung maupun tidak, untuk menentang penjajahan dengan strategi menyemai benih-benih nasionalisme di dada pemuda-pemuda Indonesia yang turut bergabung.

PSSI didirikan oleh seorang insinyur sipil bernama Soeratin Sosrosoegondo. Dia menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Teknik Tinggi di Heckelenburg, Jerman, pada tahun 1927 dan kembali ke tanah air pada tahun 1928. Ketika kembali, Soeratin memainkan pekerjaan pada suatu perusahaan kontruksi Belanda,
Sizten en Lausada, yang berkantor pusat di Yogyakarta. Di sana dia adalah satu-satunya orang Indonesia yang duduk sejajar dengan komisaris perusahaan konstruksi luhur itu. Akan tapi, ditolak oleh semangat nasionalisme yang tinggi, dia kemudian memutuskan untuk mundur dari perusahaan tersebut.

Sesudah berhenti dari
Sizten en Lausada, Soeratin lebih banyak aktif di aspek pergerakan. Untuk seorang pemuda yang gemar melakukan permainan sepak bola, dia menyadari kebutuhan pelaksanaan butir-butir keputusan yang sudah disepakati bersama dalam pertemuan para pemuda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 (Sumpah Pemuda). Soeratin melihat sepak bola untuk wadah terbaik untuk menyemai nasionalisme di kalangan pemuda untuk sarana untuk menentang Belanda.

Untuk mewujudkan cita-citanya itu, Soeratin rajin menyelenggarakan pertemuan dengan tokoh-tokoh sepak bola di Solo, Yogyakarta, dan Bandung. Pertemuan dilakukan dengan kontak pribadi secara diam-diam untuk menghindari sergapan Polisi Belanda (PID). Kemudian, ketika menyelenggarakan pertemuan di hotel kecil
Binnenhof
di Perlintasan Kramat 17, Jakarta, Soeri, ketua VIJ (Voetbalbond Indonesische Jakarta), dan juga pengurus lainnya, dimatangkanlah gagasan perlunya diwujudkan bangun suatu organisasi sepak bola nasional. Selanjutnya, pematangan gagasan tersebut dilakukan kembali di Bandung, Yogyakarta, dan Solo yang dilakukan dengan sebagian tokoh pergerakan nasional, seperti Daslam Hadiwasito, Amir Notopratomo, A. Hamid, dan Soekarno (bukan Bung Karno). Sementara itu, untuk kota-kota lainnya, pematangan dilakukan dengan metode kontak pribadi atau melalui kurir, seperti dengan Soediro yang diwujudkan menjadi Ketua Asosiasi Muda Magelang.

Logo lama PSSI.

Kemudian pada tanggal 19 April 1930, berkumpullah wakil dari VIJ (Sjamsoedin, mahasiswa RHS), BIVB –
Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond
(Gatot), PSM –
Persatuan sepak bola Mataram
Yogyakarta (Daslam Hadiwasito, A. Hamid, dan M. Amir Notopratomo), VVB –
Vortenlandsche Voetbal Bail
Solo (Soekarno), MVB –
Madioensche Voetbal Bond
(Kartodarmoedjo), IVBM –
Indonesische Voetbal Bond Magelang
(Due east.A. Mangindaan), dan SIVB –
Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond
(Pamoedji). Dari pertemuan tersebut, diambillah keputusan untuk membangun PSSI, singkatan dari
Persatoean
Sepak Raga
Seloeroeh
Indonesia. Nama PSSI lalu diubah dalam kongres PSSI di Solo pada tahun 1930 diwujudkan menjadi
Persatuan sepak bola Semua Indonesia
sekaligus menetapkan Ir. Soeratin untuk ketua umumnya.

Kontroversi

PSSI pada masa kepemimpinan Nurdin Halid memiliki sebagian hal yang dianggap kontroversi, selang lain mudahnya Nurdin Halid memberikan ampunan atas pelanggaran, kukuhnya Nurdin Halid untuk Ketua Umum meski dia dipenjara, isu tidak sedap yang beredar pada masa pemilihan Ketua Umum tahun 2010, dan reaksi penolakan atas diselenggarakannya Liga Primer Indonesia.

Kasus korupsi Nurdin Halid

Pada thirteen Agustus 2007, Ketua Umum Nurdin Halid divonis dua tahun penjara dampak tindak pidana korupsi dalam pengadaan minyak goreng.[three]
Berdasarkan standar statuta FIFA, seorang pelaku kriminal tidak boleh menjabat untuk ketua umum suatu asosiasi sepakbola nasional.[iv]
[5]
Karena argumen tersebut, Nurdin didesak untuk mundur dari berbagai pihak[6]
[seven]
[eight]; Jusuf Kalla (Wakil Presiden RI waktu itu)[9], Ketua KONI[10], dan bahkan FIFA[nine]
[xi]
[5]
menekan Nurdin untuk mundur. FIFA bahkan mengancam untuk menjatuhkan sanksi untuk PSSI jika tidak diselenggarakan pemilihan ulang ketua umum.[12]
Akan tapi Nurdin bersikeras untuk tidak mundur dari letaknya untuk ketua PSSI, dan tetap menjalankan kepemimpinan PSSI dari belakang jeruji penjara.[9]
[x]
[thirteen]
[14]
Supaya tidak melanggar statuta PSSI, statuta mengenai ketua umum yang sebelumnya berbunyi “harus tidak pernah terlibat dalam kasus kriminal” (bahasa Inggris:

“They…, must not have been previously found guilty of a criminal law-breaking….”
) diubah dengan menghapuskan kata “pernah” (bahasa Inggris:

“take been previously”
) sehingga manfaatnya diwujudkan menjadi “harus tidak masih diterangkan bersalah atas suatu tingkah laku yang dibuat kriminal” (bahasa Inggris:

“…. must not found guilty of a criminal offense…”
).[15]
[16]
Sesudah masa tahanannya berhenti, Nurdin kembali menjabat untuk ketua PSSI.[fourteen]
[17]

Reaksi atas Liga Primer Indonesia

Pada Oktober 2010, Liga Primer Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan mutu sepak bola Indonesia dideklarasikan di Semarang oleh Konsorsium dan 17 perwakilan klub.[18]
Kompetisi ini tidak direstui oleh PSSI dan dianggap ilegal.[19]
Meski PSSI memaparkan secara panjang luas argumen mengapa LPI melawan hukum,[19]
organisasi ini tidak pernah menjelaskan argumen mengapa mereka tidak merestui LPI, kecuali menyebut LPI untuk “kompetisi ecek-ecek”,[xx]
“tarkam”,[21]
dan “banci.”[22]
LPI akibatnya mendapatkan izin dari pemerintah melalui Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng.[23]

Baca :   Teknik Dan Gaya Bernyanyi Dalam Musik Tradisi

Klub anggota yang keluar dari kompetisi PSSI dan mengikuti Liga Primer Indonesia dikenakan sanksi degradasi[24]
dan tidak diundang dalam Munas PSSI.[25]
Padahal klub-klub tersebut hanya mengundurkan diri dari Liga Super Indonesia dan bukan dari keanggotaan PSSI, sehingga masih memiliki hak suara dalam kongres.[26]
Selain itu, menurut Statuta PSSI, penghapusan keanggotaan klub dari PSSI tidak bisa dipastikan hanya oleh petinggi PSSI, wajib melalui kongres dan disetujui minimal iii/iv anggota yang mempunyai.[26]
[27]

Kisruh dan pembentukan komite normalisasi

Kisruh di PSSI semakin menjadi-jadi semenjak munculnya LPI. Ketua Umum Nurdin Halid melarang segala keaktifan yang dilakukan oleh LPI. Pada Kongres PSSI tanggal 26 Maret 2011 di Pekanbaru, Riau, masalah kekisruhan di tubuh PSSI seperti disengaja disembunyikan dari publik dengan metode menyelenggarakan kongres secara tertutup. Kongres tersebut pada akibatnya tidak berhasil diselenggarakan karena terjadi kekisruhan mengenai hak suara.[28]

Pada 1 April 2011, Komite Darurat FIFA memutuskan untuk membentuk Komite Normalisasi yang akan mengambil alih kepemimpinan PSSI dari komite eksekutif di bawah pemimpin Nurdin Halid.[29]
Komite Darurat FIFA mengasumsikan bahwa kepemimpinan PSSI waktu ini tidak bisa mengendalikan sepak bola di Indonesia, terbukti dengan kegagalannya mengendalikan LPI dan menyelenggarakan kongres. FIFA juga menyatakan bahwa four orang yang akan menjadi Ketua Umum PSSI yaitu Nurdin Halid, Nirwan Bakrie, Arifin Panigoro, dan George Toisutta tidak bisa mencalonkan diri untuk ketua umum berdasarkan dengan keputusan Komite Banding PSSI tanggal 28 Februari 2011. Selanjutnya, FIFA mengangkat Agum Gumelar untuk Ketua Komite Normalisasi PSSI.

Sesudah melalui serangkaian kegagalan, termasuk kembali gagalnya penyelengaraan Kongres tanggal 20 Mei 2011 di Jakarta, akibatnya dalam Kongres Luar Biasa tanggal 9 Juli 2011 di Solo, Djohar Arifin Husin terpilih untuk Ketua Umum PSSI periode 2011-2015.

Pemecatan Alfred Riedl

Pemecatan dan penunggakan gaji Alfred Riedl menimbulkan hal yang kontroversial karena pihak PSSI mengaku bahwa Alfred Riedl dikontrak oleh Nirwan Bakrie dan bukan oleh PSSI akan tapi Alfred Riedl membantah hal tersebut dan membawa masalah ini ke FIFA dan kasus ini belum terselesaikan.[thirty]

Kisruh Indonesian Premier League

Sesudah berubah kepengurusan Ketua umum PSSI dari Nurdin Halid ke Djohar Arifin Husin dimulai era kompetisi baru.Dalam pembentukan IPL banyak masalah yang terjadi karena aturan-aturan yang dikuatkan oleh PSSI.Pembentukan IPL memperoleh tekanan dari 12 klub sepak bola atau kelompok fourteen karena kompetisi berjumlah 24 klub dan 6 klub selang lain langsung diwujudkan menjadi klub IPL. Namun, PSSI meyakinkan bahwa untuk memenuhi standard kompetisi profesional AFC, klasemen musim sebelumnya (musim 2010/2011) ditiadakan. Untuk gantinya, yang dilihat adalah poin paling tinggi dalam verifikasi tentang profesionalisme klub Indonesia. Akan tapi dengan benarnya IPL indonesia terhindar dari sangsi AFC.
[31]

Daftar Ketua Umum

Waktu ini, masa letak Ketua Umum PSSI adalah 4 tahun. Berikut adalah daftar Ketua Umum PSSI:

No Nama Awal letak Kesudahan letak
one Soeratin Sosrosoegondo 1930 1940
ii Artono Martosoewignyo 1941 1949
3 Maladi 1950 1959
4 Abdul Wahab Djojohadikoesoemo 1960 1964
v Maulwi Saelan 1964 1967
6 Kosasih Poerwanegara 1967 1974
six Bardosono 1975 1977
7 Moehono 1977 1977
8 Ali Sadikin 1977 1981
nine Sjarnoebi Said 1982 1983
10 Kardono 1983 1991
11 Azwar Anas 1991 1999
12 Agum Gumelar 1999 2003
thirteen Nurdin Halid 2003 one April 2011
* Agum Gumelar
(Ketua Komite Normalisasi PSSI)
1 Apr 2011 9 Juli 2011
14 Djohar Arifin Husin nine Juli 2011 Petahana (Masa berhenti 2015)

Kepengurusan

Nama Letak Tanggal Pustaka
Djohar Arifin Husin Ketua nine-7-2011
Farid Rahman Wakil ketua ix-seven-2011 [32]
La Nyala M. Mattalitti 17-3-2013
(de facto)

Tidak diakui
(de jure)

[33]
[34]
[35]
Bob Hippy Anggota komite eksekutif 9-vii-2012 [36]
Mawardy Nurdin
Sihar Sitorus
Tuty Dau
Widodo Santoso
Tony Apriliani 17-three-2013
(de facto)

Tidak diakui
(de jure)

[33]
[34]
[35]
Robertho Rouw
Erwin Dwi Budiawan
Zulfadli
Djamal Aziz
Hardi
La Siya
Tri Goestoro Ketua sekretariat jendral 9-vii-2011 [36]
Hadiyandra Wakil ketua sekretariat jendral
Tondo Widodo
Zulkifli Nurdin Tanjung Ketua bendahara
Husni Hasibuan Wakil ketua bendahara

Lihat juga

  • Tim nasional sepak bola Indonesia
  • Badan Olahraga Profesional Indonesia

Pustaka

  1. ^
    Mimpi Manis Piala Dunia 1938, Kompasiana.com
  2. ^
    ‘Voetbal’ di Batavia, Kompas.com
  3. ^

    “Nurdin Halid Divonis Dua Tahun Penjara”. Selang. 14 September 2007. Diakses 9 Desember 2010.



  4. ^

    “Article 32. Composition”.
    Standard Statutes. FIFA. hlm. 29. Diakses 2010-12-09. “The members of the Executive Committee shall be no older than … [age to be completed by the Association] and no younger than … [age to be completed by the Association]. They shall have already been active in football game, must not have been previously establish guilty of a criminal offense and accept residency within the territory of X.




  5. ^
    a
    b

    “PSSI Wajib Wajib Hindari Munaslub”. Okezone. 2 November 2007.



  6. ^

    “Praktisi Olahraga: Nurdin Halid Wajib Mundur Dari PSSI”. Kapanlagi.com. 19 September 2007.



  7. ^

    “Nurdin Wajib Segera Dicopot”. Kompas. 26 Maret 2008.



  8. ^

    “Pengda PSSI DKI Setuju Desak Nurdin Mundur”. Goal.com. 8 Mei 2008.



  9. ^
    a
    b
    c

    “Nurdin Halid Menolak Mundur dari PSSI”. Selang. 2 Nov 2007.



  10. ^
    a
    b

    “Ketua KONI: PSSI Wajib Pilih Ketua Baru”. Tempo. 2 November 2007.



  11. ^

    “Menegpora Minta KONI Desak FIFA Soal Status Ketua Umum PSSI”. Okezone. 1 November 2007.



  12. ^

    “FIFA Ancam Jatuhkan Sanksi Untuk PSSI”. Tempo. 2 Nov 2007.



  13. ^

    “Nurdin Halid Menolak Mundur dari PSSI”. Tempo. 2 November 2007.



  14. ^
    a
    b

    “Lindungi Indonesia dari Godaan Nurdin yang Terkutuk”. Tribun News. 5 Desember 2010.



  15. ^

    “Soal Statuta FIFA, Nurdin Punya Kartu Truf”. Okezone. 31 Maret 2010.



  16. ^

    “Inilah Rapor Merah Nurdin Halid”. Goal.com. seven Maret 2010.



  17. ^

    “Nurdin Langsung Aktif untuk Ketua PSSI”. Okezone. 27 November 2008.



  18. ^

    “Sebanyak 17 Klub Ikuti Deklarasi Liga Primer Republic of indonesia”.
    republika.co.id
    . Diakses 2011-01-20.




  19. ^
    a
    b

    “Kompetisi Di Luar Regulasi PSSI : Ilegal!”. PSSI. 2011-01-03. Diakses 2011-01-07.



  20. ^

    “PSSI Sebut LPI Kompetisi Ecek-Ecek”. Tempointeraktif. 2010-10-24. Diakses 2011-01-07.



  21. ^

    “PSSI: “LPI Sama dengan Tarkam””. Yahoo! Indonesia. 2010-ten-01. Diakses 2011-01-07.



  22. ^

    “Nugraha: LPI Kompetisi Banci!”. Kompas. 2010-12-xxx. Diakses 2011-01-07.



  23. ^

    Andreas Nugroho (2011-01-06). “Pemerintah izinkan Liga Primer”. BBC Indonesia. Diakses 2011-01-07.



  24. ^

    “Turut LPI, Tiga Klub Superliga Didegradasi”. Goal.com. 2010-12-30. Diakses 2011-01-07.



  25. ^

    “Tempointeraktif.Com – Tiga Klub LPI Tidak Diundang ke Kongres PSSI”.
    tempointeraktif.com
    . Diakses 2011-01-twenty.




  26. ^
    a
    b

    “PSM Tetap Ke Kongres PSSI – Goal.com”.
    goal.com
    . Diakses 2011-01-20.




  27. ^

    “KOMPAS bola – Bojonegoro, Persema, PSM, dan BOPI”.
    bola.kompas.com
    . Diakses xx January 2011. “Dalam Statuta PSSI, Pasal 17 mengenai pemecatan disebutkan: ane. Kongres bisa memecat anggota jika: a. Anggota tidak memenuhi kewajiban keuangannya untuk PSSI; b. Anggota secara serius sudah melanggar Pedoman Dasar, peraturan-peraturan, instruksi atau keputusan-keputusan FIFA, AFC, dan PSSI. 2. Pemecatan diwujudkan menjadi sah apabila kongres dihadiri oleh suara terbanyak mutlak (fifty % + 1) dari anggota yang mempunyai hak suara dan three/4 (tiga per empat) dari yang mempunyai menyetujui pemecatan tersebut. “




  28. ^
    Kongres PSSI Pekanbaru Kembali Ricuh
  29. ^
    Normalisation Committee in Republic of indonesia, FIFA.com, 4 Apr 2011. Diakses pada 12 April 2011.
  30. ^
    http://bola.vivanews.com/news/read/256112-rapor-merah-100-hari-pssi-era-djohar-arifin
  31. ^
    http://bola.vivanews.com/news/read/256112-rapor-merah-100-hari-pssi-era-djohar-arifin
  32. ^

    Meylan Fredy Ismawan (2011-7-9). “Farid Rahman Dampingi Djohar Arifin Husin”. detikSport. Diakses 2011-7-9.



  33. ^
    a
    b

    Meylan Fredy Ismawan (2012-three-17). “Kongres PSSI KLB sahkan four anggota exco baru”. bisnis. Diakses 2013-three-17.



  34. ^
    a
    b
    http://bola.kompas.com/read/2013/03/25/18554714/FIFA.Hanya.Mengesahkan.Tiga.Hasil.KLB FIFA hanya mengesahkan tiga hasil KLB
  35. ^
    a
    b
    http://grand.tribunnews.com/2013/03/25/sihar-tak-akui-la-nyalla-sebagai-wakil-ketua-umum-pssi La Nyalla tidak diakui untuk Waketum PSSI
  36. ^
    a
    b

    Meylan Fredy Ismawan (2011-vii-ix). “Sembilan Anggota Exco PSSI Sudah Terpilih”. detikSport. Diakses 2011-vii-9.



Baca :   Negara Asean Yang Berbatasan Langsung Dengan Daratan Indonesia

Pranala luar

  • (Indonesia)
    Situs web resmi Persatuan Sepak Bola Semua Indonesia
  • (Inggris)
    Indonesia pada Situs Resmi FIFA.
  • (Inggris)
    Indonesia pada Situs Resmi AFC.

Sepak bola di Indonesia

Persatuan Sepak Bola Semua Indonesia

Tim nasional
  • Pria
  • Pria U-23
  • Pria U-21
  • Pria U-19
  • Pria U-16
  • Pria U-13
  • Pria U-12
  • Distressing
  • Futsal
  • Wanita
  • Sepak bola pantai pria
Kompetisi klub
Liga
  • Liga Prima
  • Liga Super
  • Divisi Utama
  • Divisi Satu
  • Divisi Dua
  • Divisi Tiga
  • Liga Primer (2011)
  • Galatama (1979–1994)
  • Perserikatan (1951–1994)
  • Kejurnas Antarklub Amatir Perserikatan
Piala
  • Piala Indonesia
  • Community Shield
  • Inter Island Cup
  • Perang Bintang
  • Piala Galatama (1992-1994)
  • Piala Liga (1985-1989)
Turnamen internasional
  • Piala Kemerdekaan
  • Turnamen HUT Kota Jakarta
  • Piala Menpora
Kompetisi remaja
  • Liga Pendidikan Indonesia
  • Liga Super Indonesia U-21
  • Piala Soeratin
Kompetisi wanita
  • Kejurnas Putri
  • Liga Putri Indonesia
Kompetisi futsal
  • Liga Futsal Republic of indonesia

Daftar klub ·
Daftar stadion ·
Daftar pemain ·
Daftar pelatih ·
Daftar kompetisi

Asosiasi sepak bola nasional di Asia (AFC)

Logo Konfederasi Sepak Bola Asia

Afganistan ·
Arab Saudi ·
Australia ·
Bahrain ·
Bangladesh ·
Bhutan ·
Negara brunei darussalam ·
Cina ·
Filipina ·
Guam ·
Hong Kong* ·
India ·
Indonesia
 ·
Iran ·
Irak ·
Jepang ·
Kamboja ·
Kirgizstan ·
Kepulauan Mariana Utara ·
Korea Selatan ·
Korea Utara ·
State of kuwait ·
Laos ·
Lebanon ·
Makau* ·
Maladewa ·
Malaysia ·
Mongolia ·
Myanmar ·
Nepal ·
Oman ·
Islamic republic of pakistan ·
Palestina ·
Qatar ·
Singapura ·
Sri Lanka ·
Suriah ·
Cina Taipei ·
Tajikistan ·
Thailand ·
Timor Leste ·
Turkmenistan ·
Uni Emirat Arab ·
Uzbekistan ·
Vietnam ·
Yaman ·
Yordania

FIFA dan AFC memakai nama Hong Kong dan Makau; EAFF memakai nama Hong Kong, Cina dan Makau, Cina.

Sepak bola internasional

FIFA • Piala Dunia • Piala Konfederasi • Piala Dunia U-20 • Piala Dunia U-17 • Olimpiade • Asian Games • All-Africa Games • Pan American Games • Turnamen kecil • Peringkat Dunia • Pemain Terbaik Dunia • FIFA Ballon d’Or • Tim • Kompetisi • Federasi • Kode

Asia

AFC – Piala Asia

World Map FIFA.svg

Afrika

CAF – Piala Afrika

Amerika Utara, Tengah, dan Karibia

CONCACAF – Piala Emas

Amerika Selatan

CONMEBOL – Copa América

Oseania

OFC – Piala Oseania

Eropa

UEFA – Piala Eropa

Non-FIFA

NF-Board – Piala Dunia VIVA



edunitas.com

Nama Organisasi Sepak Bola Indonesia Adalah

Source: http://p2k.unkris.ac.id/id1/3065-2962/Persatuan-Sepak-Bola-Seluruh-Indonesia_1638_p2k-unkris.html

Check Also

Fpb Dari 36 72 Dan 90

Fpb Dari 36 72 Dan 90 A link has directed you lot to this review. …