Memasang Instalasi Listrik Rumah Yang Baik Umumnya Mengikuti

Memasang Instalasi Listrik Rumah Yang Baik Umumnya Mengikuti



TAHAP-TAHAP INSTALASI LISTRIK RUMAH TANGGA

Bicara tentang elemen-elemen penting dari struktur rumah, listrik termasuk elemen paling penting yang memiliki peran besar dalam menunjang aktivitas rumah rangga. Selain sebagai sumber energi untuk penerangan, banyak pekerjaan yang membutuhkan fungsi listrik seperti memasak menggunakan rice cooker,membersihkan lantai dengan vacuum cleaner, memanggang roti dengan oven, dan aktivitas lain yang secara keseluruhan melibatkan energi listrik. Pemasangan atau
instalasi listrik rumah
hendaknya dilakukan oleh tenaga profesional, artinya oleh mereka yang sudah berpengalaman menangani listrik dan permasalahannya. Hal ini penting sebab listrik memiliki tegangan tinggi yang dapat membahayakan keselamatan manusia jika tanpa pengetahuan dan keahlian yang cukup.

Memasang

instalasi listrik rumah

yang baik umumnya mengikuti struktur atau denah rumah sehingga pasokan listrik untuk tiap-tiap ruangan bisa lebih merata. Yang perlu dipelajari adalah rencana peletakan tiap-tiap komponen listrik, misalnya penentuan jalur yang nantinya kita gunakan sebagai saluran utama . Tentu saja penentuan jalur termasuk didalamnya penentuan titik-titik cabang yang tersambung dengan masing-masing komponen harus lebih efektif, supaya nanti rangkaian setiap jalur terpasang dengan rapi, efisien, dan aman bagi penghuni rumah.
Penanaman Ground dan Sekering
Tahap pemasangan instalasi listrik sebaiknya dimulai dari bagian depan rumah tepatnya diawali dengan penanaman footing (arde) serta pemasangan sekering. Berikut ini tahapan-tahapannya:

i. Penanaman Footing (arde)

Kita mulai dengan pemasangan arde yang ditanam ke tanah. Sebaiknya pemasangan ground (arde) ini hanya dilakukan dengan tangan, hindari menggunakan palu ketika menancapkannya. Hal ini untuk menghindari supaya batang ground tidak bengkok atau bahkan lapisan tembaga mengelupas yang nantinya dapat mengurangi kinerja batang ground tersebut. Perlu kita ketahui batang ground yang kita gunakan umumnya berupa batangan besi atau baja yang digalvanis (dilapisi tembaga) dan lapisan tembaga ini akan mempengaruhi tingkat konduktivitas batang ground.
Jika didalam tanah batang ground tertambat batu atau terhalang fabric lain, sebaiknya penanaman footing digeser ke bagian lain, tentu saja dengan tetap memperhitungkan panjang kabel BC ke kotak pengaman. Untuk lebih mudah menanam basis ini sebaiknya tanah disiram air terlebih dulu agar lebih lunak. Campurkan air dengan serbuk arang atau abu gosok hingga meresap ke dalam tanah. Arang dan abu gosok sangat efektif untuk menetralisir hambatan dalam tanah.
Sisakan batang ground dipermukaan tanah sekitar 20 cm untuk menyambungkan kabel BC ke kotak pengaman. Setelah itu kita ikat kabel BC pada sisa batang ground. Biasanya kabel BC terbuat dari material yang sangat alot, untuk itu sewaktu mengikatnya kita gunakan cincin penjepit yang biasanya disertakan saat pembelian batang basis. Pastikan kabel BC dan batang ground terikat kuat sehingga terjadi koneksi yang baik antara kedua bahan tersebut. Setelah batang ground terikat kabel BC, kita masukkan batang footing ke dalam tanah secara keseluruhan lalu ratakan permukan tanah menggunakan adukan semen.

ii. Pemasangan Box Sekering

Pemasangan box sekering sebaiknya kita lakukan bersamaan dengan pemasangan kabel MYM 3×4 didalamnya. Tahap pertama kita buat tempat box sekering pada tembok dengan ukuran sedikit lebih besar dari box sekering tersebut. Agar lebih mudah kita bisa menggunakan kardus kemasan box sebagai ukurannya. Untuk membuat dudukan box sekeringnya kita bisa gunakan alat palu dan betel sekaligus kita buat jalur untuk tempat kabel MYM 3×4, juga jalur untuk menempatkan pipa saluran utama. Untuk jalur kabel NYM iii×4 memang harus dibuat menembus tembok samping, untuk itu jalur harus dibuat sedemikian rupa sehingga kabel NYM three×four tidak terlihat ketika tembok dirapikan.

Ada dua teknik pemasangan kabel yang biasa diterapkan di sebuah rumah, yaitu inbow dan outbow. Keduanya sama-sama menempel di dinding rumah. Untuk teknik inbow, unit of measurement perlengkapan listrik (stopkontak, kabel dan saklar) ditanamkan ke dalam dinding sehingga terlihat menyatu dengan dinding. Sedangkan teknik outbow, unit perlengkapan listrik diletakkan pada permukaan dinding, seolah-olah menempel dan terlihat menonjol pada permukaan dinding.Dari sudut pandang keindahan, teknik inbow terasa pantas untuk diterapkan. Teknik ini cenderung permanen (tetap) karena untuk memasangnya perlu ditanamkan ke dalam dinding. Berbeda dengan teknik outbow yang terlihat menonjol pada permukaan dinding, terkesan sedikit “berantakan”. Namun, teknik outbow lebih mudah dan murah dalam penerapannya.
Ada beberapa hal yang mendasari perlunya titik stopkontak / saklar lampu berada pada posisi menempel di dinding. Faktor keamanan dan kenyamanan adalah alasan terpenting untuk menjadikannya seperti itu. Selain tidak menghalangi / mengganggu penghuni rumah saat selama beraktivitas, letak stopkontak / saklar (biasanya) berada pada area yang memiliki tinggi sama dengan area sekitar bahu manusia. Posisi tersebut, selain memiliki kemudahan untuk di-akses, juga relatif terhindar dari gangguan (benturan / senggolan) gerakan anggota tubuh (tangan / kaki).
Kondisi posisi seperti itu akan berefek sama dengan kabel yang tersambung pada unit stopkontak / saklar. Sehingga, guna memenuhi kebutuhan pembuatan jalur kabel baru maupun penambahan / memodifikasi jalur kabel yang telah ada, teknik outbow cenderung aman diterapkan. Selain mudah untuk dikerjakan sendiri dengan biaya yang relatif lebih murah, waktu pengerjaannya pun dapat diatur sesuai kondisi dan kesempatan yang ada. Disamping itu, keberadaan kabel dapat disembunyikan menggunakan protektor (pelindung) kabel sehingga hasil akhirnya terlihat lebih menyatu dengan dinding.

Baca :   Mengapa Teks Tersebut Tergolong Ke Dalam Biografi

Menyambung kabel pada stopkontak

Gambar : Sambungan Kawat untuk Stopkontak

Kode Angka :

  • ane
    : Kabel 3 x two,v mm² terhubung dengan sumber listrik.
  • 2
    :  Kabel iii X ii,v mm² terhubung dengan jalur stopkontak baru.
  • 3
    : Kabel 3 ten two,5 mm² terhubung dengan jalur stopkontak lama.

Kode Huruf :

  • A
    : Sambungan iii kawat Hitam
  • B
    : Sambungan 3 kawat Biru
  • C
    : Sambungan 3 kawat Kuning

Keterangan :

Gambar : Bagian Luar dan Dalam Stopkontak 1 (satu) lubang.

Gambar : Bagian Luar dan Dalam Stopkontak one (satu) lubang.

Pada keterangan
Kode Huruf, saya menyebutkan sambungan warna pembungkus kawat. Bukan jenis arus listrik yang mengaliri kawat tersebut. Secara
default, warna kawat menjelaskan jenis arus listrik sbb. :

hitam

=
positif
,

biru
=

netral

dan

kuning

=

arde
. Tetapi realita di lapangan bisa berbeda penerapannya.
Unit stopkontak yang saat ini beredar umum dipasaran, dapat kita temukan dengan jumlah lubang yang berbeda-beda. Mulai dari satu hingga empat lubang yang biasa dijual pada toko-toko perlengkapan listrik. Hal yang perlu diperhatikan adalah kualitas bahan dari unit stopkontak itu sendiri. Anda dapat langsung mengenali tinggi-rendah kualitas bahan stopkontak dari harganya.
Kabel yang digunakan untuk menyambung unit stopkontak, lebih baik menggunakan kabel three ten 2,5 mm untuk rumah dengan kapasitas 900VA southward/d 4400VA.
Susunan sambungan kawat antar kabel untuk menyambung stopkontak tidaklah rumit, cukup mengikuti warna pembungkus kawat tembaganya saja (biru, hitam dan kuning).

Gambar : Bagian Luar dan Dalam Stopkontak 2 (dua) lubang.

Gambar : Bagian Luar dan Dalam Stopkontak 2 (dua) lubang.

Sehingga, jika hendak membuat jalur stop kontak baru di tengah jalur kabel antara sumber daya dan titik stopkontak, anda tinggal memotong di bagian tengah kabel.
Sediakan kabel baru sesuai panjang jalur yang hendak ditambahkan. Kelupaskan kulit setiap pembungkus kawat tembaga (9 kawat). Lilitkan setiap tiga kawat tembaga yang memiliki warna pembungkus sama menjadi satu, lalu bungkus setiap lilitan menggunakan pembungkus kabel / salotip (indicate A, B dan C pada gambar).
Memasangkan kawat tembaga pada unit stopkontak, juga tidak rumit. Ada perbedaan “jeroan” antara unit stopkontak satu lubang dengan unit of measurement stopkontak berlubang lebih dari satu. Namun, secara konsep tetap sama. Kawat kuning selalu dipasangkan pada bagian yang memiliki tanda “arde” (biasanya pada bagian tengah). Sedangkan kawat biru dan hitam di sisi kiri dan kanan kawat kuning.
Ada beberapa aturan main yang sebaiknya anda ketahui dalam hal posisi memasangkan kawat berdasarkan jenis arus listrik di stopkontak dan steker.

Menyambung kabel pada saklar lampu

Kita mengenal unit saklar cenderung indentik dengan perangkat yang disandingkan dengan lampu. Karena memang secara tujuan dan pemakaiannya lebih banyak berhubungan dengan lampu. Sama halnya dengan jumlah lubang pada unit of measurement stopkontak, satu unit saklar dapat dilengkapi dengan beberapa swicth on-off (nyala/mati). Switch on-off yang pernah saya temukan beredar di pasaran adalah satu hingga tiga switch pada sebuah unit saklar. Saklar dengan satu (tunggal) dan dua (ganda) switch on-off adalah yang paling umum beredar dan mudah ditemukan dipasaran. Secara kualitas, harga tetap merupakan parameter utamanya.
Kabel yang digunakan untuk kebutuhan penerangan, cukup dengan menggunakan kabel 2 x 1,5 mm sebagai jalur utamanya dan kabel 3 x ane,5 mm untuk membuat sambungan dengan saklar ganda.
Di sini saya sertakan gambar sebagai ilustrasi susunan sambungan kabel lampu dengan menggunakan saklar tunggal dan ganda secara sederhana. Anda dapat mengubah jumlah lampu yang hendak dipasang dari setiap titik lampu pada masing-masing skema.

Skema sambungan kabel Saklar Tunggal

Gambar : Sambungan Kawat untuk Saklar Lampu

Gambar : Sambungan Kawat untuk Saklar Lampu

Kode Angka :

  • i
    : Kabel ii x 1,5 terhubung dengan sumber listrik / stopkontak.
  • two
    : Kabel two ten 1,5 terhubung dengan saklar tunggal.
  • three
    : Kabel ii x 1,5 penghubung dengan lampu.
  • four
    : Unit of measurement Lampu

Kode Huruf :

  • A
    : sambungan 2 kawat biru antara kabel no. 1 dengan no. 3.
  • B
    : sambungan kawat hitam kabel no. i dengan kawat biru no. two.
  • C
    : sambungan 2 kawat hitam dari kabel  no. ii dengan no. iii.

Keterangan :

Gambar : Bagian Luar dan Dalam dari Saklar Tunggal

Gambar : Bagian Luar dan Dalam dari Saklar Tunggal

Ada 3 sambungan antar kabel dari iii potong kabel terpisah dan yang harus dirangkai untuk membuat jaringan kabel menggunakan saklar tunggal.
Sambungan A adalah sambungan arus netral dari kabel sumber listrik / stopkontak dengan kabel yang terhubung ke lampu. Pada umumnya, kawat netral pada kabel sumber listrik jarang untuk dijadikan jalur saklar diletakkan. Saklar selalu diposisikan pada jalur kawat aktif (hitam).
Sambungan B merupakan arus aktif yang dialirkan ke saklar tunggal agar pendistribusiannya dapat dikendalikan. Saklar ini hanya menghasilkan one keluaran arus aktif yang kemudian dihubungkan (sambungan C) dengan satu kawat aktif pada kabel yang terhubung dengan satu / beberapa unit lampu.

Baca :   Parafin Adalah Salah Satu Bahan Yang Digunakan Untuk

Menyambung Unit Saklar Tunggal

Gambar : skema jalur kawat dalam saklar tunggal

Gambar : skema jalur kawat dalam saklar tunggal

Pemasangan kawat tembaga dengan unit saklar tunggal tidaklah sulit. Cukup dengan mengelupaskan kulit pembungkus pada kawat, kemudian tancapkan pada salah satu lubang disisi masing-masing pengungkit berwarna putih dan merah. Kawat biru (input arus listrik positif) ditancapkan pada lubang di samping pengungkit berwarna merah, sedangkan kawat hitam (output arus listrik positif) ditancapkan pada lubang di samping pengungkit berwarna putih.
Begitu kawat dimasukkan hingga “mentok” ke ujung lubang, pengungkit otomatis akan mengunci-nya (menjepit). Sebelum terkunci, maka kawat akan mudah terlepas. Seandainya pengungkit tidak bisa berfungsi menjepit kawat, anda dapat menarik pengungkit “sedikit” ke atas agar kembali pada posisi semula (default).
Jika kawat yang telah tertancap hendak dilepaskan, cukup hanya dengan menekan kedua pengungkit tersebut.


Skema sambungan kabel
Saklar Ganda

Gambar : Sambungan Kawat untuk Saklar Lampu Ganda

Gambar : Sambungan Kawat untuk Saklar Lampu Ganda

Kode Angka :

  • i
    : Kabel 2 x 1,v terhubung dengan sumber listrik / stopkontak.
  • 2
    : Kabel three x 1,v terhubung dengan saklar ganda.
  • 3
    : Kabel 3 x 1,5 penghubung antara saklar dan sumber listrik dengan pecahan dua sambungan kabel.
  • 4
    : Kabel 2 10 1,5 penghubung antara kabel iii dengan lampu.
  • five
    : Kabel 2 x 1,5 penghubung antara kabel 3 dengan lampu.
  • 6
    : Unit Lampu.
  • 7
    : Unit of measurement Lampu.

Kode Huruf :

  • A
    : sambungan 2 kawat biru dari kabel no. one dengan no. 3.
  • B
    : sambungan kawat hitam kabel no. 1 dengan kawat biru kabel no. 2.
  • C
    : sambungan 2 kawat hitam dari kabel no. two dengan no. 3.
  • D
    : sambungan 2 kawat kuning dari kabel no. 2 dengan no. three.
  • Eastward
    : sambungan 3 kawat biru dari kabel no. three dengan no. 4 dan no. five.
  • F
    : sambungan 2 kawat hitam dari kabel no. three dengan no. iv.
  • G
    : sambungan kawat kuning kabel no. iii dengan kawat hitam kabel no. five.

Keterangan :
Ada seven sambungan antar kabel dari 5 potongan kabel terpisah dan yang harus dirangkai untuk membuat jaringan kabel menggunakan saklar ganda.

Gambar : Bagian Luar dan Dalam dari Saklar Ganda.

Gambar : Bagian Luar dan Dalam dari Saklar

Sama dengan sambungan A pada saklar tunggal, sambungan A disini adalah sambungan untuk arus netral (biru) yang kemudian akan dipecah menjadi dua di sambungan Due east.
Pada sambungan Due east, kawat netral (biru) dipecah menjadi dua untuk masing-masing lampu. Sehingga, pada sambungan Eastward ini terdapat tiga kawat biru dari kabel no. 3, no. four dan no. 5 yang dililit menjadi satu.
Sambungan B adalah sambungan arus aktif antara kawat hitam dari kabel sumber listrik dengan kawat netral (biru) dari kabel penghubung saklar ganda. Arus listrik aktif yang didistribusikan melalui kawat netral (biru) ini akan dipecah dalam saklar ganda untuk menjadi dua keluaran arus listrik aktif melalui kawat hitam dan kuning. Kedua pendistribusian arus listrik aktif ini dikendalikan oleh masing-masing switch.
Sambungan C, D, F dan G adalah sambungan antar kabel yang mendistribusikan arus listrik aktif ke masing-masing lampu.

Menyambung Unit Saklar Ganda

Gambar : skema jalur kawat dalam saklar ganda

Gambar : Skema Jalur Kawat Ganda

Teknik pemasangan kawat pada unit of measurement saklar ganda, tidak ada bedanya dengan unit saklar tunggal. Kawat biru (input arus positif) ditancapkan pada lubang di samping pengungkit berwarna merah di switch paling kiri (pertama), sedangkan kawat kuning dan hitam yang merupakan output arus listrik positif, ditancapkan pada lubang di samping pengungkit berwarna putih dari masing-masing switch.
Pada gambar, di bagian tengah antara kedua switch, anda melihat ada sedikit “
potongan
” kawat biru yang dipasang terpisah peletakannya. Potongan kawat ini sering diistilahkan dengan sebutan “
jumper
“. Fungsinya untuk mengalirkan arus listrik dari switch pertama ke switch kedua. Sehingga, arus positif yang berada pada switch pertama (sebelah kiri) turut di distribusikan ke switch kedua (sebelah kanan). Jika potongan kawat biru itu tidak disertakan, maka switch kedua menjadi tidak berfungsi (mati) karena tidak memiliki sumber arus listrik.
Cara pemasangannya, cukup dengan memotong kawat tembaga sepanjang 3-4 cm. Kelupaskan pembungkus kawat pada kedua ujungnya. Bengkokkan kedua ujung kawat sepanjang kira-kira 1,5 cm, tancapkan pada lubang di samping pengungkit merah.

Memasang saklar langsung di jalur kabel

skema.saklar

Tidak semua kondisi pemasangan saklar harus dengan menggunakan jalur kabel tersendiri yang sengaja di julur-kan khusus ke saklar. Pada kasus-kasus tertentu, sering dijumpai kondisi memasang saklar dengan cara langsung di jalur kabel. Dengan demikian, tidak dibutuhkan kabel ekstra yang digunakan sebagai media untuk menghubungkan skalar dengan jalur kabel yang hendak di saklar-kan.

Baca :   Sebutkan Iringan Yang Digunakan Dalam Pertunjukan Tari Bedhaya Ketawang

skema.skalar.rekap

Logika teknik pemasangan saklar seperti ini, sebenarnya, sama saja dengan teknik pemasangan saklar yang telah di deskripsikan sebelumnya. Hanya saja, letak sambungan kawat biru / netral terlindung di dalam casing-saklar. Saya belum memiliki gambar sebenarnya yang cukup informatif dari pemasangan kawat, baik untuk saklar ganda maupun tunggal. Untuk saat ini, saya hanya bisa menyertakan skema jalur kawat dari kedua saklar tersebut.

Menggabungkan Dua Skema

Gambar : Penggabungan Skema Stopkontak dan Skema Saklar Lampu

Gambar : Penggabungan Skema

Stopkontak dan Skema Saklar Lampu

Dalam penerapannya, ada 3 (tiga) cara yang saya gunakan untuk menggabungkan jaringan kabel finish kontak dengan lampu.

Cara skema no. ane.
: Unit stopkontak + steker. Membuat jalur baru pada jaringan kabel utama dengan unit stopkontak diujung kabel. Awal jaringan kabel lampu dipasangkan steker untuk nantinya dicolokkan ke stopkontak.

Cara skema no. 2.
: Unit of measurement stopkontak + timer + steker. Membuat jalur baru pada jaringan kabel utama dengan unit stopkontak di ujung kabel dan dipasangkan timer. Awal jaringan kabel lampu dipasangkan steker untuk nantinya dicolokkan ke timer.

Cara skema no. 3. : Menyambung langsung (melilitkan) kawat antar kabel sesuai warna pembungkus kawat. Kabel jaringan utama diputuskan, kemudian kawat tembaga kembali dililitkan bersama-sama jaringan kabel lampu. Ini adalah cara yang paling sering digunakan untuk menyambung kabel di rumah-rumah pada umumnya.

Merangkai skema untuk satu lantai

Gambar ini adalah skema sederhana contoh jaringan kabel di satu rumah untuk memenuhi kebutuhan sumber listrik di 3 ruangan dalam rumah dan one sumber listrik di expanse luar rumah.

Gambar : Skema Pengembangan Instalasi Listrik terminal stopkontak dan saklar lampu untuk satu lantai.

Gambar : Skema Pengembangan

Instalasi Listrik terminal stopkontak

Skenario awal (Skenario 1 dalam kotak area garis putus-putus) adalah kabel 3 10 2,5 mm dipasang dan ditujukan untuk selalu berakhir di satu area / ruangan di rumah, dimana setiap ujung kabel selalu dilengkapi dengan unit stopkontak ii lubang. Maksudnya, agar setiap expanse / ruangan memiliki ii sumber aliran listrik, yaitu untuk kebutuhan lampu dan not-lampu. Setiap awal jaringan kabel lampu selalu dilengkapi dengan steker untuk dicolokkan ke stopkontak. Hal yang sama jika hendak membuat jaringan kabel stopkontak tambahan untuk surface area / ruangan tersebut. Pemisahan jalur listrik untuk lampu dan non-lampu memang sengaja dilakukan dengan tujuan memudahkan perawatan / pemeliharaan masing-masing perangkat di kemudian hari. Demikian juga kondisinya dengan kabel jalur utama.

Baru kemudian pada skenario berikutnya (Skenario two dalam kotak expanse garis putus-putus) posisi rumah lampu dan stopkontak dalam ruangan ditentukan. Jadi, perencanaan jalur kabel, titik lampu dan stopkontak dilakukan terbalik dari pemasangan jalur kabel utama.
Cara membuat jaringan kabel seperti ini memerlukan biaya relatif cukup besar karena banyaknya unit stopkontak dan steker sebagai pengganti tindakan melilitkan kawat antar kabel. Panjang kabel yang dibutuhkan pun menjadi lebih banyak. Disamping itu, diperlukan waktu yang relatif lebih lama karena setiap awalan dan akhiran kabel hampir selalu harus dipasangi dengan satu unit steker atau stopkontak sebagai media penyambung antar jaringan kabel. Kapasitas kemampuan hantar arus dari unit of measurement stopkontak dan steker juga harus diperhatikan agar tidak menyebabkan panas berlebihan pada kabel saat setelah jaringan sedang digunakan.

Jika memang memiliki kendala seperti yang telah dinyatakan, mengapa rancangan ini tetap dibuat? Apa yang mendasari ide membuat rancangan jaringan kabel seperti ini?
Menyelesaikan pekerjaan jalur kabel utama stopkontak (skenario one) ke setiap ruangan / area tidaklah sulit. Tetapi, menyesuaikan jaringan kabel lampu dan stopkontak dalam sebuah ruangan (skenario ii) yang memerlukan banyak pertimbangan dan waktu untuk menyelesaikan serta menyempurnakannya.
Tindakan melengkapi ujung setiap kabel pada jalur induk dengan stopkontak (expanse di kotak skenario ane), bertujuan agar anda tidak perlu mengkhawatirkan akan menghadapi kesulitan untuk mendapatkan arus listrik di setiap surface area / ruangan. Baik saat sedang melakukan modifikasi maupun modifikasi yang belum selesai dikerjakan / terpaksa ditunda pengerjaannya. Menggunakan konsep pemasangan stopkontak sebagai akses arus listrik di setiap ruangan seperti itu, menjadikan pengerjaan jaringan kabel di area skenario ii lebih fleksibel. Hal ini mengingat biaya adalah faktor utama yang harus turut diperhitungkan kelancarannya untuk merampungkan pekerjaan seperti ini.

Salah satu keuntungan dengan menggunakan cara tersebut adalah kita dapat mengerjakannya sendiri. Tidak ada biaya jasa pengerjaan yang harus dikeluarkan dan tidak perlu terburu-buru dalam menyelesaikan pekerjaan jaringan kabel dalam sebuah / beberapa ruangan. Selain dapat ditunda dan dicicil pengerjaannya, perubahan jalur kabel atau penggantian perangkat listrik dapat dilakukan dengan tanpa harus mematikan MCB pada meteran PLN. Jadi, pekerjaan memodifikasi jaringan kabel di satu expanse / ruangan dapat dikerjakan kapan saja tanpa akan mengakibatkan aliran listrik di ruangan lainnya ikut terganggu.

Rancangan ini cocok untuk diterapkan pada rumah dengan kapasitas instalasi listrik terpasang antara 450 VA s/d 2200 VA. Karena kebanyakan unit stopkontak dan steker yang banyak beredar di pasaran dirancang dengan kemampuan menghantar arus hingga kisaran sixteen Ampere (3500 Watt).
Unit stopkontak dua lubang ini, dapat diganti menggunakan two unit of measurement MCB dengan besaran daya (ampere) yang disesuaikan untuk kebutuhan setiap expanse / ruangan. Cara ini lebih mahal, namun sangat ampuh untuk membatasi pemakaian listrik di setiap area / ruangan.

Memasang Instalasi Listrik Rumah Yang Baik Umumnya Mengikuti

Source: http://elektricalline.blogspot.com/2014/11/tahap-tahap-instalasi-listrik-rumah_27.html

Check Also

Fpb Dari 36 72 Dan 90

Fpb Dari 36 72 Dan 90 A link has directed you lot to this review. …