banner 468x60

Masih di awal bulan Juni. Bulan yang identik dengan bulan Pancasila. Bulan yang di salah satu tanggalnya yaitu tanggal 1 Juni dimaknai oleh bangsa Indonesia sebagai hari lahir Pancasila. Seperti diketahui bahwa lahirnya Pancasila ini tidak lepas dari bagaimana Bung Karno merangkum lima sila dalam sidang BPUPKI menjadi satu makna utama dan dinamakan sebagai Pancasila. Pancasila ini mempunyai makna dari kumpulan lima sila dengan masing-masing sila mempunyai makna tersendiri. Makna tersebut dapat dijadikan pedoman untuk menggapai kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia sesuai kaidah-kaidah norma yang berlaku.

Kewarganegaraan adalah turunan dari memaknai Pancasila di kehidupan berbangsa dan bernegara, dengan aturan-aturan hukum yang berlaku sebagai seorang warga negara mempunyai hak-hak dan kewajiban dalam membela bangsa dan negara Indonesia. Dasar pengertian utama dari kewarganegaraan adalah meliputi hak dan kewajiban warga negara dalam berbagai ranah aspek kehidupan, seperti politik, hukum, ekonomi, sosial dan budaya. Warga negara sebagai subjek penggerak Pancasila diwajibkan untuk mengimplementasikan sila-sila Pancasila sesuai tatanan kehidupan bernegara dan bermasyarakat, yang mengerti akan hak dan kewajibannya.

Bagaimana hubungannya dengan Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan ? Sekilas jika kita mengingat kembali ke bangku kuliah maka akan terpintas mata kuliah dasar umum atau mata kuliah wajib. Mata kuliah ini wajib diambil oleh mahasiswa sebagai dasar pemikiran dan pijakan untuk mengambil mata kuliah di semester berikutnya. Mata kuliah tersebut adalah Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan. Mata kuliah ini saling berkesinambungan, mempunyai ciri khas yang serupa tetapi berbeda. Jika kita menoleh kembali ke belakang, ketika duduk di bangku sekolah dasar atau sederajatnya, sekolah menengah pertama atau sederajatnya, sekolah menengah atas atau sederajatnya, atau di jenjang pendidikan dalam pendidikan keagamaan maupun di pesantren maka Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan ini selalu diberikan, yang jika diingat kembali dengan nama mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan atau disingkat PPKN.

Baca :   Lks Ips Kelas 7 Semester 1 Kurikulum 2013

Jika menelusuri ke zaman Orde Baru maka akan diingat sebagai P4 yang dijabarkan sebagai Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. P4 ini sebagai panduan mengenai pengamalan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di zaman Orde Baru. Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan mempunyai hubungan yang searah dan menyambung satu kesatuan. Pembelajaran Pendidikan Pancasila didahului dengan maksud supaya masyarakat memahami benar latar belakang, isi, tujuan dan manfaat serta penjabaran dari sila-sila di dalamnya. Selanjutnya masyarakat diberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara dalam lingkup bidang sosial, ekonomi, budaya, ekonomi, politik, lingkungan dan aspek-aspek lainnya dalam kehidupan bernegara. Pembelajaran keduanya mencerminkan nilai-nilai yang tidak dapat diukur dalam pembelajaran di dalam kelas saja, melainkan aplikasi nyata di masyarakat dan pemahamannya untuk menjaga pondasi keberagaman, gotong royong, dan kebersamaan dalam usaha untuk membangun bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Pemaknaan dalam Kehidupan

Memaknai kedua entitas tersebut seperti memaknai sebagai warga negara yang wajib untuk mengimplementasikan sila-sila Pancasila dalam kehidupan dimanapun berada. Manusia sebagai warga negara seperti halnya wajib taat dengan aturan yang berlaku, aturan yang sudah diatur oleh pemerintah meliputi aturan-aturan yang tertuang dalam peraturan dan perundang-undangan. Jika warga negara tidak taat aturan maka akan dikenai sanksi-sanksi sesuai dengan perilaku yang dilakukannya. Kehidupan sehari-sehari secara umum seperti kehidupan yang dijalani oleh masyarakat umum secara normal, seperti bekerja, sekolah, belajar, belanja, beribadah, bergotong royong, bermusyawarah dan mufakat serta bermasyarakat sesuai aturan. Jika menjadi warga negara yang baik dan benar maka menjalani kehidupan sehari-hari secara umum akan dilakukan dengan mudah dan nyaman, namun sebaliknya jika menjalani kehidupan tersebut menyimpang dan berbuat jahat maka pasti akan mengalami kesusahan dan dapat dikatakan sebagai penyesalan negatif yang terjadi dikemudian hari.

Baca :   Keragaman Merupakan Kekayaan Bangsa Indonesia Yang Harus Kita

Pemaknaan Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewargenagaran dalam kehidupan saat ini, yang kita ketahui sebagai kehidupan baru dampak dari pandemi Covid-19 adalah dengan kata kunci persatuan dan gotong royong. Mengapa demikian harus dilakukan dengan persatuan dan gotong royong ? Karena kita ketahui bahwa virus ini menyebar cukup cepat, dengan media kontak dekat antar sesama manusia maka secara sadar kita harus bersatu untuk melawan virus tersebut. Cara yang dapat dilakukan adalah mengikuti anjuran pemerintah. Kata kunci gotong royong dimaknai sebagai usaha secara bersama-sama membantu kehidupan masyarakat untuk mengarah yang lebih baik lagi. Seperti wujud memberikan bantuan dalam bentuk materil dan non materil.

Kehidupan selanjutnya yang diistilahkan sebagai
new normal
dapat dimaknai dengan kehidupan baru dengan aturan-aturan baru yang tidak seperti biasa, seperti budayakan cuci tangan, jaga kondisi tubuh, jaga jarak, menggunakan masker dan pelindung diri dalam kontak sesama manusia hingga pada norma-norma kebiasaan seperti jabatan tangan dan bertatap muka secara dekat atau
physical distancing. Hal-hal tersebut harus dipatuhi dan dimaknai dalam masing-masing jati diri. Beberapa pemaknaan-pemaknaan tersebut merupakan wujud implementasi dari Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan di era
new normal
atau normal baru yang wajib ditaati sebagai warga negara.