Manusia Menerima Catatan Amal Perbuatannya Di

Manusia Menerima Catatan Amal Perbuatannya Di

dapatkan dalam hadis h.r tirmizi dan at tabrani di atas dalam hadis tersebut rasulullah saw menggambarkan kepada kita bahwasanya kelak di hari kiamat setiap keturunan nabi adam akan dimintai pertanggung jawaban oleh allah swt atas 5 perkara. sebutkan 5 perkara tersebut…. dari situs web ini.

5 Perkara yang Akan Ditanyakan pada Hari Kiamat

Kelak di hari kiamat, manusia akan dikumpulkan di hadapan Allah Ta’ala untuk dimintai pertanggungjawaban atas apa-apa yang telah mereka perbuat selama hidup di dunia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan bahwa ada 5 perkara yang nanti akan ditanyakan pada hari kiamat. Apa sajakah 5 perkara tersebut?

Home › Belajar Islam › Hadis › 5 Perkara yang Akan Ditanyakan pada Hari Kiamat

5 Perkara yang Akan Ditanyakan pada Hari Kiamat – MuadzDotCom – Sahabat Belajar Islam.jpg

5 Perkara yang Akan Ditanyakan pada Hari Kiamat

Beriman kepada hari kiamat merupakan salah satu rukun iman yang menjadi konsekuensi bagi setiap muslim, yang mana keimanan seseorang tidaklah sempurna tanpa beriman terhadapnya. Hari kiamat disebuit juga hari akhir karena tidak akan ada hari lagi setalahnya. Dan di hari kiamat inilah setiap manusia akan mengetahui di mana ia akan hidup kekal, di surga atau neraka.

Mengenai hari kiamat ini, Allah dan RasulNya shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengabarkan kepada kita baik itu melalui ayat-ayat al-Qur’an maupun melalui Hadits-hadits yang mulia. Salah satu Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang menggambarkan keadaan hari kiamat adalah Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Dalam Hadits tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا تَزُوْلُ قَدَمَا ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ.

“Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi RabbNya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu):
tentang umurnya untuk apa ia habiskan,
tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan,
tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan
dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan
serta
apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya.” (HR. at-Tirmidzi no. 2416, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir jilid 10 hal 8 Hadits no. 9772 dan Hadits ini telah dihasankan oleh Syaikh Albani dalam Silsilah al-AHadits ash-Ashahihah no. 946)

Dalam Hadits tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan kepada kita bahwasanya, kelak di
hari kiamat
setiap Bani Adam (manusia) akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala mengenai 5 (lima) perkara, diataranya adalah tentang:

Umurnya Masa mudanya

Hartanya (dari mana ia dapatkan)

Hartanya (dalam hal apa ia belanjakan)

Ilmu yang dimilikinya

Barangsiapa yang bisa menjawab dan mempertanggungjawabkan kelima perkara tersebut kelak di hari kiamat, maka dia akan menjadi orang yang beruntung. Dan dengan izin Allah, dia pun akan mendapatkan apa-apa yang telah Allah janjikan kepada hamba-hambaNya yang bertakwa berupa kenikmatan-kenikmatan surga. Namun apabila ia tidak bisa mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah, maka sungguh dia termasuk orang-orang yang celaka dan mendapatkan adzab yang pedih dariNya.

Baca :   Satu Per Satu Atau Satu Persatu

Semoga kita digolongkan oleh Allah ke dalam orang-orang yang bisa memanfaatkan umur, masa muda, harta dan ilmu dengan sebaik mungkin agar kelak kita bisa mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah. Dan semoga Allah memudahkan kita untuk bisa berkumpul dengan orang-orang yang shalih dari kalangan Nabi dan Rasul serta orang-orang yang sejalan dengan mereka.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa Neraka.” (QS. al-Baqarah [2]: 201)

Balikpapan, 24 Rabi’uts Tsani 1434 / 7 Maret 2013

30 COMMENTS

NGAWI DIan

2 April 2016 at 5:27 am

masa mudaku menyedihkan

Balas Rita

12 Oktober 2022 at 5:58 pm

Cocok Balas tsara

11 Desember 2016 at 8:18 pm

Assalamualaikum.. izin share

Balas Muadz Mukhadasin

12 Desember 2016 at 8:36 am

Wa’alaikumsalam, silakan semoga bermanfaat

Balas hasbi

29 Mei 2022 at 6:50 am

izin share jg Balas Muadz Mukhadasin

29 Mei 2022 at 7:06 am

Silakan Balas Aprilia Erlita

20 Januari 2017 at 10:29 pm

Terimakasih postingannya sangat bermanfaat. Semoga Allah memberikan kebaikan dunia dan akhirat untuk kita semua.

Balas Abeyezid

28 Maret 2017 at 11:06 pm

Ass…mas pd poin ke 2 ,mnusia d tanya ttg masa muda. Sy mau tanya yg habiskan umur masa tua y dengan sia2 atau su’ul khatimah itu gmn?trmksh

Balas Muadz Mukhadasin

1 April 2017 at 5:38 pm

wa’alaikumsalam, bagi mereka yang menghabiskan umurnya dalam perkara yang sia-sia atau bahkan malah mati dalam keadaan su’ul khotimah, maka sungguh kelak di akhirat akan sangat merugi. Dan setiap apa yang dilakukannya kelak akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah. Kita berlindung dari semua itu.

Balas indra

30 November 2022 at 2:42 pm

salam jangan disingkat apalagi shalawat, lebih baik datang kemajelis ilmu tanya langsung dan lebih baik lagi tanyakan sesuatu yang bermanfaat (bisa menambah keimanan)

Balas Rusdianto

7 Juli 2022 at 11:30 pm

Amin amin amin Yaa Rabbal all Amin

Balas abu akhyar

4 April 2017 at 4:04 pm

Syukron tadz…ilmunya …jazaakallahu khoir…

Balas Muadz Mukhadasin

6 April 2017 at 9:55 pm

sumber :
www.muadz.com

Beginilah Kondisi Umat Manusia Hari Kiamat Menurut Rasul SAW

Rasululah SAW menjelaskan kondisi umat manusia pada Hari Kiamat.

Home > Islam Digest > Islam Digest

Beginilah Kondisi Umat Manusia Hari Kiamat Menurut Rasul SAW

Rabu 09 Sep 2022 07:05 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Rasululah SAW menjelaskan kondisi umat manusia pada Hari Kiamat. Ilustrasi Hari Kiamat

Foto: Pixabay

Rasululah SAW menjelaskan kondisi umat manusia pada Hari Kiamat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dalam hadits sahih, Nabi Muhammad SAW menceritakan tentang bagaimana keadaan umat manusia di akhirat nanti. Katika Allah SWT mengumpulkan mereka dalam satu lapang luas, yang mana keadaan manusia sangat menyedihkan.

Dalam buku “Manusia Yang Tidak Seperti Manusia”, Ustadz Ahmad Zarkasih mengungkapkan hadits panjang yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA menceritakan tentang keadaan umat di akhirat kelak. Berikut ini cuplikan hadits yang cukup panjang tersebut:

يَجْمَعُ اللَّهُ النَّاسَ الأَوَّلِينَ وَالآخِرِينَ فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ، يُسْمِعُهُمُ الدَّاعِي وَيَنْفُذُهُمُ البَصَرُ، وَتَدْنُو الشَّمْسُ، فَيَبْلُغُ النَّاسَ مِنَ الغَمِّ وَالكَرْبِ مَا لاَ يُطِيقُونَ وَلاَ يَحْتَمِلُونَ، فَيَقُولُ النَّاسُ: أَلاَ تَرَوْنَ مَا قَدْ بَلَغَكُمْ، أَلاَ تَنْظُرُونَ مَنْ يَشْفَعُ لَكُمْ إِلَى رَبِّكُمْ؟ فَيَقُولُ بَعْضُ النَّاسِ لِبَعْضٍ: عَلَيْكُمْ بِآدَمَ، فَيَأْتُونَ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ فَيَقُولُونَ لَهُ: أَنْتَ أَبُو البَشَرِ، خَلَقَكَ اللَّهُ بِيَدِهِ، وَنَفَخَ فِيكَ مِنْ رُوحِهِ، وَأَمَرَ المَلاَئِكَةَ فَسَجَدُوا لَكَ، اشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّكَ، أَلاَ تَرَى إِلَى مَا نَحْنُ فِيهِ، أَلاَ تَرَى إِلَى مَا قَدْ بَلَغَنَا؟ فَيَقُولُ آدَمُ: إِنَّ رَبِّي قَدْ غَضِبَ اليَوْمَ غَضَبًا لَمْ يَغْضَبْ قَبْلَهُ مِثْلَهُ، وَلَنْ يَغْضَبَ بَعْدَهُ مِثْلَهُ، وَإِنَّهُ قَدْ نَهَانِي عَنِ الشَّجَرَةِ فَعَصَيْتُهُ، نَفْسِي، نَفْسِي، نَفْسِي، اذْهَبُوا إِلَى غَيْرِي، اذْهَبُوا إِلَى نُوحٍ، فَيَأْتُونَ نُوحًا فَيَقُولُونَ: يَا نُوحُ، إِنَّكَ أَنْتَ أَوَّلُ الرُّسُلِ إِلَى أَهْلِ الأَرْضِ، وَقَدْ سَمَّاكَ اللَّهُ عَبْدًا شَكُورًا، اشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّكَ، أَلاَ تَرَى إِلَى مَا نَحْنُ فِيهِ؟ فَيَقُولُ: إِنَّ رَبِّي عَزَّ وَجَلَّ قَدْ غَضِبَ اليَوْمَ غَضَبًا لَمْ يَغْضَبْ قَبْلَهُ مِثْلَهُ وَلَنْ يَغْضَبَ بَعْدَهُ مِثْلَهُ، وَإِنَّهُ قَدْ كَانَتْ لِي دَعْوَةٌ دَعَوْتُهَا عَلَى قَوْمِي، نَفْسِي، نَفْسِي، نَفْسِي، اذْهَبُوا إِلَى غَيْرِي، اذْهَبُوا إِلَى إِبْرَاهِيمَ، فَيَأْتُونَ إِبْرَاهِيمَ فَيَقُولُونَ: يَا إِبْرَاهِيمُ أَنْتَ نَبِيُّ اللَّهِ وَخَلِيلُهُ مِنْ أَهْلِ الأَرْضِ، اشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّكَ أَلاَ تَرَى إِلَى مَا نَحْنُ فِيهِ؟ فَيَقُولُ لَهُمْ ـ ص:85 ـ إِنَّ رَبِّي قَدْ غَضِبَ اليَوْمَ غَضَبًا لَمْ يَغْضَبْ قَبْلَهُ مِثْلَهُ، وَلَنْ يَغْضَبَ بَعْدَهُ مِثْلَهُ، وَإِنِّي قَدْ كُنْتُ كَذَبْتُ ثَلاَثَ كَذِبَاتٍ  ـ فَذَكَرَهُنَّ أَبُو حَيَّانَ فِي الحَدِيثِ ـ نَفْسِي، نَفْسِي، نَفْسِي، اذْهَبُوا إِلَى غَيْرِي، اذْهَبُوا إِلَى مُوسَى فَيَأْتُونَ، مُوسَى فَيَقُولُونَ: يَا مُوسَى أَنْتَ رَسُولُ اللَّهِ، فَضَّلَكَ اللَّهُ بِرِسَالَتِهِ وَبِكَلاَمِهِ عَلَى النَّاسِ، اشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّكَ، أَلاَ تَرَى إِلَى مَا نَحْنُ فِيهِ؟ فَيَقُولُ: إِنَّ رَبِّي قَدْ غَضِبَ اليَوْمَ غَضَبًا لَمْ يَغْضَبْ قَبْلَهُ مِثْلَهُ، وَلَنْ يَغْضَبَ بَعْدَهُ مِثْلَهُ، وَإِنِّي قَدْ قَتَلْتُ نَفْسًا لَمْ أُومَرْ بِقَتْلِهَا، نَفْسِي نَفْسِي، نَفْسِي، اذْهَبُوا إِلَى غَيْرِي، اذْهَبُوا إِلَى عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ، فَيَأْتُونَ عِيسَى، فَيَقُولُونَ: يَا عِيسَى أَنْتَ رَسُولُ اللَّهِ، وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ، وَكَلَّمْتَ النَّاسَ فِي المَهْدِ صَبِيًّا، اشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّكَ، أَلاَ تَرَى إِلَى مَا نَحْنُ فِيهِ؟ فَيَقُولُ عِيسَى: إِنَّ رَبِّي قَدْ غَضِبَ اليَوْمَ غَضَبًا لَمْ يَغْضَبْ قَبْلَهُ مِثْلَهُ قَطُّ، وَلَنْ يَغْضَبَ بَعْدَهُ مِثْلَهُ، وَلَمْ يَذْكُرْ ذَنْبًا، نَفْسِي، نَفْسِي، نَفْسِي، اذْهَبُوا إِلَى غَيْرِي اذْهَبُوا إِلَى مُحَمَّدٍ، فَيَأْتُونَ مُحَمَّدًا فَيَقُولُونَ: يَا مُحَمَّدُ أَنْتَ رَسُولُ اللَّهِ وَخَاتِمُ الأَنْبِيَاءِ، وَقَدْ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ، اشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّكَ، أَلاَ تَرَى إِلَى مَا نَحْنُ فِيهِ؟ فَأَنْطَلِقُ فَآتِي تَحْتَ العَرْشِ، فَأَقَعُ سَاجِدًا لِرَبِّي عَزَّ وَجَلَّ، ثُمَّ يَفْتَحُ اللَّهُ عَلَيَّ مِنْ مَحَامِدِهِ وَحُسْنِ الثَّنَاءِ عَلَيْهِ شَيْئًا، لَمْ يَفْتَحْهُ عَلَى أَحَدٍ قَبْلِي، ثُمَّ يُقَالُ: يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ سَلْ تُعْطَهْ، وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ

Baca :   Modernisasi Dan Perubahan Sosial Budaya Adalah Dua Hal Yang Saling

Ketika Allah mengumpulkan seluruh manusia di tempat yang sama di hari kiamat. Keadaan sangat mengerikan dan panas. Dan Allah tidak memberikan ucapan sepatah kata pun. Keadaan makin mencekam sehingga semua ingin sekali pergi dari sana, walaupun ke neraka. Kemudian salah seorang di antara mekreka berkata: “Ayo, kita datangi saja Nabi Adam, minta tolong. Beliau adalah bapak kita.”

Akhirnya merekapun datang menemui Nabi Adam, lalu berkata: “Wahai Adam, engkau adalah bapak kami. Keadaan kami saai ini sangat sulit. Engkau adalah makhluk yang Allah ciptakan dengan tangan-Nya sendiri. Dan Dia memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepadamu. Allah juga tiupkan ruhnya kedalam dirimu. Berikanlah kami syafaat dan pertolongan agar bebas dari pengadilan. Tolonglah hajat kami, minta kepada Tuhanmu.”

Nabi Adam kemudian menjawab, “Aku tidak mungkin bisa. Aku sudah melakukan kesalahan yang membuatku dikeluarkan dari surga. Dan tidak ada yang aku pentingkan di sini kecuali diriku sendiri. Datanglah kepada Nuh. Beliau adalah rasul pertama di muka bumi.”

Akhirnya merekapun datang menemui Nabi Nuh, dan meminta permohonan yang sama seperti sebelumnya untuk meringankan kesusahan mereka di akhirat. Nabi Nuh juga menjawab: “Aku tidak bisa melakukan itu. Aku telah berdoa untuk membuat bumi banjir. Tidak ada yang aku pentingkan kecuali diriku. Datanglah kepada Ibrahim. Dia adalah kekasih Allah.”

sumber :
www.republika.co.id

Iman kepada Hari Kiamat

Pendidikan Agama Islam

Iman kepada Hari Kiamat

Penulis : Abdullah Ubaid

Kehidupan di Alam Akhirat

Setelah peristiwa kiamat yang maha dahsyat itu, semua manusia akan mati dan mengalami proses kehidupan di alam akhirat sebagai berikut:

a. Alam Barzakh (alam kubur)

Alam barzakh yang dikenal dengan alam kubur yang merupakan pintu gerbang menuju akhirat atau batas antara alam dunia dan alam akhirat. Di alam kubur manusia akan bertemu, ditanyai, dan diperiksa oleh malaikat Munkar dan Nakir tentang segala amal perbuatannya ketika menjalani kehidupan di dunia.

Baca :   Faktor Yang Mempengaruhi Persebaran Flora Dan Fauna Brainly

Galian Kuburan: Pintu Masuk Alam Barzakh

b. Yaum al-Ba’ats (hari dibangkitkan dari kubur)

Pernahkan kamu melihat benih kecil yang tumbuh di atas tanah? Begitulah kelak Allah Swt. akan membangkitkan kembali seluruh manusia yang telah mati dari alam kubur. Peristiwa itu dinamakan yaumul ba’ats. Yaumul ba’ats adalah hari dibangkitkannya manusia dari alam kubur untuk diarahkan menuju ke padang mahsyar. Kebangkitan manusia ini akan terjadi setelah ditiupkan sangkakala yang kedua oleh Malaikat Israil. Seluruh manusia mulai zaman Nabi Adam sampai manusia terakhir bangkit dari kubur.

c. Yaum al-Hasyr/Mahsyar (hari berkumpul di padang mahsyar)

Setelah bangkit dari kubur, lalu manusia berkumpul di padang Mahsyar, bagaimana keadaan manusia ketika di padang Mahsyar? Simak video berikut ini!

Ilustrasi Yaumul Ba’ats (sumber:youtube.com)

Pada yaumul mahsyar ini pula manusia menerima catatan amalnya selama hidup di dunia, baik amal yang buruk maupun amal yang baik. Seluruhnya tercatat secara rinci. Orang yang beriman dan beramal saleh mereka merasa gembira melihat catatan amalnya. Sebaliknya, orang yang berbuat jahat dan kerusakan ketika hidup di dunia akan menerima catatan amalnya dengan perasaan sedih serta penuh dengan penyesalan.

Penyesalan hanyalah tinggal penyesalan karena segalanya sudah terjadi. Pada hari itu orang yang tidak beriman sungguh telah putus harapannya karena pertolongan Allah Swt. sudah tidak mungkin lagi datang kepadanya. Sebaliknya bagi orang-orang yang beriman penantiannya di Padang Mahsyar adalah penantian yang penuh harapan akan pertolongan Allah Swt.

d. Yaum al-Mizan/al-Hisab (hari perhitungan amal)

Yaum al-Mizan adalah hari ditimbangnya seluruh amal baik dan buruk manusia untuk menerima keadilan dan alasannya masing-masing. Yaum al-Mizan ini disebut juga dengan Yaum al-Hisab, yaitu hari diperhitungkannya seluruh amal perbuatan manusia, baik amal yang baik maupun amal yang buruk. Pada hari itu manusia akan menerima balasannya masing-masing berdasarkan keadilan dari Allah Swt. Setelah seluruh manusia sampai di Padang Mahsyar, seluruh amal perbuatannya selama hidup di dunia akan dihitung atau ditimbang. Setelah amal manusia ditimbang, maka tibalah pada hari pembalasan (Yaum al-Jaza’). Apa itu yaum al-Jaza’?

e. Yaum al-Jaza (hari pembalasan)

Yaum al-Jaza adalah hari pembalasan seluruh amal manusia yang telah diperbuat selama hidup di dunia. Ini merupakan kelanjutan dari yaum al-mizan. Balasan dari Allah sangat tergantung pada apa yang telah dikerjakan oleh manusia selama di dunia. Bila amalnya baik, balasannya adalah kenikmatan di surga. Namun bila sebaliknya, balasannya adalah siksa neraka. Sekecil apapun amal yang telah kita perbuat di dunia, baik ataupun buruk, Allah Maha Mengetahui dan akan memberikan balasannya.

Pustekkom Kemdikbud  ©  2022

sumber :
sumber.belajar.kemdikbud.go.id

Manusia Menerima Catatan Amal Perbuatannya Di

Source: https://nesia.ir/post/dalam-hadis-h.r-tirmizi-dan.p31537

Artikel Terkait

Leave a Comment