Kedudukan Dan Fungsi Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Nasional

Kedudukan Dan Fungsi Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Nasional

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Orang Indonesia

Bendera Indonesia

Jumlah populasi

Indonesia

ca.
 260 juta

[1]

perkiraan tahun 2016

ca.
 255 juta
[2]

perkiraan tahun 2015

ca.
 237 juta
[3]

Sensus Penduduk Indonesia 2010
Daerah dengan populasi signifikan

Malaysia
2.500.000 (2014)[4]

Belanda
1.800.000 (2013)[5]

Arab Saudi
1.500.000 (2014)[6]

Singapura
200.000 (2010)[7]

Taiwan
161.000 (2010)[8]

Hongkong
102.100 (2006)[9]

Amerika Serikat
101.270 (2006)[10]

Uni Emirat Arab
100.000 (2006)[11]

Australia
86.196 (2017)[12]

Qatar
39.000 (2013)[13]

Korea Selatan
33.195 (2017)[14]

Jepang
30.567 (2003)[15]
[16]

Jerman
16.738 (2014)[17]

Kanada
14.320 (2006)[18]

Inggris
9.624 (2011)[19]

Makau
6.269 (2012)[20]

Thailand
2.952 (2010)[21]

Rusia
700 (2022)[22]
Bahasa
Indonesia, Melayu, Jawa, Sunda, Batak, Minangkabau, Bugis, dan lainnya
Agama
Islam (Mayoritas) ·
Kristen (Protestan dan Katolik) ·
Hindu ·
Buddhism ·
Animisme ·
Syamanisme
Etnis terkait
Pribumi, Austronesia, Mongoloids, Polinesia, Papuan, Negrito, Melanesia

Orang Indonesia
adalah penduduk Indonesia,[23]
tanpa memandang latar belakang ras, etnis ataupun agama.[24]
[25]
Indonesia merupakan negara kepulauan multikultural dengan beragam etnis yang memiliki berbagai bahasa, budaya, dan kepercayaan. Jumlah populasi di Indonesia menurut sensus nasional tahun 2010 adalah 237,64 juta jiwa,[2]
dan 10 tahun kemudian bertambah 32.50 juta saat di lakukan sensus penduduk tahun 2022 yaitu 270.20 juta [1][2]51% populasi tinggal di pulau Jawa,[2]
pulau terpadat di dunia.[26]
Sekitar 95% orang Indonesia adalah Pribumi sedangkan 5% sisanya adalah orang Indonesia keturunan negara asing, seperti Keturunan Arab, Keturunan Tionghoa, Keturunan India dan lainnya.

Populasi

[sunting
|
sunting sumber]

Kelompok etnis

[sunting
|
sunting sumber]

Ada lebih dari 300 kelompok etnis di Indonesia. 95% dari mereka adalah penduduk asli Indonesia (Pribumi), sementara sisanya terbentuk dari pendatang. Indonesia adalah gabungan suku suku yang ada di Nusantara termasuk didalamnya suku Tionghoa.

Kelompok etnis terbesar di Indonesia adalah suku Jawa yang mana membentuk hampir 51% dari total populasi Indonesia. Suku Jawa terkonsentrasi di Pulau Jawa tetapi tidak sedikit pula yang telah bermigrasi ke luar daerah Pulau Jawa di seluruh Nusantara melalui program transmigrasi. Suku Sunda, Melayu, dan Madura merupakan kelompok terbesar berikutnya di Indonesia. Banyak kelompok etnis, khususnya di Kalimantan dan Papua, yang mana hanya memiliki ratusan anggota saja. Sebagian besar bahasa lokal (bahasa daerah) berasal dari rumpun bahasa Austronesia, meski demikian jumlahnya telah signifikan, khususnya Kepulauan Maluku dan Papua Barat termasuk dalam bahasa Papua. Penduduk Tionghoa membentuk sedikitnya kurang dari 1% dari total penduduk Indonesia menurut sensus tahun 2000. Beberapa orang Indonesia keturunan Tionghoa ini berbicara dengan menggunakan berbagai dialek Cina, terutama Hokkien, Hakka dan Mandarin. Etnis keturunan lainnya, yakni etnis Arab dan India. Orang Indonesia keturunan Arab berbicara dengan menggunakan dialek Arab. Sedangkan orang Indonesia keturunan India tentu menggunakan dialek mereka masing-masing, terutama Tamil dan Punjab.

Baca :   Jelaskan Yang Kalian Ketahui Tentang Garis Dalam Unsur Menggambar Model

Klasifikasi kelompok etnis di Indonesia tidaklah kaku dan dalam beberapa kasus tidak jelas karena perihal migrasi, pengaruh budaya, dan bahasa; misalnya beberapa orang menganggap suku Osing dan suku Cirebon sebagai anggota suku Jawa atau serumpun dengannya, namun beberapa orang yang lain berpendapat bahwa mereka adalah kelompok etnis yang benar-benar berbeda disebabkan dialek yang berbeda antara bahasa Osing dan Cirebon dengan dialek Jawa. Kasus ini sama dengan kasus suku Baduy yang sebenarnya merupakan sub-etnis dari suku Sunda. Salah satu etnis hibrida (campuran) adalah suku Betawi, tidak hanya berasal dari perkawinan antar-pribumi, tetapi juga dengan pendatang asing seperti suku Arab, Tionghoa, dan India sejak masa Batavia kolonial.

Budaya

[sunting
|
sunting sumber]

Bahasa

[sunting
|
sunting sumber]

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi di Indonesia. Ini adalah standar bahasa Melayu, bahasa Austronesia yang telah digunakan sebagai bahasa pergaulan di kepulauan Indonesia (Nusantara) selama berabad-abad. Sebagian besar orang Indonesia juga berbicara lebih dari satu bahasa. Ada sekitar 700 bahasa asli pribumi-Indonesia. Selain itu ada juga beberapa dialek bahasa yang dipertuturkan oleh peranakan Tionghoa, Arab, India, dan Eropa.

Sebagian besar orang Indonesia, selain berbicara menggunakan bahasa nasional, tentu fasih pula dalam berbicara menggunakan bahasa daerah (contohnya bahasa Jawa, Sunda, Madura, Minangkabau, dan lain-lain), yang biasa digunakan di rumah dan lingkungannya, serta di dalam komunitas lokal. Sebagian besar pendidikan formal, hampir semua media nasional, dan bentuk komunikasi lainnya, menggunakan bahasa Indonesia untuk menyampaikan informasi. Di Timor Timur, yang merupakan provinsi Indonesia dari 1975 hingga 1999—sekarang Timor Leste—bahasa Indonesia diakui oleh konstitusi sebagai salah satu dari dua bahasa kerja (lainnya adalah bahasa Inggris), di samping bahasa resmi Tetun dan Portugis.

Agama

[sunting
|
sunting sumber]

Indonesia secara konstitusional adalah negara sekuler dan prinsip pertama dari landasan filosofis Indonesia, yakni Pancasila, adalah “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Sejumlah agama yang berbeda dipraktikkan di negara ini, dan pengaruh kolektif mereka terhadap kehidupan politik, ekonomi, dan budaya negara itu telah signifikan. Konstitusi Indonesia menjamin kebebasan beragama. Namun, pemerintah hanya mengakui enam agama resmi (yakni Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konfusianisme). Meskipun berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Konferensi Indonesia tentang Agama dan Perdamaian (ICRP), ada sekitar 245 agama non-resmi di Indonesia. Hukum Indonesia mengharuskan setiap warga negara Indonesia memegang kartu identitas—disebut KTP—yang mengidentifikasi orang tersebut dengan salah satu dari enam agama resmi ini, meskipun warga negara mungkin dapat membiarkan kolom itu kosong atau tidak diisi. Indonesia tidak mengakui ateisme atau agnostisisme, dan penghujatan atau penistaan agama adalah ilegal. Dalam sensus Indonesia 2010, 87,18% orang Indonesia mengakui bahwa diri mereka sebagai Muslim (dengan Sunni lebih dari 99%, Syi’ah 0,5%, Ahmadiyyah 0,2%), 6,96% Protestan, 2,91% Katolik, 1,69% Hindu, 0,72% Buddha, 0,05% Konfusianisme, 0,13% lainnya, dan 0,38% tidak dinyatakan atau tidak ditanyakan.

Baca :   Kitab Allah Yang Wajib Di Imani Adalah

Kepemimpinan politik Indonesia telah memainkan peran penting dalam hubungan antar-kelompok, baik secara positif dan negatif, meningkatkan rasa saling menghormati dan menghargai dengan menegakkan Pancasila.

Arsitektur

[sunting
|
sunting sumber]

Arsitektur Indonesia mencerminkan keragaman pengaruh budaya, sejarah, dan geografis yang telah membentuk Indonesia secara keseluruhan. Penjajah, misionaris, pedagang, dan navigator Muslim membawa perubahan budaya yang memiliki efek mendalam pada gaya dan arsitektur bangunan.

Secara tradisional, pengaruh asing yang paling signifikan adalah India. Namun, pengaruh Tionghoa, Arab, dan Eropa juga memainkan peran penting dalam membentuk arsitektur Indonesia. Arsitektur religius bervariasi dari bentuk asli ke masjid, kuil, vihara, klenteng dan gereja. Para sultan, ningrat, dan penguasa lainnya membangun istana. Ada warisan arsitektur kolonial yang cukup besar di kota-kota di Indonesia. Indonesia yang merdeka telah melihat perkembangan paradigma baru untuk perihal arsitektur
postmodern
dan kontemporer.

Hidangan

[sunting
|
sunting sumber]

Hidangan Indonesia adalah salah satu masakan paling bervariasi dan penuh warna di dunia, penuh dengan rasa yang lezat. Ini beragam, sebab pulau di Indonesia terdiri dari sekitar 6.000 pulau berpenghuni dari total 18.000 di kepulauan terbesar di dunia, dengan lebih dari 300 kelompok etnis yang menyebut Indonesia sebagai rumah mereka. Ada banyak masakan daerah, sering didasarkan pada budaya pribumi-Nusantara dan pengaruh asing. Indonesia memiliki sekitar 5.350 resep tradisional, dengan 30 di antaranya dianggap yang paling penting.

Masakan Indonesia sangat bervariasi menurut wilayah dan memiliki banyak pengaruh yang berbeda. Masakan Sumatera, misalnya, sering memiliki pengaruh Timur Tengah dan India, yang menampilkan gulai dan kari, sementara masakan Jawa kebanyakan asli bumiputra, dengan sedikit pengaruh Tionghoa. Masakan di Indonesia Timur mirip dengan masakan Polinesia dan Melanesia. Unsur masakan Tionghoa dapat dilihat dalam masakan Indonesia seperti nasi goreng, bakmi, bakso, pempek dan lumpia yang mana telah sepenuhnya berasimilasi. Sedangkan unsur masakan Arab dapat dilihat dalam masakan Indonesia seperti nasi kebuli, rabeg, dan kue kaak. Ada juga unsur masakan India yang dapat dilihat dalam masakan Indonesia seperti gulai, kari, dan nasi briyani, serta roti canai.

Lihat pula

[sunting
|
sunting sumber]

  • Daftar tokoh Indonesia
  • Pribumi-Nusantara
  • Suku bangsa di Indonesia
  • Budaya Indonesia
  • Orang Indonesia perantauan

Senarai orang Indonesia non-pribumi:

  • Keturunan Afrika
  • Keturunan Arab
  • Keturunan Tionghoa
  • Keturunan Filipina
  • Keturunan India
  • Keturunan Jepang
  • Keturunan Korea
  • Keturunan Eropa
  • Keturunan Yahudi
  • Keturunan Pakistan
  • Keturunan Belanda
Baca :   Apresiasi Berasal Dari Bahasa Inggris Appreciation Artinya

Referensi

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^


    “Indonesia Population clock”.
    Country Meters.




  2. ^


    a




    b




    c




    d




    “Population Projection by Province, 2010-2035”.
    Statistics Indonesia. 18 February 2014. Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 July 2015. Diakses tanggal
    6 August
    2016
    .





  3. ^


    “Indonesia”. International Monetary Fund. Diakses tanggal
    25 April
    2015
    .





  4. ^


    “Di Hadapan BMI Malaysia, Menlu Retno Tekankan Prioritas Perlindungan WNI” (dalam bahasa Indonesian). Embassy of the Republic of Indonesia, Kuala Lumpur. 27 January 2015. Diarsipkan dari versi asli tanggal 10 March 2016. Diakses tanggal
    11 March
    2016
    .
    Diperkirakan terdapat sekitar 2,5 juta warga Indonesia berada di Malaysia, dimana hampir setengahnya berstatus ilegal.





  5. ^


    “Ada 1,8 Juta Diaspora Indonesia di Belanda”. Swa.co.id. Diakses tanggal
    23 September
    2015
    .





  6. ^


    Kompasiana (2016).
    Kami Tidak Lupa Indonesia. Bentang Pustaka. ISBN 9786022910046.





  7. ^


    “Kian ramai dari Indonesia jadi warga”
    (PDF)
    (dalam bahasa Malay). Berita Harian. 20 February 2013. Diarsipkan dari versi asli
    (PDF)
    tanggal 10 March 2016. Diakses tanggal
    11 March
    2016
    .





  8. ^


    “Indonesia, Taiwan sign agreement on migrant protections”. The Jakarta Post. 30 April 2011. Diarsipkan dari versi asli tanggal 22 November 2015. Diakses tanggal
    11 January
    2016
    .





  9. ^

    Media Indonesia Online 30 November 2006

  10. ^


    “Meet Marvell”
    (PDF). Forbes Magazine. 14 August 2006. Diarsipkan dari versi asli
    (PDF)
    tanggal 14 October 2006.





  11. ^


    Ramona Ruiz (30 May 2012). “Indonesian envoy wants fewer maids sent to UAE”. The National. Diakses tanggal
    11 January
    2016
    .





  12. ^


    “Statistics”. Abs.gov.au.




    [
    pranala nonaktif
    ]



  13. ^


    Snoj, Jure (18 December 2013). “Population of Qatar”. Bqdoha.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 22 December 2013. Diakses tanggal
    2 January
    2016
    .





  14. ^



    KIS Statistics 2013
    (PDF). Korean Immigration Service. 29 May 2014. hlm. 378. ISSN 2005-0356. Diakses tanggal
    10 April
    2017
    .





  15. ^

    Sakurai 2003: 33

  16. ^

    Sakurai 2003: 41

  17. ^

    Indonesians in Germany – their engagement in the development Diarsipkan 2017-10-19 di Wayback Machine. (2016)

  18. ^

    Census 2006

  19. ^


    “Country-of-birth database”. Organisation for Economic Co-operation and Development. Diarsipkan dari versi asli tanggal 11 May 2005. Diakses tanggal
    4 October
    2015
    .





  20. ^


    “Macau Population Census”.
    Census Bureau of Macau. May 2012. Diakses tanggal
    22 July
    2016
    .





  21. ^


    Vapattanawong, Patama. “ชาวต่างชาติในเมืองไทยเป็นใครบ้าง? (Foreigners in Thailand)”
    (PDF).
    Institute for Population and Social Research – Mahidol University
    (dalam bahasa Thai). Diakses tanggal
    25 December
    2017
    .





  22. ^


    Koresponden, Non. Sekarwati, Suci, ed. “KBRI Moskow Bentuk Wadah untuk Anak Muda Indonesia dan Rusia”.
    Tempo.co
    . Diakses tanggal
    2022-05-26
    .





  23. ^


    “Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006”
    (PDF). 2006.





  24. ^

    Center for Information and Development Studies. (1998)
    Pribumi dan Non-Pribumi dalam Perspektif Pemerataan Ekonomi dan Integrasi Sosial
    (Pribumi and Non-Pribumi in the Perspective of Economic Redistribution and Social Integration). Jakarta, Indonesia: Center for Information and Development Studies

  25. ^

    Suryadinata, Leo. (1992)
    Pribumi Indonesians, the Chinese Minority, and China. Singapore: Heinemann Asia.

  26. ^


    Calder, Joshua (3 May 2006). “Most Populous Islands”. World Island Information. Diakses tanggal
    26 September
    2006
    .






Kedudukan Dan Fungsi Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Nasional

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Orang_Indonesia

Artikel Terkait

Leave a Comment