Karya Ilmiah Dengan Tajuk Sangiran Laboratorium Manusia Purba

Karya Ilmiah Dengan Tajuk Sangiran Laboratorium Manusia Purba

09 September 2022 09:51

Pertanyaan

Mau dijawab kurang dari 3 menit? Coba
roboguru plus!

Ayo, jadi yang pertama menjawab pertanyaan ini!

Sejarah Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas X

Kurikulum 2013


Sejarah Indonesia Kelas 10 Semester 1 Bab 1 Uji Kompetensi Halaman 33

Buatlah karya ilmiah (2–3 halaman) dengan tajuk, Sangiran Laboratorium
Manusia Purba!

Situs Manusia Purba Sangiran yang terletak di perbatasan Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Sangiran memilki luas sekitar 56 km² (7km x 8 km). Yang terletak di Jawa Tengah, sekitar 15 kilometer sebelah utara Surakarta, di lembah Sungai Bengawan Solo. Di wilayah tersebut tersimpan ribuan peninggalan insan purba yang memperlihatkan proses kehidupan insan dari masa lalu. Sangiran telah menjadi sentral bagi kehidupan insan purba. Situs Manusia Purba Sangiran telah dikembangkan sebagai pusat penelitian dalam negeri dan luar negeri, serta sebagai tempat wisata. Sangiran merupakan sebuah kompleks situs insan purba dari Kala Pleistosen yang paling lengkap dan paling penting di Indonesia, dan bahkan di Asia.

Lokasi tersebut merupakan pusat perkembangan insan dunia, yang memperlihatkan petunjuk perihal keberadaan insan semenjak 150.000 tahun yang lalu. Situs Sangiran itu memiliki luas delapan kilometer pada arah utara-selatan dan tujuh kilometer arah timurbarat. Situs Sangiran merupakan suatu kubah raksasa yang berupa cekungan besar di pusat kubah akhir adanya abrasi di bab puncaknya. Kubah raksasa itu diwarnai dengan perbukitan yang bergelombang. Kondisi deformasi geologis itu menjadikan tersingkapnya banyak sekali lapisan batuan yang mengandung fosil-fosil insan purba dan binatang, termasuk artefak. Berdasarkan bahan tanahnya, Situs Sangiran berupa endapan lempung hitam dan pasir fluvio-vulkanik, tanahnya tidak subur dan terkesan gersang pada demam isu kemarau.

1864:
Sangiran pertama kali ditemukan dan diteliti olehP.E.C. Schemulling. Dengan laporan inovasi fosil vertebrata dari Kalioso, bab dari wilayah Sangiran.

1934:
Gustav Heindrich Ralph von Koeningswald menemukan artefak litik di wilayah Ngebung yang terletak sekitar dua km di barat maritim kubah Sangiran. Hasil penggalian menemukan banyak sekali fosil Homo erectus lainnya. Selain insan purba, ditemukan pula banyak sekali fosil tulang-belulang hewan-hewan bertulang belakang (Vertebrata).

1941:
Penggalian oleh tim von Koenigswald berakhir dan koleksi-koleksinya sebagian disimpan di bangunan yang didirikannya bersama Toto Marsono di Sangiran, yang kelak menjadi Museum Purbakala Sangiran, tetapi koleksi-koleksi pentingnya dikirim ke kawannya di Jerman.

1977:
Sangiran sebagai tempat cagar budaya.

1988:
Sebuah situs museum dan konservasi laboratorium lokal sederhana didirikan di Sangiran.

1996:
Situs itu ditetapkan secara resmi sebagai Warisan Dunia, yang tercantum dalam nomor 593 Daftar Warisan Dunia (World Heritage List) UNESCO.

2011:
Museum ketika ini (modern) dan pusat pengunjung dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 15 Desember.

Sumber

Loading Preview

Sorry, preview is currently unavailable. You can download the paper by clicking the button above.

KARYA ILMIAH TAJUK SANGIRAN LABORATIRIUM MANUSIA PURBASangiran adalah sebuah situs arkeologi (Situs Manusia Purba) di Jawa, Indonesia. Sangiran terletak di sebelah utara Kota Solo dan berjarak sekitar 15 km (tepatnya di desa krikilan, kec. Kalijambe, Kab.Sragen). Gapura Situs Sangiran berada di jalur jalan raya SoloPurwodadi dekat perbatasan antara Gemolong dan Kalioso (Kabupaten Karanganyar). Gapura ini dapat dijadikan penanda untuk menuju Situs Sangiran, Desa Krikilan. Jarak dari gapura situs Sangiran menuju Desa Krikilan 5 km.

Baca :   Pesawat Sederhana Dalam Kehidupan Sehari Hari

Situs Sangiran memunyai luas sekitar 59, 2 km (SK Mendikbud 070/1997) secara administratif termasuk kedalam dua wilayah pemerintahan, yaitu: Kabupaten Sragen (Kecamatan Kalijambe, Kecamatan Gemolong, dan Kecamatan Plupuh) dan Kabupaten Karanganyar (Kecamatan Gondangrejo), Provinsi Jawa Tengah (Widianto & Simanjuntak, 1995). Pada tahun 1977 Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai cagar budaya. Oleh Karenanya Dalam sidangnya yang ke 20 Komisi Warisan Budaya Dunia di Kota Marida, Mexico tanggal 5 Desember 1996, menetapkan Sangiran sebagai salah satu Warisan Budaya Dunia World Heritage List Nomor : 593. Dengan demikian pada tahun tersebut situs ini terdaftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

gapuro.jpg

Pintu Gapura menuju Museum Sangiran

Tahun 1934 antropolog Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald memulai penelitian di area tersebut. Pada tahun-tahun berikutnya, hasil penggalian menemukan fosil dari nenek moyang manusia pertama, Pithecanthropus erectus (Manusia Jawa). Ada sekitar 60 lebih fosil lainnya di antaranya fosil Meganthropus palaeojavanicus telah ditemukan di situs tersebut. Di museum Sangiran dipaparkan sejarah manusia purba sejak sekitar 2 juta tahun yang lalu hingga 200.000 tahun yang lalu, yaitu dari kala Pliosen akhir hingga akhir Pleistosen tengah. Di museum ini terdapat 13.086 koleksi fosil manusia purba dan merupakan situs manusia purba berdiri tegak yang terlengkap di Asia. Selain itu juga dapat ditemukan fosil hewan bertulang belakang, fosil binatang air, batuan, fosil tumbuhan laut serta alat-alatfosil-sangiran- batu. Fosil-fosil yang diketemukan di kawasan Sangiran merupakan 50 % dari temuan fosil di Dunia dan merupakan 65 % dari temuan di Indonesia.

Hingga saat ini telah ditemukan lebih dari 13.685 fosil 2.931 fosil ada di Museum, sisanya disimpan di gudang penyimpanan. Sebagai World Heritage List (Warisan Budaya Dunia). Museum ini memiliki fasilitas-fasilitas diantaranya: ruang pameran (fosil manusia, binatang purba), laboratorium, gudang fosil, ruang slide, menara pandang, wisma Sangiran dan kios-kios souvenir khas Sangiran. Fosil Sangiran

Termasuk dalam koleksi Museum Sangiran, adalah:

Fosil manusia, antara lain: Australopithecus africanus , Pithecanthropus mojokertensis (Pithecantropus robustus ), Meganthropus palaeojavanicus , Pithecanthropus erectus , Homo soloensis , Homo neanderthal Eropa, Homo neanderthal Asia, dan Homo sapiens. Fosil binatang bertulang belakang, antara lain Elephas namadicus (gajah), Stegodon trigonocephalus (gajah), Mastodon sp (gajah), Bubalus palaeokarabau (kerbau), Felis palaeojavanica (harimau), Sus sp (babi), Rhinocerus sondaicus (badak), Bovidae (sapi, banteng), dan Cervus sp (rusa dan domba). Fosil binatang air, antara lain Crocodillus sp (buaya), ikan dan kepiting, gigi ikan hiu, Hippopotamus sp (kuda nil), Mollusca (kelas Pelecypoda dan Gastropoda ), Chelonia sp (kura-kura), dan foraminifera. Batu-batuan , antara lain Meteorit/Taktit, Kalesdon, Diatome, Agate, Ametis , Alat-alat batu, antara lain serpih dan bilah. Serut dan gurdi, kapak persegi, bola batu dan kapak perimbas-penetak.

Baca :   Makna Dari Bhineka Tunggal Ika Adalah

Keistimewaan Sangiran, berdasarkan penelitian para ahli Geologi dulu pada masa purba merupakan hamparan lautan. Akibat proses geologi dan akibat bencana alam letusan Gunung Lawu, Gunung Merapi, dan Gunung Merbabu, Sangiran menjadi Daratan. Hal tersebut dibuktikan dengan lapisan-lapisan tanah pembentuk wilayah Sangiran yang sangat berbeda dengan lapisan tanah di tempat lain. Tiap-tiap lapisan tanah tersebut ditemukan fosil-fosil menurut jenis dan jamannya. Misalnya, Fosil Binatang Laut banyak diketemukan di Lapisan tanah paling bawah, yang dulu merupakan lautan.

Sejarah Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas X


Sejarah Indonesia Kelas 10 Semester 1 Bab 1 Uji Kompetensi Halaman 33

Buatlah karya ilmiah (2–3 halaman) dengan tajuk, Sangiran Laboratorium
Manusia Purba!

Situs Manusia Purba Sangiran yang terletak di perbatasan Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Sangiran memilki luas sekitar 56 km² (7km x 8 km). Yang terletak di Jawa Tengah, sekitar 15 kilometer sebelah utara Surakarta, di lembah Sungai Bengawan Solo. Di wilayah tersebut tersimpan ribuan peninggalan manusia purba yang menunjukkan proses kehidupan manusia dari masa lalu. Sangiran telah menjadi sentral bagi kehidupan manusia purba. Situs Manusia Purba Sangiran telah dikembangkan sebagai pusat penelitian dalam negeri dan luar negeri, serta sebagai tempat wisata. Sangiran merupakan sebuah kompleks situs manusia purba dari Kala Pleistosen yang paling lengkap dan paling penting di Indonesia, dan bahkan di Asia.

Lokasi tersebut merupakan pusat perkembangan manusia dunia, yang memberikan petunjuk tentang keberadaan manusia sejak 150.000 tahun yang lalu. Situs Sangiran itu mempunyai luas delapan kilometer pada arah utara-selatan dan tujuh kilometer arah timurbarat. Situs Sangiran merupakan suatu kubah raksasa yang berupa cekungan besar di pusat kubah akibat adanya erosi di bagian puncaknya. Kubah raksasa itu diwarnai dengan perbukitan yang bergelombang. Kondisi deformasi geologis itu menyebabkan tersingkapnya berbagai lapisan batuan yang mengandung fosil-fosil manusia purba dan binatang, termasuk artefak. Berdasarkan materi tanahnya, Situs Sangiran berupa endapan lempung hitam dan pasir fluvio-vulkanik, tanahnya tidak subur dan terkesan gersang pada musim kemarau.

1864:
Sangiran pertama kali ditemukan dan diteliti olehP.E.C. Schemulling. Dengan laporan penemuan fosil vertebrata dari Kalioso, bagian dari wilayah Sangiran.

1934:
Gustav Heindrich Ralph von Koeningswald menemukan artefak litik di wilayah Ngebung yang terletak sekitar dua km di barat laut kubah Sangiran. Hasil penggalian menemukan berbagai fosil Homo erectus lainnya. Selain manusia purba, ditemukan pula berbagai fosil tulang-belulang hewan-hewan bertulang belakang (Vertebrata).

1941:
Penggalian oleh tim von Koenigswald berakhir dan koleksi-koleksinya sebagian disimpan di bangunan yang didirikannya bersama Toto Marsono di Sangiran, yang kelak menjadi Museum Purbakala Sangiran, tetapi koleksi-koleksi pentingnya dikirim ke kawannya di Jerman.

Baca :   Apakah Persamaan Cetak Saring Dan Cetak Sablon

1977:
Sangiran sebagai daerah cagar budaya.

1988:
Sebuah situs museum dan konservasi laboratorium lokal sederhana didirikan di Sangiran.

1996:
Situs itu ditetapkan secara resmi sebagai Warisan Dunia, yang tercantum dalam nomor 593 Daftar Warisan Dunia (World Heritage List) UNESCO.

2011:
Museum saat ini (modern) dan pusat pengunjung dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 15 Desember.

Sejarah Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Kurikulum 2013 Indonesia Kelas 10 Semester 1 Bab 1 Uji Kompetensi Halaman 85 Jelaskan kelemahan dan kelebihan masing-masing teori atau pendapat tersebut! Teori Ksatria. – Kelebihannya yaitu Kekuatan teori ini terletak pada semangat petualangan para kaum ksatria. Yaitu para kaum bangsawan atau prajurit. Pendapat tersebut cukup relevan dengan kondisi saat ini. Yaitu, misalnya pemerintah indonesia yang melakukan kunjungan kenegaraan dengan maksud untuk mempromosikan atau menawarkan kerjasama terhadap potensi yang ada di Indonesia. Contohnya di bidang pariwisata. Jika promosi atau kerjasama ini berhasil, kebudayaan yang ada di Indonesia bisa dikenal oleh masyarakat dunia? – Kelemahannya yaitu kurang disertai dengan bukti-bukti yang mendukung. Selama ini belum ada ahli yang dapat menemukan bukti-bukti yang menunjukkan adanya ekspansi dari prajurit-prajurit India ke Kepulauan Indonesia. Teori Waisya. – Kelebihannya yaitu teori yan

Sejarah Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017 Sejarah Indonesia Kelas 11 Semester 2 Bab 5 Latih Uji Kompetensi Halaman 60 Bandingkan tentang kebijakan di bidang pendidikan antara zaman  Pemerintahan Kolonial Belanda dengan pemerintah pendudukan Jepang di Indonesia! – Pemerintahan Jepang Pemerintah Jepang mulai membatasi kegiatan pendidikan. Jumlah sekolah juga dikurangi secara drastis. Jumlah murid sekolah dasar dan jumlah siswa sekolah lanjutan merosot.  Muatan kurikulum yang diajarkan juga dibatasi. Mata pelajaran bahasa Indonesia dijadikan mata pelajaran utama, sekaligus sebagai bahasa pengantar. Kemudian, bahasa Jepang menjadi mata pelajaran wajib di sekolah. Akibatnya angka buta huruf menjadi meningkat dan kondisi pendidikan di Indonesia mengalami kemunduran. Hal ini disebakan karena pemerintah Jepang yang lebih berorientasi pada kemiliteran untuk kepentingan pertahanan Indonesia dibandingkan pendidikan.  – Pemerintahan B

Sejarah Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas X Kurikulum 2013 Sejarah Indonesia Kelas X Semester 2 Bab III Uji Kompetensi Halaman 183   Jelaskan dan buatlah peta jalur perdagangan alternatif setelah Malaka jatuh ke tangan Portugis pada tahun 1511! Tahun 1511 Malaka jatuh ke tangan Portugis. Akibatnya perdagangan Nusantara berpindah ke Aceh. Dalam waktu singkat Aceh berkembang sebagai bandar dan menjadi sebuah kerajaan yang besar. Para pedagang dari pulau-pulau lain di Indonesia juga datang dan berdagang di Aceh. Para pedagang mengambil jalur alternatif dengan melintasi semenanjung atau pantai barat sumatera ke selat sunda. Pergeseran ini melahirkan pelabuhan perantara yang baru, seperti Aceh, Patani, Pahang, Johor, Banten, Makassar dan lain sebagainya. Sejarah Indonesia Kelas X Semester 2 Bab III Uji Kompetensi Halaman 35

Karya Ilmiah Dengan Tajuk Sangiran Laboratorium Manusia Purba

Source: https://ujiansekolah.org/buatlah-karya-ilmiah-dengan-tajuk-sangiran-laboratorium-manusia-purba/

Artikel Terkait

Leave a Comment