Karakter Dan Kepribadian Anak Pertama Kali Dibentuk Oleh

Karakter Dan Kepribadian Anak Pertama Kali Dibentuk Oleh

Pengertian kepribadian anak adalah pola perilaku dan sikap terorganisir yang dapat membuat seorang anak menjadi individu unik.
Perkembangan kepribadian
anak akan terus terjadi seiring bertambahnya usianya.

Berkembangnya kepribadian anak bahkan telah dimulai sejak lahir. Pada dasarnya, setiap anak memiliki karakter unik yang telah dimilikinya sejak dilahirkan dan juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya.

Orangtua, guru, dan pengasuh berperan penting dalam proses pengembangan kepribadian yang baik pada anak. Simak penjelasan berikut untuk mengetahui tahap
perkembangan kepribadian
anak berdasarkan usia dan tips untuk membantu Anda dalam membantu mengembangkannya.

Perkembangan kepribadian anak berdasarkan usia




perkembangan kepribadian anak

Perkembangan kepribadian anak telah dimulai sejak lahir

Setelah memahami apa itu kepribadian anak, berikut adalah tahapan perkembangan
kepribadian anak
sejak bayi hingga remaja.

Dalam teori
perkembangan kepribadian
menurut Erik Erikson (seorang ahli psikologi dari Jerman yang terkenal dengan teori delapan tahap perkembangan pada manusia), inilah tahapannya:

1. Masa bayi (dua tahun pertama kehidupan)

Perkembangan kepribadian anak dimulai dari ia dilahirkan hingga berusia dua tahun. Pada tahap ini, anak belajar tentang kepercayaan dan ketidakpercayaan.

  • Saat bayi diasuh dan dicintai dengan baik, maka ia akan mengembangkan kepercayaan, rasa aman, dan optimisme dasar.
  • Saat bayi ditangani dengan buruk, maka ia menjadi merasa tidak aman dan belajar ‘ketidakpercayaan dasar’.
Baca :   Waktu Pertandingan Pencak Silat Terdiri Dari

2. Usia balita

Perkembangan kepribadian anak berikutnya dimulai dari usia 18 bulan – 2 tahun dan 3-4 tahun. Pada tahap ini, pengembangan kepribadian yang baik akan membuat anak memiliki rasa percaya diri.

Meskipun demikian, bagian awal dari tahap ini dapat mencakup masa
tantrum, keras kepala, dan perilaku negatif lainnya, tergantung pada temperamen anak.

3. Usia prasekolah

Tahap ketiga terjadi selama ‘usia bermain’ atau usia prasekolah, yakni sekitar tiga tahun hingga anak masuk sekolah formal. Perkembangan kepribadian terjadi dengan menggunakan imajinasi dan keterampilan bermain.

Di tahap ini, anak akan dapat bekerja sama dengan orang lain, belajar memimpin serta mengikuti. Jika ia tidak berhasil mempelajarinya, anak dapat menjadi takut, kesulitan bergabung dengan kelompok, serta memendam perasaan bersalah.

4. Usia sekolah

Perkembangan kepribadian anak berikutnya terjadi pada usia sekolah sadar kemungkinan hingga SMP. Dalam tahap ini, anak belajar menguasai keterampilan yang lebih formal dan dituntut lebih disiplin.

Kepribadian anak yang dapat terbentuk pada tahap ini adalah percaya diri, mandiri, dan penuh inisiatif, sehingga mereka bisa menjadi pribadi yang tekun. Namun, anak yang tidak percaya diri akan meragukan masa depan dan merasa rendah diri.

5. Masa remaja

Tahap kelima terjadi selama masa remaja, tepatnya dari usia 13 atau 14 tahun. Kedewasaan anak mulai berkembang pada periode ini.

Anak-anak yang dapat menyesuaikan diri dengan baik dapat mulai menginginkan pencapaian (ambisi) dan membentuk identitas seksual yang jelas seiring berjalannya masa remaja.

Mereka juga mulai mencari seseorang untuk dijadikan panutan atau inspirasi baginya dan secara bertahap mulai mengembangkan seperangkat tujuan dalam hidupnya.

Komponen kepribadian anak

Kepribadian terdiri dari tiga komponen, yaitu temperamen, lingkungan, dan karakter.
Perkembangan kepribadian
terjadi akibat interaksi ketiga komponen tersebut.

  • Temperamen

Temperamen adalah kumpulan sifat genetik yang menentukan bagaimana anak belajar memahami dan beradaptasi dengan segala hal yang ada di dunia ini. Beberapa gen mengendalikan perkembangan sistem saraf anak yang kemudian mempengaruhi kontrol perilakunya.

  • Lingkungan

Lingkungan adalah tempat pengasuhan anak di mana ia tumbuh dan berkembang. Selain temperamen, lingkungan menjadi hal yang paling menentukan dalam
perkembangan kepribadian
seseorang.

Baca :   Batuan Sedimen Yang Diendapkan Oleh Tenaga Air Disebut

Oleh sebab itu, pola asuh yang baik berperan dalam perkembangan
kepribadian anak
.

  • Karakter

Karakter merupakan kumpulan pola emosi, kognitif, dan perilaku yang dipelajari dari pengalaman. Hal ini menentukan bagaimana seseorang berpikir, merasa, dan berperilaku.

Karakter akan terus berkembang seiring dengan bertambahnya usia. Namun, juga banyak dipengaruhi oleh sifat bawaan dan pengalaman.

Tips membentuk kepribadian anak




Anak bermain bola

Memberikan waktu untuk bebas bermain memberikan dampak positif pada anak

Pengembangan kepribadian bukanlah hal yang sederhana dan berlangsung secara singkat. Diperlukan bimbingan dan tanggung jawab berkelanjutan dari orang-orang di sekitar anak, khususnya yang terlibat langsung dalam pengasuhan dan pendidikan.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mendorong perkembangan kepribadian yang positif pada diri anak.

1. Jauhi
labeling

Terkadang, anak melakukan hal-hal tertentu untuk mencari perhatian orangtua. Namun, j
angan memberikan anak julukan-julukan negatif seperti si cengeng, si bandel, dan sebagainya. Berbagai julukan negatif ini dapat membuat anak rendah diri dan sulit memperbaiki kesalahannya.

2. Menjadi pendengar yang baik

Anak-anak butuh perhatian sepanjang waktu. Cobalah sempatkan diri Anda untuk mendengarkan cerita anak secara rutin dengan sabar supaya membuat mereka merasa percaya diri dan aman atas kehadiran Anda.

3. Berikan waktu bermain bebas

Membiarkan anak aktif dan bebas, misalnya dalam kegiatan olahraga, dapat membawa pengaruh baik bagi perkembangan kepribadian dan fisiknya.

Anak bisa menjadi lebih ceria dan bebas dari stres. Di sisi lain, sebaiknya Anda membatasi waktu anak bermain
gadget
karena berpotensi menghambat perkembangan intelektual dan sosialnya.

4. Memaklumi kegagalan anak

Setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Janganlah bersikap terlalu keras saat anak tidak memenuhi harapan Anda. Kenali potensinya dan dukung anak untuk mengembangkannya dengan percaya diri. 
Hal ini juga merupakan bentuk kasih sayang Anda terhadap anak.

Baca :   Nama Tumbuhan Dan Cara Berkembang Biak

5. Berhenti membandingkan

Membanding-bandingkan anak dengan orang lain adalah hal yang buruk untuk perkembangan kepribadiannya. Jika selalu dibandingkan, anak akan merasa bahwa ia tidak cukup baik. Kondisi ini dapat membuat anak bingung terhadap identitasnya dan memicunya untuk meniru orang lain.

6. Jadilah panutan

Karakter dan kepribadian anak dibentuk oleh orangtua ataupun orang-orang disekitarnya. 
Anak-anak lebih cepat belajar dari apa yang mereka lihat ketimbang apa yang mereka dengar. Maka dari itu, Anda bisa memberikan contoh perilaku yang baik supaya membantu perkembangan kepribadian anak yang positif.

7. Berikan aturan tegas

Tegas bukan berarti harus keras. Aturan tegas tidak akan membingungkan anak mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, serta mendorong kepribadian anak yang lebih bertanggung jawab. 
Misalnya, dalam menyelesaikan tugas, anak harus menyelesaikannya sistematis dan tepat waktu.

Itulah tahapan perkembangan anak dan tips pengembangan kepribadian yang positif. Selalu perlakukan anak dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.

Jelaskan secara perlahan jika anak melakukan kesalahan. Hal ini dapat lebih efektif dalam mendorong anak untuk memperbaiki dirinya dan membangun kepribadian yang positif, dibandingkan memarahi atau meneriakinya.

Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.

Karakter Dan Kepribadian Anak Pertama Kali Dibentuk Oleh

Source: https://www.sehatq.com/artikel/seputar-perkembangan-kepribadian-anak-dan-tips-membimbingnya

Artikel Terkait

Leave a Comment