Kapan Berakhirnya Masa Praaksara Di Indonesia

Kapan Berakhirnya Masa Praaksara Di Indonesia

Kapan Zaman Pra-Aksara di Indonesia Berakhir? (Edisi Sejarah Indonesia)
– Ngomong-ngomong masalah sejarah Indonesia, pasti tidak terlepas dari yang namanya zaman pra-aksara yang mana zaman dimana paling awal manusia itu ada.

Sebelum digunakan istilah pra-aksara, digunakan istilah pra-sejarah. Yang tentu saja istilah tersebut kurang tepat untuk menggambarkan kondisi dimana peradaban manusia belum mengenal teks/tulisan.

Karena pra-sejarah berarti sebelum sejarah. Sedangkan sejarah adalah apa yang terjadi di masa lampu. Dengan begitu pra-sejarah, berarti masa dimana sebelum manusia itu ada bila kita berbicara mengenai sejarah manusia.

Ngomong-ngomong masalah pra-aksara, belum lengkap rasanya bila kita tidak berbicara tentang pengertiannya.

Pengertian Zaman Pra Aksara

Pra-aksara berasal dari dua kata, kata pertama yaitu pra yang berarti sebelum dan aksara berarti tulisan. Jad pra-aksara adalah masa kehidupan dimana manusia belum mengenal tulisan.

Bila ada yang pertama kapan zaman pra-aksara dimulai? Tentu saja zamannya dimulai ketika kehidupan manusia itu ada. Tapi pertanyaan yang sulit itu kemudian muncul, seperti kapan tepatnya manusia itu ada di bumi sebagai tanda zaman pra-aksara dimulai?

Butuh penelitian yang khusus dan panjang,dan kita juga perlu memahami kronologi perjalanan kehidupan manusia di bumi ini. Lagi pula, rentang yang sangat panjang kita mungkin hanya bisa mengira-ira saja.

Tapi kalau ada pertanyaan tentang kapan zaman pra-aksara di Indonesia berakhir? Mungkin masih bisa terjawab, tentu saja jawabannya adalah pada saat tulisan mulai dikenal di Indonesia.

Berdasarkan sejarah, Penduduk Indonesia baru mengenal tulisan atau memasuki zaman aksara sekitar abad ke-5 Masehi.

Tahun tersebut terbilang terlambat, pasalnya dibelahan bumi lain seperti Mesir misalnya, sudah mengenal tulisan sejak sekitar 3000 SM.

Fakta-fakta masa aksara di Kepulauan Indonesia dihubungkan dengan temuan prasasti peninggalan kerajaan tua seperti Kerajaan Kutai di Muara Kaman, Kalimantan Timur.

Baca juga : Sejarah Perkembangan PERS di Indonesia

Sekarang sudah tahu kan
kapan zaman pra-aksara di Indonesia berakhir, semoga bermanfaat yaa. Terimakasih.

Mengenal masa praaksara, sebelum mempelajari tentang bagaimana kehidupan masyarakat di Indonesia pada masa praaksara, terlebih dahulu kamu harus memahami apa yang dimaksud dengan masa praaksara. Agar kamu memahaminya, carilah informasi mengenai pengertian masa praaksara dari berbagai sumber, seperti buku bacaan, ensiklopedi, internet, atau sumber lainnya.

Baca :   Materi Haji Dan Umrah Kelas 10

Setelah membaca berbagai sumber mengenai pengertian masa praaksara dapat ditarik kesimpulan bahwa masa praaksara merupakan salah satu periode dalam kehidupan manusia ketika manusia yang belum mengenal tulisan. Praaksara berasal dari gabungan kata, yaitu pra dan aksara. Pra artinya sebelum dan aksara berarti tulisan. Dengan demikian, yang dimaksud masa praaksara adalah masa sebelum manusia mengenal tulisan. Masa praaksara disebut juga

dengan masa nirleka (nir artinya tidak ada, dan leka artinya tulisan), yaitu masa tidak ada tulisan. Masa praaksara dikenal pula dengan masa prasejarah. Mengapa tulisan menjadi pembatas waktu masa praaksara? Aksara atau tulisan adalah hasil kebudayaan manusia. Fungsi utama dari aksara ini adalah untuk berkomunikasi dan membaca tentang sesuatu. Sekelompok manusia yang telah mengenal tulisan, biasanya meninggalkan catatan-catatan tertulis kepada generasi berikutnya. Catatan itu dapat berupa batu bertulis (prasasti) dan naskah-naskah kuno. Dari catatan tertulis tersebut, kita dapat mengetahui kehidupan orang-orang zaman dahulu. Dengan demikian penemuan aksara merupakan faktor penting untuk mengetahui suatu peradaban.

Kapan masa praaksara

Kapan waktu dimulainya masa praaksara dan kapan waktu berakhirnya? Masa praaksara dimulai sejak manusia ada, itulah titik dimulainya masa praaksara. Adapun waktu berakhirnya masa praaksara adalah setelah manusia mulai mengenal tulisan. Berakhirnya masa praaksara tidak sama bagi tiap-tiap bangsa. Misalnya bangsa Mesir dan Mesopotamia, mereka telah mengenal tulisan kira-kira 3.000 tahun sebelum Masehi. Artinya, mereka telah meninggalkan masa praaksara kira-kira 3.000 tahun sebelum Masehi. Adapun masyarakat di Indonesia mulai mengenal tulisan sekitar abad ke-5 Masehi. Hal ini diketahui dari Yupa (batu bertulis peninggalan kerajaan Kutai) yang terdapat di Muara Kaman, Kalimantan Timur. Dengan demikian, bangsa Indonesia meninggalkan masa praaksara pada abad ke-5 Masehi.

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, pada masa praaksara manusia belum mengenal tulisan, maka tidak ada peninggalan tertulis dari masa praaksara. Lalu, bagaimanakah cara mengetahui kehidupan manusia pada masa tersebut? Kehidupan manusia pada masa praaksara dapat dipelajari melalui peninggalan-peninggalan yang ditinggalkan oleh manusia yang hidup pada waktu itu. Peninggalan itu dapat berupa artefak dan fosil. Artefak membantu kita untuk memperkirakan bagaimana perkembangan kehidupan manusia dan fosil membantu untuk mengetahui pertumbuhan fisik makhluk hidup pada masa praaksara.

Baca :   Buku Matematika Kelas 2 Sd Kurikulum 2013 Pdf

KOMPAS.com
– Kehidupan manusia di Indonesia telah ada sejak zaman prasejarah yaitu masa praaksara.

Praaksara berasal dari gabungan dua kata, yakni pra dan aksara.

Pra artinya sebelum, sedangkan aksara memiliki arti tulisan. Sehingga zaman praaksara merupakan zaman ketika manusia belum mengenal tulisan.

Zaman praaksara disebut juga dengan masa nirleka (nir artinya tidak ada, sedangkan leka artinya tulisan). Sehingga Nirleka merupakan masa tidak ada tulisan.

Baca juga: Kehidupan Zaman Praaksara

Dalam buku Kehidupan Masyarakat Pada Masa praaksara, Masa Hindu-Buddha, dan Masa Islam (2022) karya Tri Worosetyanigsih, masa praaksara disebut juga masa prasejarah, yaitu suatu masa manusia belum mengenal tulisan.

Keberadaan kehidupan manusia di Indonesia pada masa prasejarah dapat diketahui berdasarkan peninggalan yang berupa fosil (sisa makhluk hidup yang telah membatu) dan artefak (sisa perakatan manusia yang telah membatu).

Contoh beberapa artefak adalah Kjokkemoddinger atau sampah daput merupakan tumpukan kulit kerang yang menggunung atau membentuk bukit.

Kemudian juga Abris sous roche atau tempat perlindungan di bawah karang merupakan tempat tinggal yang digunakan manusia purba.

Pada masa tersebut untuk berkomunikasi dan menyampaikan pesan kepada yang lain bisa langsung ketemu, lewat orang lain, atau menggunakan simbol.

Bangsa Indonesia mengakhiri masa praaksara sekitar abad ke-4 masehi.

Pembabakan zaman prasejarah berdasarkan arkeologi dibedakan menjadi zaman batu dan zaman logam.

Baca juga: Peninggalan Zaman Praaksara

Zaman batu

Berdasarkan hasil temuan alat-alat yang digunakan dan dari cara pengerjaannya, zaman batu terbagi menjadi empat, yaitu zaman batu tua Palaeolithikum, zaman batu madya Mesolithikum, aman batu muda Neolithikum, dan zaman batu besar Megalithikum.

Zaman batu tua Palaeolithikum

Zaman batu tua berlangsung sekitar 600.000 tahun SM. Pada zaman tersebut banyak ditemukan peralatan yang terbuat dari batu untuk menunjang kehidupan manusia.

Zaman tersebut masih berpindah-pindah tergantung di mana sumber makanan atau buruan berada.

Sehingga cara hidup manusia pada zaman itu hanya berburu dan mengumpulkan makanan. Jadi masih tergantung pada alam.

Zaman batu madya Mesolithikum

Zaman batu madya alat–alat penunjang kehidupan manusia masih berifat kasar tapi sudah ada upaya untuk memperhalus alat.

Baca :   Macam Macam Alat Komunikasi Untuk Anak Tk

Kehidupan pada zaman tersebut mulai berkembang. Manusia sudah mengenal sistem masyarakat dan tidak lagi berkelompok.

Tempat tinggal sudah menetap di sebuah gua tidak lagi berpindah-pindah. Bahkan sudah mengenal cara bercocok tanam dan bagaimana pembagian tugas dalam sosial.

Baca juga: Zaman Batu: Pembagian Zaman dan Hasil Kebudayaan

Zaman batu muda Neolithikum

Kehidupan pada zaman tersebut kehidupan manusia sudah berkembang. Tidak lagi bergantung dari berburu, tapi sudah mengembangkan cara bercocok tanam, beternak.

Peralatan yang digunakan sudah lebih baik dihaluskan dan diasah, dan dibarengi dengan peralatan lainnya seperti gerabah atau kain tenun.

Untuk tempat tinggal sudah menetap dengan membuat rumah dari kayu, bambu, atau dedaunan.

Zaman batu besar Megalithikum

Zaman batu besar kehidupan sudah berkembang dan lebih baik. Pada zaman tersebut tidak hanya alat yang dihasilkan tapi juga ritual atau upacara.

Bangunan yang dihasilkan pada zaman batu besar seperti:

  • Menhir, tugu batu besar untuk memuja arwah nenek moyang.
  • Dolmen, meja batu yang memiliki kaki-kaki batu terbuat dari menhir. Dolmen berfungsi untuk menaruh sesaji atau digunakan untuk alat kubur atau peti kubur.
  • Peti Kubur Batu, berupa potongan batu yang disusun seperti peti mayat untuk penguburan.
  • Sarkofagus, keranda dari batu utuh (monolith)yang dianggap memiliki kekuatan
  • Waruga, merupakan peti batu yang berbentuk kubus atau bulat.

Dalam berkembangnya tingkat berpikir manusia untuk beraktivitas tidak hanya menggunakan bahan-bahan dari batu untuk alat-alat kehidupan tapi juga dari logam, seperti perunggu dan besi.

Baca juga: Zaman Logam: Pembagian Zaman, Teknik dan Peralatan yang Dihasilkan

Zaman logam

Pada zaman logam orang sudah dapat membuat alat-alat dari logam di samping alat dari batu.

Masyarakat pada waktu itu mengenal teknik pengolahan logam. Kemampuan manusia membuat alat-alat dan benda dari logam menandakan jika kebudayaan manusia sudah berkembang.

Zaman logam juga sering disebut zaman perundagian.

Pada zaman logam dibagi menjadi tiga zaman, yaitu zaman tembaga, zaman perunggu, dan zaman besi.

Dapatkan update
berita pilihan
dan
breaking news
setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kapan Berakhirnya Masa Praaksara Di Indonesia

Source: https://lovelyristin.com/kapan-berakhirnya-zaman-praaksara-di-indonesia-dan-buktinya-apa

Artikel Terkait

Leave a Comment