Jumlah Kromosom Autosom Pada Manusia Adalah

Jumlah Kromosom Autosom Pada Manusia Adalah

Struktur kromosom itu ada telomer, sentromer, dan lengan kromosom. Tapi, sebelum ke situ, apakah elo tahu pengertian, fungsi, bentuk, jenis, dan kelainan kromosom? Kita simak bareng-bareng, yuk!

Ada anak main ayunan

Di tiangnya ada cicak

Kromosom saja berpasangan

Masa elo nggak

Tenang, tenang, nggak perlu sewot gitu, ah. Semua akan berpasangan pada waktunya, kok. Sama seperti kromosom.

Pada dasarnya, kromosom dalam tubuh kita itu berpasangan. Ada yang bisa nebak berapa jumlahnya? Coba elo tebak-tebak dulu, karena jawabannya akan gue berikan di pertengahan uraian ini.

Namun, sama seperti kita saat ini, nggak semua kromosom berpasangan, lho. Sayangnya, kromosom yang nggak berpasangan di dalam tubuh kita itu menandakan adanya kelainan, guys.
Duhhh, semoga kita sehat selalu, ya.

Pasalnya, kelainan kromosom itu imbasnya ke tampilan dan fungsi tubuh kita. Tampilan fisik menjadi nggak normal, kesehatan terganggu, fungsi tubuh berjalan nggak semestinya, ada kecacatan mental, bahkan bisa menyebabkan kematian!

Udah penasaran apa itu kromosom, gimana struktur kromosom, hingga kelainan-kelainannya?
Cus, langsung saja kita bahas bareng-bareng di bawah ini!


Apa itu Kromosom?

Kromosom berasal dari kata


chrome


yang artinya warna dan


soma


yang artinya badan atau tubuh.

Jadi, kalau kita satukan, pengertian kromosom adalah badan yang bisa menyerap warna.

Eh, maksudnya gimana, sih?

Jadi gini, kromosom itu bisa dibilang sebagai kumpulan dari DNA dan protein histon yang terkondensasi. Maksud dari terkondensasi di sini adalah gimana caranya DNA dan protein dikemas sedemikian rupa supaya muat dalam sel.

Bagian sel yang mengandung kromosom adalah inti sel yang berisi DNA dan protein histon. (Arsip Zenius)

Kalau kita lihat-lihat pengertiannya, nih, materi genetik pembawa sifat atau kromosom terdapat pada sel bagian inti atau inti sel dan akan terlihat pada saat sel tersebut akan membelah, tepatnya pada saat metafase.

Baca Juga: Pembelahan Sel – Pengertian, Macam-Macam, dan Fungsinya


Fungsi Kromosom

Lalu, apa sebenarnya fungsi kromosom?

Sel harus terus diperbaiki atau diperbarui. Dengan kata lain, ia akan mengalami regenerasi untuk menggantikan sel-sel yang udah tua. Nah, upaya regenerasi tersebut dilakukan dengan cara pembelahan sel.

Pada saat pembelahan sel, kita bisa melihat kromosom dengan jelas. Nah, kromosom inilah yang memastikan bahwa DNA terbagi secara merata dengan sel baru selama pembelahan sel berlangsung. Hal ini tentu saja dilakukan untuk menjaga integritas (konsistensi pembelahan sel) dan ketepatan replikasi genom pada setiap siklus sel.

Di dalam kromosom itu ada DNA, artinya kromosom juga berperan dalam pewarisan sifat dari satu generasi ke generasi lain. Selain itu, kromosom juga berfungsi dalam mengontrol metabolisme sel dan pembentukan struktur protein.

Baca :   Gerak Brown Dalam Sistem Koloid Terjadi Karena

Baca Juga: Biografi Maurice Wilkins, Penemu Struktur DNA yang Terlupakan (1916-2004)


Struktur Kromosom

Setelah mengetahui bentuk kromosom seperti apa, elo penasaran, nggak, gimana struktur kromosom hingga membentuk seperti itu?

Kita bahas satu per satu, ya. Pertama, kita bahas dulu bagian-bagian kromosom.

Seperti yang udah gue singgung di atas, kromosom terbentuk dari DNA dan protein histon. Dari ikatan antara DNA dan protein dihasilkan nukleosom. Panjang dari nukleosom sekitar 10 nm. Lalu, nukleosom tersebut akan membentuk lilitan yang sangat banyak dan itulah yang menjadi penyusun kromatid.

Apa itu kromatid?

Kromatid merupakan salinan kromosom seperti sebuah buku dengan salinannya.

Ilustrasi kromatid dan gambarannya seperti buku dengan salinannya.
Nah, ini dia kromatid, salinan dari kromosom. (Arsip Zenius)

Lantas, struktur kromosom itu seperti apa, sih?

Ilustrasi struktur kromosom.
Ini dia struktur kromosom yang terdiri dari lengan, telomer, dan sentromer. (Arsip Zenius)

Telomer
merupakan bagian ujung dari kromosom yang berfungsi untuk mempertahankan kestabilan kromosom saat pembelahan sel. Selain itu, telomer juga berfungsi untuk melindungi kromosom. Sama seperti saat kita naik motor, nah kita butuh helm untuk melindungi kepala kita.

Sentromer
merupakan bagian tengah dari kromosom yang berfungsi sebagai tempat pelekatan kromosom dan sistem kromatidnya. Selain itu, sentromer juga berfungsi sebagai tempat pelekatan benang spindel untuk pembelahan sel.

Lengan kromosom
yang berisi untaian DNA dan protein. Bagian lengan yang panjang kita sebut saja
q
dan lengan yang pendeknya disebut lengan kromosom
p.


Bentuk atau Tipe Kromosom

Nah, buat yang dari tadi bertanya-tanya, seperti apa bentuk kromosom itu? Ternyata, bentuk kromosom itu bisa satu dan bisa sepasang dengan sistem kromatidnya. Bentuk sentromernya juga nggak melulu di tengah-tengah, lho, guys. Nih, elo bisa cek gambar kromosom di bawah ini.

Bentuk atau tipe kromosom.
Ini dia tipe atau bentuk-bentuk kromosom. (Arsip Zenius)

  • Metasentrik
    merupakan kromosom yang sentromernya ada di tengah kromosom. Jadi, seperti kita membagi dua bagian kromosom secara merata.
  • Submetasentrik
    merupakan kromosom yang letak sentromernya mendekati bagian tengah, tapi nggak di tengah-tengah pas, sehingga kromosomnya terlihat panjang sebelah.
  • Akrosentrik
    merupakan kromosom yang sentromernya terletak di antara tengah dan ujung lengan.
  • Telosentrik
    merupakan kromosom yang sentromernya ada di ujung kromosom.

Nah, setelah mengetahui tipe-tipe kromosom, sekarang kita beralih ke jenis atau macam-macam kromosom, ya.


Macam-Macam Kromosom

Berapakah jumlah kromosom penyusun sel tubuh manusia? Normalnya, manusia memiliki 23 pasang kromosom. Sebanyak 22 pasang adalah autosom dan sepasangnya lagi yang ke-23 adalah gonosom. Yaps, kromosom terbagi menjadi dua macam, yaitu autosom dan gonosom. Apa perbedaan keduanya? Kita bahas, yuk!

Ilustrasi autosom dan gonosom.
Autosom ada 22 pasang kromosom, gonosom ada 1 pasang kromosom. (Arsip Zenius)

1. Autosom

Autosom merupakan kromosom tubuh. Jadi, kromosom sebanyak 22 pasang inilah yang nantinya akan menentukan seperti apa tampilan tubuh elo. Misalnya, menentukan gimana warna rambut, warna kulit, bentuk tubuh, semua yang terlihat pada tubuh elo.

Pokoknya, semua hal yang ada di tubuh elo ditentukan oleh autosom.

2. Gonosom

Nah, kromosom yang menentukan jenis kelamin disebut gonosom. Itulah mengapa gonosom juga disebut dengan kromosom kelamin. Jadi, kromosom inilah yang menentukan apakah elo menjadi perempuan atau laki-laki.

Laki-laki memiliki kromosom “X” dan “Y”, sedangkan perempuan memiliki sepasang “X” kromosom.


Kelainan Kromosom

Seperti yang udah gue sampaikan sebelumnya, bahwa jumlah kromosom pada manusia adalah 46 atau sebanyak 23 pasang. Namun, ada juga manusia yang jumlahnya nggak segitu, guys. Hal itu karena adanya kelainan pada kromosom atau abnormalitas kromosom.

Baca :   Jaringan Tumbuhan Yang Berfungsi Memperbesar Batang Adalah

Nah, karena kromosom ini berperan bagi tubuh, maka kalau ada kelainan kromosom, maka akan berimbas juga pada tubuhnya. Apa saja, sih, kelainan kromosom pada manusia?
Secara garis besar, kita bisa bedakan kelainan kromosom menjadi dua, yaitu berdasarkan abnormalitas jumlah dan strukturnya.

Nah, kali ini, gue hanya akan membahas kelainan jumlah pada kromosomnya, ya.

Pada abnormalitas jumlah, kromosom pada tubuhnya ada yang hilang atau bertambah, guys. Hal itu bisa terjadi karena kesalahan dalam pemisahan atau pembelahan kromosom di fase meiosis I dan II.

1. Aneuploidi

Aneuploidi merupakan suatu kondisi di mana ada kromosom yang hilang atau bertambah akibat pemisahan gen yang nggak normal selama pembelahan sel.

Nah, kelainan ini bisa menyebabkan monosomi (hanya ada satu kromosom pada autosom, dengan kata lain kekurangan kromosom) dan trisomi (ada kelebihan jumlah kromosom pada autosom).

2. Poliploidi

Poliploidi merupakan suatu kondisi di mana ada kelebihan kromosom di semua pasang kromosom. Jadi, normalnya jumlah kromosom ada 46. Nah, pada penderita poliploidi, jumlah kromosomnya bisa menjadi 69 atau 92 kromosom, guys.

Apa yang terjadi kalau jumlah kromosomnya abnormal seperti itu? Ada yang saat bayi lahir bisa mengalami kematian mendadak. Ada juga yang mengalami kecacatan. Contohnya bisa seperti di bawah ini.

– Sindrom Down

Sindrom ini merupakan jenis trisomi, yaitu ada kelebihan jumlah kromosom ke-21. Gejala dari sindrom down, yaitu memiliki perkembangan fisik dan mental yang terhambat, tubuh pendek, telinga kecil, lidah besar dan menjulur, mata kecil dan sipit.

Penyebab dari sindrom down adalah kegagalan pembelahan sel gamet pada proses meiosis I atau II, sehingga ada kelebihan pada kromosom ke-21. Seperti ini gambaran kromosomnya.

Gambaran kromosom pengidap kelainan kromosom sindrom down.
Terlihat ada kelebihan kromosom yang ke-21, kan? (dok. RSND UNDIP)

– Sindrom Klinefelter

Tahu, nggak? Sindrom yang satu ini termasuk paling sering terjadi, lho, guys. Sindrom klinefelter merupakan kelainan kromosom
sex
atau gonosom pada laki-laki.

Terdapat tambahan kromosom X pada laki-laki. Normalnya, kromosom
sex
laki-laki adalah 46 (XY). Nah, ketika ia mengalami sindrom klinefelter, maka kromosomnya menjadi 47 (XXY). Tentu saja hal ini berpengaruh pada perkembangan kelaminnya.

Orang dengan kelainan ini mengalami kegagalan pada perkembangan testis. Misalnya, ukuran testisnya kecil dan fungsinya berkurang (hipogonadisme atau kelenjar seksual nggak menghasilkan hormon dalam jumlah yang cukup).

Jadi, meskipun secara penampilan ia maskulin, namun ia memiliki perkembangan feminin, seperti perkembangan payudara. Selain itu, laki-laki yang mengalami sindrom ini bersifat steril atau mengalami kemandulan.

Dari kedua contoh di atas, bisakah elo menyebutkan contoh kelainan kromosom yang lainnya?
Share
jawaban elo di kolom komentar, ya!

Oh iya, gue tahu, kok. Nggak semua dari elo suka baca materi pelajaran seperti uraian di atas. Sama
kayak
gue. Jujur, gue lebih suka nonton video penjelasan materi gitu daripada baca. Kalau elo sama
kayak
gue, elo bisa nonton video belajar Zenius dengan klik
banner
di bawah ini, ya.

klik banner ini untuk mempelajari materi biologi lebih lanjut


Contoh Soal Kromosom dan Pembahasannya

Tadi kita udah belajar tentang pengertian, bentuk, fungsi, jenis, kelainan, dan struktur kromosom. Nah, dari uraian di atas, kira-kira elo udah paham belum? Supaya makin paham, kita
review
lagi materi di atas sambil mengerjakan soal, yuk!

Baca :   Cara Diversifikasi Dalam Perdagangan Antarnegara Dapat Dilakukan Dengan

Contoh Soal 1

Pada tahap apakah struktur kromosom dapat dilihat?

A. Profase.

B. Metafase.

C. Anafase.

D. Telofase.

E. Interfase.

Jawab:
B. Metafase.

Pembahasan:

Kromosom akan mudah kita lihat ketika untai DNA mulai terkondensasi, artinya mulai menggumpal dan menggulung. Pada pembelahan sel, kromosom akan sangat terlihat jelas pada saat fase metafase.

Contoh Soal 2

Kromosom yang mengatur kucing dilahirkan jantan atau betina adalah….

A. Autosom.

B. Gonosom.

C. Autosom dan gonosom.

D. Gonosom dan autosom.

E. Kromosom.

Jawab:
B. Gonosom.

Pembahasan:

Kromosom yang menentukan jenis kelamin adalah gonosom. Sedangkan, autosom adalah jenis kromosom yang menentukan tubuh, seperti warna rambut, warna kulit, dan bentuk tubuh.

Contoh Soal 3

Kromosom sel somatik wanita normal terdiri di atas….

A. 23 pasang kromosom.

B. 22 pasang autosom dan sepasang gonosom X.

C. 22 pasang autosom dan gonosom XY.

D. Sepasang gonosom X.

E. Gonosom XY.

Jawab:
B. 22 pasang autosom dan sepasang gonosom X.

Pembahasan:

Pada manusia normal, jumlah kromosomnya adalah 23 pasang atau sebanyak 46 buah. Pada wanita normal, kromosom sel somatiknya adalah
44 buah autosom dan 2 buah kromosom X atau 22 pasang autosom dan sepasang gonosom X.

Contoh Soal 4

Kromosom haploid merupakan kromosom yang….

A. Jumlahnya dua kali dari kromosom kelamin.

B. Berpasangan.

C. Tidak berpasangan.

D. Jumlahnya setengah dari kromosom kelamin.

E. Jumlahnya sepasang.

Jawab:
C. Tidak berpasangan.

Pembahasan:

Kromosom yang berpasangan disebut dengan diploid (2n). Nah, kromosom yang tidak berpasangan disebut dengan haploid (n). Seperti yang kita ketahui, kromosom pada manusia itu berpasangan (2n) sebanyak 23 pasang atau 46 buah. 22 pasang autosom dan sepasang gonosom.

Baca Juga: Mengenal Meiosis dan Bedanya dengan Mitosis

*****

Segitu dulu uraian dari gue tentang pengertian, fungsi, bentuk, jenis, kelainan, dan struktur kromosom. Kalau elo ada pertanyaan, kritik, atau saran boleh banget langsung utarakan saja di kolom komentar. Nah, buat elo yang mau tes seberapa jauh kemampuan elo mengerjakan soal UTBK, elo bisa cobain try out yang mirip banget sama soal-soal UTBK dengan klik
link
di bawah ini!

Try Out bareng Zenius

Anyway, kalau elo langganan paket belajar Zenius, enggak cuma
try out
elo juga bakal dapat ribuan video pembelajaran ditemani tutor asik dan berpengalaman. Klik gambar di bawah ini ya, untuk intip paketnya!

SKU-BELI-PAKET-BLJR-1

Referensi:

Sindrom Down (Trisomi 21) – RSND (Rumah Sakit Nasional Diponegoro) UNDIP (2022).

Sindrom Klinefelter – Sari Pediatri, Divisi Endokrinologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI RS. Dr. Ciptomangunkusumo (2009).

Kelainan Genetik Klasik: Tinjauan Penciptaan Manusia dalam Perspektif Al-Qur’an – Mudarrisa IAIN Salatiga: Jurnal Kajian Pendidikan Islam (2013).

Jumlah Kromosom Autosom Pada Manusia Adalah

Source: https://www.zenius.net/blog/pengertian-jenis-struktur-kromosom

Artikel Terkait

Leave a Comment