Jelaskan Tentang Keadaan Alam Negara Brunei Darussalam

Jelaskan Tentang Keadaan Alam Negara Brunei Darussalam

ADMINISTRASI WILAYAH

Dalam perkembangan sejarahnya, Kota Pontianak pada awalnya merupakan daerah kesultanan, kemudian pada tahun 1959 dikembangkan menjadi Kotapraja dengan condition Daerah Otonomi Tingkat Ii. Selanjutnya daerah otonom ini disesuaikan dengan perkembangan dalam bidang pemerintahan, maka berdasarkan SK DPRD gotong Royong Nomor 12/KPTS.DPRD.GR/65 tanggal 31 Desember 1965, terbentuklah Kota Pontianak yang terdiri dari tiga kecamatan.

Setelah mengalami beberapa kali pemekaran wilayah administrasi, pada tahun 2008 terbentuk lagi satu kecamatan baru yaitu Pontianak Tenggara yang terdiri dari empat kelurahan, sehingga di Kota Pontianak sampai dengan saat ini terdapat enam kecamatan, yaitu Kecamatan Pontianak Selatan, Kecamatan Pontianak Timur, Kecamatan Pontianak Barat, Kecamatan Pontianak Kota, Kecamatan Pontianak Utara dan Kecamatan Pontianak Tenggara.

Kota Pontianak merupakan Ibukota Provinsi Kalimantan Barat, dimana luas keseluruhan wilayahnya mencapai 107,82 Km2.  Secara administrasi Kota Pontianak dibagi menjadi 6 (enam) Kecamatan dan 29 (dua puluh sembilan) Kelurahan, dimana Kecamatan di Kota Pontianak yang mempunyai wilayah terluas adalah Kecamatan Pontianak Utara (34,52 persen), diikuti oleh Kemcatan Pontianak Barat (xv,25 persen), Kecamatan Pontianak Kota (14,39 persen), Kecamatan Pontianak Tenggara (13,75 persen), Kecamatan Pontianak Selatan (xiii,49 persen) dan Kecamatan Pontianak Timur (viii,fourteen persen).

Secara geografis, Kota Pontianak mempunyai beberapa keunikan yang tidak dimiliki oleh kota-kota lain di Indonesia maupun di dunia. Keunikan Kota Pontianak antara lain adalah Kota Pontianak terletak dilintasan garis khatulistiwa, tepatnya berada pada ii° 05’ LU – 3° 05’ LS dan 108° 30’ – 114° 10’ BT. Karena terletak di Lintasan Garis Khatulistiwa, maka Kota Pontianak dijuluki sebagai Kota Khatulistiwa atau Kota Equator. Keunikan selanjutnya adalah Kota Pontianak juga dilintasi dan terbelah menjadi tiga (3) daratan oleh dua (2) buah sungai besar yaitu, sungai Kapuas dan sungai Landak. Dari segi Ketinggian, Kota Pontianak berkisar antara 0,1 meter sampai 1,fifty meter diatas permukaan laut dengan kemiringan lahan berkisar 0 – 2 persen.

Secara administratif wilayah Kota Pontianak berdekatan dengan beberapa pusat pertumbuhan Regional yaitu Batam, Pekanbaru, Natuna, Jakarta, Balikpapan, Pangkalan Bun. Kota Pontianak letaknya juga tidak jauh dari Negara Asean yang cukup berkembang seperti Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura. Bahkan Kota Pontianak berbatasan langsung dengan Negara Bagian Sarawak Malaysia, sehingga menjadi beranda terdepan Negara Indonesia dalam berinteraksi langasung dengan tetangga Malaysia.

LUAS WILAYAH

Kota Pontianak memiliki luas wilayah mencapai 107,82 km2 yang terdiri dari kecamatan dan kelurahan yang terbagi menjadi Rukun warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT). Kecamatan di Kota Pontianak yang mempunyai wilayah terluas adalah Kecamatan Pontianak Utara dengan luas 41.36 km2 atau 34,96% dari luas keseluruhan Kota Pontianak. Kecamatan dengan luas wilayah terkecil adalah Kecamatan Pontianak Timur dengan luas 12,00 km2 atau 1014% dari luas wilayah keseluruhan Kota Pontianak Sementara wilayah kecamatan lainnya yaitu Kecamatan Pontianak Barat, Kecamatan Pontianak Kota, Kecamatan Pontianak Tenggara dan Kecamatan Pontianak Selatan luasnya hampir sama. Keadaan ini terlihat dari sajian Tabel 2.2 tentang luas wilayah menurut kecamatan dan grafik 2.one tentang distribusi pembagian luas wilayah berdasarkan kecamatan di kota Pontianak.

No

Kecamatan

Luas (Km2)

Persentase

1.

Pontianak Utara

41,36

34,96%

2.

Pontianak Barat

16,24

13,73%

3.

Pontianak Kota

16,02

thirteen,54%

4.

Pontianak Tenggara

16,17

13,67%

five.

Pontianak Selatan

xvi,52

xiii,96%

vi.

Pontianak Timur

12,00

10,14%

BATAS ADMINISTRASI

Yang menarik dari luas wilayah dan letak geografis, bahwa kota Pontianak mempunyai three (tiga) daratan yang dibatasi 2 (dua) sungai. Kecamatan Pontianak Timur satu daratan dan Kecamatan Pontianak Utara satu daratan yang keduanya mengambil bagian hampir setengah dari luas Kota Pontianak. Sementara satu daratan lagi terbagi dari 4 (empat) kecamatan yaitu Kecamatan Pontianak Barat, Kecamatan Pontianak Kota, Kecamatan Pontianak Tenggara dan Kecamatan Pontianak Selatan.

Baca :   Mengapa Lumut Tidak Memiliki Pembuluh Angkut

Wilayah Kota Pontianak secara keseluruhan berbatasan dengan wilayah Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Kubu Raya, Adapun batas-batas wilayah adalah sebagai berikut:

  1. Bagian Utara    : Kecamatan Siantan dan Kabupaten Mempawah
  2. Bagian Selatan : Kecamatan Sungai Raya dan Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya
  3. Bagian Barat    : Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya
  4. Bagian Timur   : Kecamatan Sungai Raya dan Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya

Sedangkan jika dilihat dari batas wilayah masing-masing Kecamatan dengan wilayah Kabupaten adalah sebagai berikut :

  • Kecamatan Pontianak Selatan
    berbatasan dengan Kecamatan Sungai Raya dan (Desa Sungai Raya), Kecamatan Sungai Kakap (Desa Punggur Kecil)
  • Kecamatan Pontianak Timur
    berbatasan dengan Kecamatan Sungai Raya (Desa Kapur) Kecamatan Sungai Ambawang (Desa Kuala Ambawang)
  • Kecamatan Pontianak Barat
    berbatasan dengan Kecamatan Sungai Kakap (Desa Pal IX) & (Desa Sungai Rengas)
  • Kecamatan Pontianak Utara
    berbatasan dengan Kecamatan Siantan (Desa Wajok Hulu) Kecamatan Sungai Ambawang (Desa Kuala Ambawang) (Desa Mega Timur) & (Desa Jawa Tengah)
  • Kecamatan Pontianak Kota
    berbatasan dengan Kecamatan Sungai Kakap (Desa Pall 9) & ( Desa Punggur)

Jumlah Kelurahan, RW, dan RT di Kota Pontianak

Kecamatan

Jumlah Kelurahan

Jumlah RW

Jumlah RT

Pontianak Selatan

v

92

413

Pontianak Tenggara

four

47

189

Pontianak Timur

vii

91

414

Pontianak Barat

4

103

551

Pontianak Kota

v

120

515

Pontianak Utara

four

132

540

Jumlah

29

585

2.622

TOPOGRAFI

Kota Pontianak terletak di Delta Sungai Kapuas dengan kontur topografis yang relatif datar dengan ketinggian permukaan tanah antara berkisar antara 0.i southward/d 1.5 meter diatas permukaan laut. Dengan ketinggian permukaan wilayah tersebut, maka kota Pontianak sangat dipengaruhi oleh pasang surut air sungai sehingga mudah tergenang.

Ketinggian air dari permukaan tanah pada saat banjir di wilayah kota rata-rata50 cm. Pada pengamatan pasang surut melalui alat ukur ( pada koordinat 000’5” LU dan 10902’twenty” BT) diperoleh titik pasang tertinggi sebesar 2,42 meter, titik pasang terendah sebesar 0,07 meter dan muka laut rata-rata maksimal 0,89 meter).

Kota Pontianak terbelah menjadi tiga daratan dipisahkan oleh Sungai Kapuan Besar, Sungai Kapuas Kecil dan Sungai Landak dengan lebar 400 meter, kedalaman antara 12 sampai dengan 16 meter, sedangkan cabangnya mempunyai lebar sebesar 250 meter. Sungai ini selain sebagai pembagi wilayah fisik kota juga berfungsi sebagai pembatas perkembangan wilayah yang mempunyai karakteristik berbeda. Kurangnya jaringan penghubung yang dapat mengkoneksikan antar ketiga bagian wikayah Kota Pontianak menyebabkan wilayah kota seperti terkotak-kotak dengan fungsi dan perkembangan yang berbeda-beda sehinggainfrastruktur pendukungnya seperti jaringan jalan dan jembatan sangat berperan dalam mengimbangi perkembangan wilayah kota.

GEOLOGI DAN JENIS TANAH

Kondisi geologi  di Kota Pontianak termasuk ke dalam kategori wilayah peneplant dan sedimen alluvial yang secara fisik merupakan jenis tanah liat. Jenis tanah ini berupa gambut bekas endapan lumpur sungai Kapuas. Dengan kondisi tersebut, tanah yang ada sangat labil dan mempunyai daya dukung sangat rendah.

Kondisi geologi di Kota Pontianak terdiri dari jenis batuan endapan Alluvium dan Litoral yang masing-masing memiliki karakteristik sedikit berbeda. Batuan endapan Alluvium tersusun dari sediment, clastic dan alluvium dan merupakan hasil dari endapan terrestrial alluvium. Sedangkan batuan endapan litoral tersusun dari sediment, clastic dan fine dan merupakan hasil dari endapan litoral dan estuary. Dari tabel dapat dilihat bahwa sebagaian besar wilayah kota tersusun dari formasi jenis batuan alluvial, hanya bagian Pontianak Utara yang sebagian wilayahnya tersusun dari formasi tanah litoral.

Baca :   Panjang Sisi Kubus Yang Volumenya 2744 Dm Adalah

Jenis-jenis tanah disepanjang dungai-sungai beru merupakan pengendapan yang menghasilkan daerah
tropaquent
dibarengi dengan
tropofluevent
dan dalam kondisi tersaturasi permanen
fluvaquent.
Tropofluevent
danfluvaquent
berasal dari endapan akresi baru dari berbagai komposisi dan bentuk termasuk materi organik. Sabuk
tropaquent
melebar ke arah selatan mencapai pusat Kota Pontianak dan sungai Kapuas di dekatnya.

Jenis tanah di Kota Pontianak terdiri dari jenis tanah Organosol, Gley, Humus dan Aluvial dengan karateristik masing-masing berbeda satu dengan yang lainnya. Pada wilayah tanah yang bergambut ketebalan gambut dapat mencapai 1 – 6 meter, sehingga menyebabkan daya dukung tanah yang kurang baik apabila diperuntukkan untuk mendirikan bangunan besar ataupun untuk menjadikannya sebagai lahan pertanian.

HIDROLOGI

Kota Pontianak terbagi menjadi 3 wilayah bagian oleh Sungai Kapuas Besar, Kapuas Kecil dan Sungai Landak yaitu bagian utara meliputi Kecamatan Pontianak Utara, bagian timur meliputi Kecamatan Pontianak Timur dan bagian selatan meliputi Kecamatan Pontianak Selatan, Kecamatan Pontianak Kota dan Kecamatan Pontianak Barat.

Berdasarkan pembagian wilayah tersebut sistem jaringan drainase dibentuk oleh three sungai besar, saluran primer, saluran sekunder dan saluran tersier. Pada masing-masing wilayah bagian terbentuk jaringan drainase regional. Mengingat dalam sistem drainase regional bagian selatan terdapat saluran primer yang cukup banyak, maka dibagian selatan dibagi menjadi 4 subsistem jaringan drainase yaitu subsistem Sungai Belitung, subsistem Sungai Jawi, subsistem Sungai Tokaya dan subsistem Sungai Raya.

Persebaran Sungai dan Parit di Kota Pontianak

Subsistem Sungai Beliung adalah subsistem paling barat yang berbatasan dengan subsistem sungai Jawi disebelah timurnya. Batas antara subsistem ini dengan subsistem sungai jawi adalah Jl. Hasanuddin, Jl. HRA Rahman dan Jl. Husein Hamzah. Subsistem sungai jawi ini berbatasan dengan subsistem Parit Tokaya disebalah timurnya. Batas antara subsistem sungai jawi dengan sub sistem Parit Tokaya adalah Jl. HA Salim, Jl. GS Lelanang, Jl. Sultan Abdurahman, Jl. Sutan Syahril dan Jl. Prof. One thousand. Yamin. Batas antara subsistem Parit Tokaya dengan subsistem Sungai Raya adalah pertengahan lahan Universitas Tanjungpura dan terusannya.

Keempat subsistem di bagian wilayah selatan ini yang sering mengalami banjir adalah subsistem Parit Tokaya baik yang disebabkan oleh kondisi pasang surut air sungai Kapuas maupun karena hujan lokal dan aliran dari hulunya, dimana catchment area yang dilayani oleh DAS Parit Tokaya ini seluas 920 Ha.

KLIMATOLOGI

Berdasarkan letak geografis Kota Pontianak yang berada tepat dilalui oleh garis khatulistiwa, menjadikan kota Pontianak sebagai salah satu daerah tropik dengan suhu udara cukup tinggi serta diiringi kelembaban yang tinggi. Hasil pencatatan dari Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak menunjukkan bahwa pada tahun 2020 rata-rata temperatur udara di Kota Pontianak berkisar antara 23,5 °C hingga 34,7°C, sedangkan rata-rata tekanan udaranya sebesar 1011,0 mili bar. Kemudian Rata-rata kecepatan angin di Kota Pontianak berkisar antara one,4 knot hingga 27,8 knot dengan kecepatan angin terbesar terjadi pada Bulan Desember yaitu sebesar 37 knot. Selama tahun 2020 hari hujan terbanyak terjadi pada Bulan Januari yaitu sebanyak 27 hari dengan curah hujan sebesar 412,v mm.

Suhu Udara, Kelembaban, dan Tekanan Udara di Kota Pontianak

Tahun 2020

Bulan

Min

Maks

Rata-Rata

Rata-Rata Kelembaban

Rata-Rata

Tekanan Udara

Januari

24,0

33,1

27,i

86

1011,5

Februari

23,half dozen

33,ii

27,three

83

1012,2

Maret

23,4

35,0

27,ix

81

1011,4

April

24,3

35,2

28,i

82

1011,9

Mei

24,0

35,4

28,3

82

1010,v

Juni

23,six

35,four

28,ane

81

1010,8

Juli

22,4

34,5

27,two

83

1010,3

Agustus

23,1

35,2

27,seven

82

1010,6

September

22,9

35,1

27,0

83

1011,0

Oktober

23,5

35,2

27,five

82

1010,iii

November

23,half-dozen

34,3

27,1

85

1011,2

Desember

23,half dozen

34,ii

27,3

83

1010,ii

Rata-Rata

23,5

34,vii

27,6

82,8

1011,0

Baca :   Bagaimana Cara Mengukur Volume Benda Yang Bentuknya Tidak Beraturan

Untuk kecepatan angin dan arah angin di Kota Pontianak tergambar dari tabel ii.5, bahwa rata-rata kecepatan angin setiap bulannya (Januari 2020 sampai Desember 2020) sebesar 1,4 knot, dengan kisaran antara ane,one knot sampai 2,one knot. Kecepatan angin terbesar pada bulan Desember 2020 sebesar 2,ane knot dan kecepatan angin terkecil dibulan Mei 2020 sebesar 1,i knot. Tetapi kadang-kadang (walaupun kejadiannya hanya sebentar dan beberapa saat saja), kecepatan angin di Kota Pontianak cukup tinggi sampai mencapai 37 knot. Setiap bulan selama tahun 2020 terjadi kecepatan angin cukup tinggi, sehingga rata-rata tiap bulannya kecepatan cukup tinggi ini sekitar 27,8 knot (antara 19 knot – 37 knot).

 Kecepatan Angin dan Arah Angin di Kota Pontianak Tahun 2020

Bulan

Rata-Rata Kecepatan Angin

Kecepatan Angin Terbesar

Arah Angin Terbanyak

Januari

1,5

25

Timur Laut

Februari

i,4

19

Timur Laut

Maret

1,v

22

Barat Daya

April

1,5

27

Barat Daya

Mei

one,ane

xxx

Timur Laut

Juni

1,3

25

Selatan

Juli

one,ii

28

Selatan

Agustus

1,two

28

Timur

September

one,3

36

Timur

Oktober

ane,iv

34

Selatan

Nov

one,3

23

Barat

Desember

2,1

37

Barat

Rata-Rata

1,4

27,8

Barat

Sementara arah mata angin yang terjadi di Kota Pontianak (tabel four.5) sangat bervariasi, yaitu pada bulan Januari 2020, Februari 2020 dan Mei 2020 dengan arah angin terbanyak dari Timur Laut. Bulan Maret 2020 dan April 2020 arah angin terbanyak dari Barat Daya. Bulan Juni 2020, Juli 2020 dan Oktober 2020 arah angin terbanyak dari Selatan. Bulan Agustus 2020 dan September 2020 arah angin terbanyak dari Timur serta Nopember 2020 dan Desember 2020 arah angin terbanyak dari arah Barat. Dan selama tahun 2020 arah angin terbanyak di Kota Pontianak dari Selatan.

Jumlah hari hujan menunjukkan banyaknya hari dalam satu bulan yang ada turun hujannya di Kota Pontianak. Turun hujannya bervariasi dari rintik-rintik sampai sangat lebat. Berdasarkan data Tabel 2.6, rata-rata dalam satu bulan ditahun 2020 jumlah hari hujan sebanyak 23 hari. Bulan terbanyak dengan adanya hujan adalah Januari 2020 sebanyak 27 hari dan yang yang paling sedikit hujannya dibulan Maret 2020 sebanyak 16 hari. Sedangkan jumlah air yang jatuh dipermukaan tanah atau disebut curah hujan terbesar pada bulan Nopember 2020 sebanyak 565,4 mm dan curah hujan terendah pada bulan Desember 2020 sebanyak 194,4 mm. Sementara rata-rata curah hujan rata-rata tiap bulan selama tahun 2020 sebanyak 321,eight mm, dengan curah hujan tinggi diatas rata-rata adalah bulan Januari, Februari 2021, Juni 2020, Juli 2020, september 2020 dan Nopember 2020.

Jumlah Hari Hujan dan Curah Hujan di Kota Pontianak Tahun 2020

Bulan

Jumlah Hari Hujan

Curah Hujan

Januari

27

412,v

Februari

24

364,6

Maret

16

212,5

April

24

239,6

Mei

24

288,1

Juni

20

361,1

Juli

22

408,6

Agustus

21

165,3

September

23

446,1

Oktober

24

203,9

November

26

565,iv

Desember

21

194,4

Rata-Rata

23

321,8

—-***—-

Jelaskan Tentang Keadaan Alam Negara Brunei Darussalam

Source: https://bappeda.pontianakkota.go.id/page/kondisi-fisik-dasar-kota-pontianak-

Check Also

Fpb Dari 36 72 Dan 90

Fpb Dari 36 72 Dan 90 A link has directed you lot to this review. …