Sudah memutuskan untuk menikah, tapi enggak tahu golongan darah calon pasangan kita? Pasti banyak deh yang seperti ini! Ternyata, penting lho mengetahui apa golongan darah pasangan kita sebelum menikah dan apa rhesusnya. Alasannya, kedua hal ini kelak akan berpengaruh pada kesehatan janin yang kita kandung dan kondisinya setelah dilahirkan.

Apa itu golongan darah?

Kita mungkin hanya tahu apa golongan darah kita, namun tak tahu mengapa golongan darah bisa berbeda-beda.

Ternyata, penyebab mengapa ada berbagai golongan darah adalah antigen yang ada di permukaan sel darah merah. Para ilmuwan menggunakan dua jenis antigen untuk mengelompokkan golongan darah, yaitu antigen ABO dan antigen Rh.

Sistem golongan darah ABO membagi golongan darah menurut berbagai jenis antigen dalam sel darah merah dan antibodi dalam plasma. Dari pembagian ini, setiap orang akan memiliki 1 jenis golongan darah, yaitu A, B, O, dan AB.

Golongan darah seseorang tergantung pada gen yang diwarisi dari orang tua, jadi golongan darah kita sudah diketahui sejak lahir dan tidak dapat berubah di kemudian hari, ya.

Apa itu rhesus?

Lalu, yang dimaksud dengan rhesus (Rh) adalah jenis protein yang mungkin ada atau tidak ada dalam sel darah merah kita. Seseorang yang memiliki protein rhesus pada sel darah merahnya disebut sebagai Rh positif dan mereka yang tidak memilikinya disebut Rh negatif. Rhesus positif adalah golongan darah yang dimiliki oleh kebanyakan orang.

Baca :   Bola Peluru Dalam Tolak Peluru Diletakkan Pada

Lalu, apa pentingnya mengetahui golongan darah sebelum menikah?

Sebetulnya, golongan darah tidak berpengaruh pada kesehatan pasangan maupun kemampuan kita untuk memiliki anak. Namun, ada baiknya untuk mengetahui golongan darah pasangan kita jika terjadi keadaan darurat.

Contohnya saja, apabila pasangan kita membutuhkan tranfusi darah, maka kita bisa lebih cepat mencarikan donor darah yang tepat.

Selain itu, mengetahui jenis golongan darah dapat menghindari ketidakcocokan rhesus darah kita dan pasangan jika kita berencana untuk memiliki anak kelak.

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa ada dua jenis rhesus yaitu rhesus positif dan rhesus negatif. Jika kita dan calon pasangan sama-sama memiliki rhesus negative maupun sama-sama positif, hal ini tidak menjadi masalah. Nah, jika kita memiliki darah rhesus negatif, calon suami memiliki rhesus positif, maka kemungkinan besar janin nanti memiliki rhesus positif.

Ternyata, hal ini dapat menimbulkan risiko selama kehamilan dan munculnya inkompatibilitas (ketidakcocokan) rhesus.

Inkompatibilitas rhesus adalah kelainan pada bayi baru lahir akibat perbedaan golongan darah rhesus antara ibu dan anak seperti penjelasan sebelumnya. Kondisi ini terjadi ketika janin memiliki golongan rhesus positif, sedangkan rhesus ibu bergolongan negatif. Perbedaan ini membuat darah bayi masuk ke dalam tubuh ibu, dan dianggap sebagai “benda asing” oleh tubuh ibu sehingga sistem kekebalan tubuh ibu bereaksi dengan mengeluarkan antibodi.

Kondisi ini bisa membahayakan karena akan menyebabkan bayi menjadi kuning, lemas, mengantuk terus, dan pucat. Pada ibu, hal ini bisa menyebabkan komplikasi setelah kehamilan, sekalipun janin diaborsi.

Lalu, pasangan beda rhesus ini tidak boleh punya anak?

Meskipun berisiko, jika setelah cek golongan darah ditemukan bahwa calon ibu memiliki rhesus negatif dan calon ayah memiliki rhesus positif, maka akan diberikan suntikan anti-D untuk mencegah terbentuknya antibodi di tubuh ibu saat bertemu rhesus positif dari darah suaminya. Jadi, pasangan beda rhesus ini masih mungkin memiliki anak yang sehat.

Baca :   Worksheet Bahasa Indonesia Kelas 1 Sd

Jadi, mengetahui golongan darah pasangan sedini mungkin merupakan tindakan pencegahan bila terjadi kondisi darurat medis seperti tranfusi darah dan pencegahan adanya inkompatibilitas pada janin. Segera cek golongan darah kita dan pasangan, ya!

Artikel terkait:

  • Manfaat Tes Kesehatan Pranikah, dari Malam Pertama hingga Cegah Keturunan Stunting
  • Mengenal Tes Kesehatan Mental sebelum Menikah
  • Stamina Prima Calon Pengantin, Ini Kuncinya
  • Mengapa Tes Kesehatan Pranikah Harus 3 Bulan Sebelumnya?

Photo created by freepik – www.freepik.com

caribidan

caribidan

caribidan

caribidan