Contoh Soal Distribusi Sampling Rata Rata

Contoh Soal Distribusi Sampling Rata Rata

Sebelumnya, pada artikel tentang penelitian kuantitatif, disebutkan bahwa salah satu tahapan pada metodenya adalah teknik pengumpulan dan analisis data. Dalam teknik analisis data sendiri, ada berbagai cara yang bisa dipilih dan digunakan, asalkan sesuai dengan sub-sub metode penelitianmu. Nah, di antaranya yang terkenal adalah uji F dan T.

Daftar Isi

  • 1
    Pengertian Uji F
  • 2
    Tahapan Uji F
  • 3
    Rumus Uji F
  • 4
    Contoh Uji F

    • 4.1
      Contoh 1
    • 4.2
      Contoh 2
  • 5
    Pengertian Uji T
  • 6
    Rumus Uji T
  • 7
    Contoh Soal Uji T
  • 8
    Kesimpulan Uji F & Uji T


Pengertian Uji F

Salah satu teknik pengujian statistika yang terkenal adalah uji koefisien regresi secara simultan serentak atau yang lebih akrab disapa dengan uji F. Uji F biasa digunakan untuk membandingkan 2/lebih perlakuan kelompok atau objek/data, yang masing-masing perlakuannya dilakukan ulangan.

Uji F digunakan dalam percobaan,
group sampling
dan
sub group sampling. Nah, uji F ini dilakukan untuk melihat variabel independen secara serentak/bersama, berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen atau tidak. Uji F digunakan untuk menguji keberartian model regresi yang digunakan. Uji F juga akan berhubungan dengan uji ANAVA atau ANOVA.


Tahapan Uji F

Sumber: pngdownload.id

Berikut tahapan dalam uji F yang biasa digunakan para peneliti:

  • Buat hipotesis

Buatlah H
dan Ha
sebagai hipotesis penelitianmu. H
inilah yang akan digunakan sampai akhir kriteria pengujian nantinya.

  • Tentukan tingkat signifikansi

Tingkat signifikansi yang standar dan biasa digunakan adalah a= 5% (0,05).

  • Tentukan nilai F hitung
  • Tentukan F tabel
  • Tentukan nilai signifikansi
  • Kriteria pengujian


Rumus Uji F

Dalam Uji F dilakukan perumusan Fhitung
yaitu

Baca :   Isyarat Analog Biasa Dinyatakan Dengan Gelombang

F =

(Suharyadi dan Purwanto, 2014)

KR = JK / dk

dengan:

KR = kuadrat rata-rata

JK = jumlah kuadrat

dk atau db = derajat kebebasan

Uji F juga bisa dihitung dengan rumus berikut

KMA =

KMK =

F =

JKA =

Dengan:

Tk²= kuadrat total kolom

nk    = jumlah pengamatan setiap perlakuan (kolom)

X     = jumlah seluruh pengamatan

k      = jumlah perlakuan

N      = total jumlah sampel perlakuan

Syaratnya:

  • Jika F hitung > F tabel maka H
    ditolak dan Ha
    Artinya, semua variabel bebas adalah penjelas yang signifikan terhadap variabel terikat.
  • Jika F hitung < F tabel maka H
    diterima dan Ha
    Artinya, semua variabel bebas bukan penjelas yang signifikan terhadap variabel terikat.


Contoh Uji F

Langsung saja, berikut adalah contoh uji F.


Contoh 1

Uji F untuk parameter Total Solid (TS) Biogas Limbah Cair Tapioka dengan Starter Biodekstran

Perlakuan Hari ke- (%)
1 18 35
P1 0.1137 0.10509 0.03918 0.2580
P2 0.1142 0.09430 0.19935 0.4078
P3 0.0853 0.09316 0.03018 0.2086
0.3132 0.2926 0.2687 0.8744
nrow 3
nkolom 3
ntotal 9

FK =

JKTotal =

= 0.104044 – 0.085 = 0.019044

JKPerlakuan =

=
 = 0.0071

JKGalat = JKTotal – JKPerlakuan = 0.019044 – 0.0071 = 0.0119

KR Perlakuan =

KR Galat =

Fhitung =

Tabel ANAVA (sidik ragam)

Sumber Ragam Db JK KR F hitung F tabel (5%)
Perlakuan 2 0.0071 0.003568 1.798 5.14
Galat 6 0.0119 0.001985
Total 8 0.019044

Kesimpulan: F hitung < F tabel­ = Ho diterima, Ha ditolak.

Artinya, parameter Total Solid (TS) tidak berpengaruh nyata terhadap produktivitas biogas limbah cair tapioka.

Berikut tabel distribusi F untuk soal contoh 1. Kamu bisa amati cara mencari f tabelnya.


Contoh 2

Ada 5 siswa yang mengikuti ujian Bahasa Inggris yaitu listening, reading dan speaking. Mereka dinilai dengan skor 1 – 20. Berikut skor ujian kelima siswa tersebut.

Baca :   Apakah Yang Dimaksud Konsep Ekonomi Perang
Siswa Listening Reading Speaking Total
X1
X1
2
X2
X2
2
X3
X3
2
A 10 100 15 225 10 100
B 15 225 15 225 10 100
C 5 25 10 100 5 25
D 12 144 15 225 5 25
E 20 400 10 100 5 25
Tk 62 65 35 162
nk 5 5 5 15
X2 894 875 275 2044

dk pembilang = k – 1 = 3 – 1 = 2

dk penyebut = N – k = 15 – 3 = 12

Perhatikan tabel di atas. Nah, dari tabel distribusi F dengan α = 0,05 didapatkan F tabel 3,89

JKA   =

=

= 1858,8 – 1749,6 = 109,2

KMA      =

=

= 54,6

JKK         =

= 2044

= 185,2

KMK      =

=

= 15,43

JKT         =

=

= 294,4

atau       JKT = JKA + JKK = 109,2 +185,2 = 294,4

Fhitung
=
    =
   = 3,54

Fhitung
< Ftabel        maka H
diterima dan Ha
ditolak.

Artinya, tidak ada pengaruh pada skor 3 jenis ujian Bahasa Inggris dari kelima siswa tersebut.

Baca juga:
Metode Penelitian Kuantitatif


Pengertian Uji T

 Uji T
Sumber: pixabay.com

Uji signifikasi individual atau yang lebih dikenal dengan uji statistik T merupakan proses analisis data secara parsial. Uji T ini nantinya akan menunjukkan berapa banyak pengaruh variabel independen secara parsial, terhadap variabel dependen. Uji T tujuannya untuk melihat sejauh mana pengaruh secara parsial dari variabel bebas terhadap variabel terikat. Uji T lebih sering digunakan untuk data yang jumlahnya lebih sedikit yaitu kurang dari 30.

Selain itu, uji T digunakan jika nilai parameter sudah diketahui (ditentukan) dan data terdistribusi normal. Uji T dibagi menjadi 3 jenis yaitu uji T 1 sampel, 2 sampel berpasangan dan sampel bebas. Caranya dengan membandingkan ttabel
dengan thitung. Setiap nilai T hasil perhitungan, akan dibandingkan dengan T tabel yang didapatkan menggunakan taraf nyata (biasanya 0,05).


Rumus Uji T

Rumusnya:

t =

t =

(Suharyadi dan Purwanto, 2014)

Ket.:

t = nilai signifikan (t hitung) yang nantinya dibandingkan dengan t tabel

r = koefisien korelasi

n = banyaknya sampel

βn = koefisien regresi setiap variabel

Baca :   Logo Smk Bisa Smk Hebat Png

Sβn = standar eror setiap variabel

Sedangkan untuk uji t dua sampel berhubungan (berpasangan), dihitung dengan:

t =

di mana

D = selisih nilai kelompok 1 dan kelompok 2

n = ukuran sampel

Kriteria uji dalam Uji t:

  • Koefisien α = 0,5
  • df (dk) = n-2

Syarat berikutnya adalah:

  • Jika α < 0,05 dan t hitung > t tabel maka H
    Artinya, terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel independen terhadap dependen.
  • Jika α > 0,05 dan t hitung < t tabel maka H
    Artinya, terdapat pengaruh yang tidak signifikan pada variabel uji.


Contoh Soal Uji T

Ada 5 wanita berusia 30 tahun yang sedang menjalani program diet, dengan aturan makan yang sama. Berat badan mereka ditimbang di awal dan setelah 3 bulan diet berjalan.

t tabel = t(1-1/2α)(n-1)
= t0,975(4)
= 3,9

Peserta Bulan 1 Bulan 10 D
K 120 110 10 100
L 80 75 5 25
M 90 81 9 81
N 100 95 5 25
O 75 72 3 9
n = 5 32 240

t    =

=

=
     =

t hitung = 4,83

t tabel = 3,9

t hitung > t tabel = H
ditolak

Kesimpulannya, tidak ada perbedaan berat badan wanita antara sebelum dan sesudah diet selama 3 bulan. Bisa diartikan juga, diet selama 3 bulan tidak berpengaruh nyata terhadap berat badan wanita (yang diuji).

Baca juga:
Instrumen Penelitian Kuantitatif


Kesimpulan Uji F & Uji T

Jadi, uji F digunakan untuk menghitung/mengukur besarnya perbedaan varian antara dua atau beberapa kelompok uji. Sedangkan uji T lebih digunakan untuk mengukur/menghitung perbedaan dari dua atau beberapa mean antar kelompok.

Contoh Soal Distribusi Sampling Rata Rata

Source: https://tambahpinter.com/uji-f-uji-t/

Artikel Terkait

Leave a Comment