Apa Fungsi Pola Lantai Dalam Sebuah Tarian

Apa Fungsi Pola Lantai Dalam Sebuah Tarian

Pengertian Pola Lantai: Jenis, Fungsi, dan Contoh Pola Lantai Tari Tradisional Indonesia


Bobo.id –Pola lantai adalah posisi penari atau formasi penari ketika menampilkan suatu pertunjukan seni tari.

Pola lantai penting ada di sebuah tarian agar pertunjukan tari semakin menarik dan membuat suatu tarian terlihat dinamis.

Biasanya, pola lantai bisa ditentukan dari jumlah penari, ukuran panggung, dan alur cerita sebuah tarian.

Dengan begitu, penonton pun akan menikmati keindahan gerak tari.

Selain itu, pola lantai juga mempunyai beberapa jenis, fungsi, dan contoh pola lantai pada tari tradisional.

Untuk lebih jelasnya, teman-teman bisa menyimaknya dari pembahasan berikut ini. Yuk, simak!


Jenis-Jenis Pola Lantai


1. Pola Lantai Garis Vertikal

Pola lantai garis vertikal, penari membentuk barisan lurus ke arah depan dan belakang.


Baca Juga: Masih Bisa Makan Enak, Ini 6 Makanan dan Minuman yang Baik untuk Diabetes

Jumlah barisan ini bisa satu atau lebih, tergantung pada jumlah penari. Dari pola lantai garis vertikal, kesan yang ditampilkan adalah menyatu dan kuat.

Nantinya, pola lantai garis vertikal juga bisa dikembangkan lagi menjadi pola zigzag dan diagonal.

Pola zigzag adalah di mana posisi penari berselang-seling di sisi kanan dan kiri.

Sedangkan, pola lantai diagonal adalah posisi penari membentuk barisan lurus tetapi menyerong ke kanan atau ke kiri.


2. Pola Lantai Garis Horizontal

Pola lantai garis horizontal ini posisi penari berada dalam satu garis lurus ke arah kanan dan kiri.

Baca :   Lemparan Kedalam Pada Permainan Sepak Bola Dilakukan Apabila

Jumlah baris bisa satu atau lebih tergantung pada jumlah penari. Dari pola lantai garis horizontal ini kita akan mendapatkan kesan kebersamaan dan sejajar.

Sama seperti pola lantai garis vertikal, pola lantai garis horizontal juga bisa dikembangkan lagi jadi pola lantai zigzag.

Nantinya, posisi penari bisa berselang-seling ke depan dan ke belakang dalam satu barisan.


Baca Juga: 6 Kucing yang Punya Warna Bulu Langka di Dunia, Kucingmu Salah Satunya?


3. Pola Lantai Garis Diagonal

Pola lantai garis diagonal, memungkinkan posisi setiap penari berselang-seling secara bergantian ke depan dan ke belakang.

Dari pola lantai ini kita akan merasakan kesan dinamis dan lincah.

Bahkan pola lantai ini bisa divariasikan posisi menyerong, dari kanan depan ke kiri belakang atau kiri depan ke kanan belakang.

Jika ingin lebih rumit, pola lantai diagonal ini juga bisa dikembangkan lagi menjadi pola lantai berbentuk tanda silang (X) dan bentuk pola lantai V.


4. Pola Garis Lengkung

Pada pola lantai garis lengkung, posisi penari akan membentuk setengah lingkaran ke dalam atau ke luar.

Jadi, pola lantai ini akan berbentuk cembung atau cekung, jika dilihat dari depan. Dengan pola lantai jenis ini, kita akan mendapatkan kesan yang lembut.


Selain itu, dari pola lantai garis lengkung ini juga bisa dikembangkan lagi jadi pola lantai lingkaran penuh atau membentuk angka delapan.


Baca Juga: Unsur-Unsur Pendukung Tari Tradisional, Mulai dari Pola Lantai hingga Iringan


Fungsi Pola Lantai

Penggunaan lantai tidak hanya memberikan kesan yang dinamis dan indah dari penari, lo. Tetapi, pola lantai juga mempunyai beberapa fungsi penting seperti berikut ini.

1. Membuat gerakan penari terlihat kuat dan jelas.

Baca :   Dalil Tentang Makanan Halal Dan Haram

2. Membantu penari menonjolkan peran yang ia jalankan dalam suatu pertunjukan tari.

3. Menghidupkan tokoh yang harus diperankan penari.

4. Membantu penari untuk menyesuaikan diri pada tata panggung.

5. Membuat tarian semakin indah dan menarik.


Contoh Pola Lantai yang Digunakan dalam Tari Tradisional Indonesia


1. Tari Bedhaya Ketawang


Baca Juga: Cari Jawaban Materi Kelas 6 SD/MI Tema Menuju Masyarakat Sejahtera, Apa Arti Kosakata Sulit dalam Teks ‘Tari Merak’ Sesuai KBBI?

Tari Bedhaya Ketawang yang berasal dari Yogyakarta ini mempunyai nama pola lantai yang berbeda.

Jenis pola lantai yang digunakan adalah rakit lajur, ajeng-ajengan, iring-iringan, lumebet, endhel-endhel, dan rakit tiga-tiga.


2. Tari Pendet

Tari Pendet adalah tari yang berasal dari Bali. Tari tradisional ini mempunyai pola lantai berbentuk V dan pola lantai garis horizontal.


3. Tari Kuda Lumping

Tari Kuda Lumping ini berasal dari daerah Jawa dan mempunyai pola lantai yang terus berganti-ganti.

Umumnya, Kuda Lumping mempunyai pola lantai gabungan dari pola lantai melingkar, pola lantai vertikal, dan pola lantai horizontal.


4. Tari Jaipong

Tari Jaipong yang berasal dari Sunda ini mempunyai pola lantai yang dinamis, karena gerakannya terinspirasi dari gerakan pencak silat.


Baca Juga: Contoh Soal dan Pembahasan Materi Beragam Seni dari Lukis hingga Tari

Biasanya, tari Jaipong mempunyai pola lantai horizontal, vertikal, dan diagonal.

Nah, itulah pengertian dari pola lantai, beserta jenis-jenisnya, fungsinya, dan contoh pola lantai dari tari tradisional Indonesia.


Tonton video ini, yuk!




—-



Ayo, kunjungi




adjar.id




dan baca artikel-artikel pelajaran untuk menunjang kegiatan belajar dan menambah pengetahuanmu. Makin pintar belajar ditemani adjar.id, dunia pelajaran anak Indonesia.




Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Baca :   Berikut Ini Yang Bukan Dampak Pemanasan Global Terhadap Ekosistem Adalah










Video Pilihan



Apa Fungsi Pola Lantai Dalam Sebuah Tarian

Source: https://bobo.grid.id/read/083128314/pengertian-pola-lantai-jenis-fungsi-dan-contoh-pola-lantai-tari-tradisional-indonesia?page=all

Artikel Terkait

Leave a Comment