• Modul Pengembangan Kurikulum 2 (MD4080U215 – MOOC22022)


    • Selamat datang
       peserta didik Program Magister Pendidikan Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.


      Pendahuluan

      Kurikulum merupakan segala bentuk pengalaman belajar yang direncanakan, diimplementasikan dan dievaluasi. Kurikulum mencakup seluruh komponen mulai dari tujuan pendidikan, kompetensi yang akan dicapai, karakteristik mahasiswa, strategi pendidikan, metode pengajaran dan pembelajaran, asesmen dan evaluasi program.  Dalam kurikulum berbasis kompetensi, kompetensi yang akan dicapai di akhir pendidikan, menjadi acuan utama dalam penyusunan kurikulum. Kesinambungan antara kompetensi yang akan dicapai, strategi pendidikan dan metode pengajaran-pembelajaran dan asesmen berperan penting dalam upaya menjamin agar seluruh proses di dalam kurikulum menjamin sasaran.

      Kurikulum adalah komponen utama suatu program pendidikan. Program pendidikan dinilai berdasarkan kurikulum yang khusus dirancang untuk program pendidikan tersebut. Seluruh pelaksanaan proses belajar dan evaluasi selama masa pendidikan harus merujuk pada kurikulum yang disusun. Akuntabilitas suatu program pendidikan salah satunya bergantung pada ada tidaknya dokumen kurikulum yang lengkap dan valid.

      Pengembangan kurikulum merupakan suatu siklus dari mulai analisis kebutuhan lulusan, penyusunan kurikulum, penetapan metode pembelajaran dan evaluasi hasil pembelajaran hingga evaluasi proses dan keluaran kurikulum.  Hasil dari evaluasi proses dan keluaran kurikulum ini menjadi masukan penting untuk proses perbaikan atau pengembangan kurikulum berikutnya.  Sesuai dengan standar internasional (WFME, 2003), kurikulum merupakan suatu perencanaan yang dinamis dan perlu terus diperbarui dan diperbaiki.

      Pengembangan kurikulum dalam program pendidikan dokter, dokter spesialis dan profesi kesehatan dapat menerapkan prinsip yang sama, dengan memerhatikan berbagai konteks dan karakter yang spesifik di masing-masing program pendidikan. Penerapan kurikulum berbasis kompetensi dalam setiap program pendidikan juga memerlukan pemahaman tentang area kompetensi dan kompetensi yang dikembangkan, pencapaian kompetensi yang perlu diatur secara bertahap, evaluasi yang berkesinambungan dan karakteristik peserta didik.

      Kemampuan dalam pengembangan kurikulum merupakan salah satu area kompetensi yang harus dimiliki oleh para lulusan Magister Pendidikan Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.  Pencapaian kompetensi ini akan difasilitasi secara terstruktur mulai dari  semester I-III. Modul Pengembangan Kurikulum dalam semester 2 memiliki beban 2 SKS, dan disebut Modul Pengembangan Kurikulum (curriculum development) 2.  Modul ini merupakan kelanjutan dari Modul Pengembangan Kurikulum 1, sehingga kompetensi yang dicapai dalam modul tersebut sangat penting dalam proses pencapaian sasaran pembelajaran Modul Pengembangan Kurikulum 2.


      Tujuan Umum

      Modul pada semester 2 ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta program dalam menyusun perencanaan dan melakukan pengembangan kurikulum pendidikan dokter, dokter spesialis dan profesi kesehatan, serta merencanakan evaluasi terhadap kurikulum yang berjalan.

      Modul ini akan berlanjut pada semester 3, dengan pembahasan lebih mendalam dan detil tentang filosofi perubahan kurikulum di tingkat program studi, strategi perubahan yang dapat diterapkan, penyusunan kurikulum di tingkat modul, dan evaluasi suatu kurikulum program pendidikan.


      Tujuan khusus (sasaran pembelajaran)

      Pada akhir pembelajaran modul, saat dihadapkan pada data sekunder tentang kurikulum pendidikan dokter, dokter spesialis dan profesi kesehatan atau komponennya, peserta diharapkan mampu:

      1. Menerapkan berbagai teori dan filosofi yang relevan dalam pengembangan kurikulum.
      2. Menganalisis komponen suatuinstructional designdalam modul kurikulum berbasis kompetensi.
      3. Mendesain penerapan kurikulum inti dan kurikulum pilihan.
      4. Merumuskan pentahapan pencapaian kompetensi (milestones) dan menyusun pemetaan kurikulum (curriculum mapping), termasuk menerapkan konsepentrustable professional
        activities(EPA) dalam konteks pendidikan yang sesuai.
      5. Menjelaskan prinsip dan cara penjaminan mutu dalam kurikulum pendidikan.
      6. Mendeskripsikan prinsip evaluasi kurikulum dan merumuskan cetak biru evaluasi kurikulum.
      7. Menjelaskan cara evaluasi lingkungan pendidikan (educational environment).
      8. Menyadari bahwa evaluasi hasil pembelajaran merupakan bagian evaluasi kurikulum
      9. Menganalisis berbagai data relevan untuk evaluasi dan perbaikan kurikulum


      Analisis Sasaran Pembelajaran






      Pengampu Modul


      dr. Titien

      dr. Ardi Findyartini, PhD

      dr. Diantha

      dr. Diantha Soemantri, MMedEd, PhD

      [email protected] [email protected]


      Metode Pengajaran

      1. Kuliah interaktif
      2. Diskusi kelompok
      3. Tugas individu atau kegiatan mandiri terstruktur

    • Orientasi Mata Kuliah

      Peserta didik dapat mempelajari gambaran umum Modul Pengembangan Kurikulum 2 melalui video berikut ini:

      Peserta didik dapat mengunduh
      Buku Pedoman Kerja Mahasiswa (BPKM)
      Modul Pengembangan Kurikulum 2

      disini
      .

  • Teori dan Filosofi dalam Pengembangan Kurikulum

    curriculum


    Sasaran Pembelajaran

    Pada topik ini, peserta didik diharapkan mampu:

    •  Menerapkan berbagai teori dan filosofi yang relevan dalam pengembangan kurikulum


    Pokok Bahasan

    1. Filosofi pengembangan kurikulum
    2. Kurikulum berbasis kompetensi
    3. Tantangan pendidikan dokter, dokter spesialis dan profesi kesehatan


    Sub Pokok Bahasan

    • Kurikulum program pendidikan dokter
    • Kurikulum program pendidikan dokter spesialis
    • Kurikulum program pendidikan profesi kesehatan
    • Adaptasi prinsip administratif universitas dalam pendidikan profesi


    Rujukan Minimal

    1. Cooke M, Irby DM, O’Brien BC (2010). Educating physicians: A call for reform of medical schools and residency. Stanford: Jossey-Bass A Wiley Imprint
    2. Harden RM, Crosby JR, Davis MH (1999). AMEE guide No. 14: Outcome-based education: Part 1 – An introduction to outcome based education.
      Medical Teacher
      21(1) :7-14.
    3. Frank JR, et al. (2010). Competency-based medical education: theory to practice.
      Medical Teacher
      32: 638-645.
    4. ten Cate O, Scheele F  (2007). Competency-based postgraduate training: Can we bridge the gap between theory and clinical practice? Academic Medicine 82: 542-547.
    5. Hawkins et al (2015). Implementation of competency-based medical education: are we addressing the concerns and challenges. Medical Education 49: 1086-1102

  • Instructional Design

    instructional design


    Sasaran Pembelajaran

    Pada topik ini, peserta didik diharapkan mampu:

    •  Mampu menganalisis komponen suatu
      instructional design
      modul (Buku Rancangan Pengajaran) dalam kurikulum berbasis kompetensi


    Pokok Bahasan

    1. Komponen
      instructional design
    2. Matriks buku rancangan pengajaran kurikulum berbasis kompetensi


    Rujukan Minimal

    1. Kemp JE. (1998) Instructional design: A plan for unit and course development. 3rdedition.
    2. Morrison GR, Ross SM, Kalman AK, Kemp JE (2011). Designing effective instruction. 6thedition . Wiley John Wiley & Sons, Inc.
    3. Harden RM (2002). Learning outcomes and instructional objectives: is there a difference? Medical Teacher 24: 151-155.
    4. Harden RM, Crosby JR, Davis MH, Friedman M (1999). AMEE Guide no 14. Outcome based education: part 5-From competency to meta-competency: a model for the specification of learning outcomes.
      Medical Teacher
      21(6): 546-552.

  • Kurikulum Inti dan Kurikulum Pilihan

    core and electives




    Sasaran Pembelajaran

    Pada topik ini, peserta didik diharapkan mampu:

    •  Mendesain penerapan kurikulum inti dan kurikulum pilihan sesuai dengan kompetensi inti yang harus dicapai dan kebutuhan institusi.


    Pokok Bahasan

    1. Kurikulum inti (core curriculum)
    2. Kurikulum piihan (elective)


    Rujukan Minimal

    1. Riley SC (2009). Student selected components (SSCs): AMEE Guide no 46.
      Medical Teacher
      31: 885-894.
    2. Lumb A & Murdoch-Eaton (2014). Electives in undergraduate medical education: AMEE Guide No. 88. Medical Teacher 36: 557-572

  • Milestones & Curriculum Mapping

    milestones


    Sasaran Pembelajaran

    Pada topik ini, peserta didik diharapkan mampu:

    •  Merumuskan pentahapan pencapaian kompetensi (milestones) dan  melakukan pemetaan kurikulum (curriculum mapping)


    Pokok Bahasan

    1. Peran
      curriculum mapping
      dalam perencanaan dan evaluasi kurikulum berbasis kompetensi
    2. Metode
      curriculum mapping
    3. Entrustable Professional Activities
      (EPA)


    Sub Pokok Bahasan

    • Pemanfaatan hasil
      curriculum mapping
    • Sumber data untuk
      curriculum mapping
    • Perumusan EPA


    Rujukan Minimal

    1. Harden RM (2001). AMEE guide No. 21: Curriculum mapping: a tool for transparent and authentic teaching and learning.
      Medical Teacher: 23(2) p 123-137.
    2. ten Cate O, Scheele F  (2007). Competency-based postgraduate training: Can we bridge the gap between theory and clinical practice? Academic Medicine 82: 542-547
    3. ten Cate et al (2015). Curriculum development for the workplace using Entrustable Professional Activities (EPAs): AMEE Guide no 99. Medical Teacher. Early Online 1-20.
    4. Carracio CL, Benson BJ, Nixon J, Derstine PL (2008). From the educational bench to the clinical bedside: Translating the Dreyfus developmental model to the learning of clinical skills. Academic Medicine 83: 761- 767.
    5. The Family Medicine Milestones Project (2014). Journal of Graduate Medical Education. Supplement

  • Penjaminan Mutu

    QA


    Sasaran Pembelajaran

    Pada topik ini, peserta didik diharapkan mampu:

    •  Menjelaskan dan merencanakan program penjaminan mutu dalam kurikulum pendidikan dokter dan dokter spesialis


    Pokok Bahasan

    1. Program penjaminan mutu
    2. Benchmarking
      program penjaminan mutu


    Sub Pokok Bahasan

    • Definisi penjaminan mutu
    • Program penjaminan mutu sesuai akreditasi nasional
    • Program penjaminan mutu sesuai akreditasi internasional


    Rujukan Minimal

    1. Corrigan O, Ellis K, Bleakley A, Brice J (2010). Quality in medical education In: Swanwick T (ed) Understanding Medical Education: evidence, theory and practice. London: Wiley-Blackwell p 379-391.
    2. Dolmans D, Stalmeijer R, Van Berkel H, Wolfhagen I (2011). Quality assurance of teaching and learning: enhancing the quality culture In: Dornan T, Man K, Scherpbier A, Spencer J (eds). Medical Education: theory and practice. Churchil Livinston-Elsevier. p 257-263
    3. Karle, H (2006). Global standards and accreditation in medical education: A view from WFME. Academic Medicine 81: S43-S48
    4. World Federation for Medical Education (2015). Basic Medical Education: WFME global standards for quality improvement. Copenhagen Denmark: WFME office.
    5. World Federation for Medical Education (2015). Postgraduate Medical Education: WFME global standards for quality improvement. Copenhagen Denmark: WFME office.
    6. Accreditation Council of Graduate Medical Education (2013). Common program requirements (downloaded fromhttp://www.acgme.org/acgmeweb/Portals/0/PFAssets/ProgramRequirements/CPRs2013.pdf, accessed 16 Agustus 2013)
    7. Konsil Kedokteran Indonesia (2012). Standar Pendidikan Profesi Dokter Indonesia.

  • Evaluasi Kurikulum



    evaluasi kurikulum


    Sasaran Pembelajaran

    Pada topik ini, peserta didik diharapkan mampu:

    •  Mendeskripsikan prinsip evaluasi kurikulum dan merumuskan cetak biru evaluasi kurikulum


    Pokok Bahasan

    1. Prinsip evaluasi kurikulum
    2. Langkah-langkah evaluasi kurikulum
    3. Model evaluasi kurikulum


    Sub Pokok Bahasan

    • Model RUFDATA
    • Level evaluasi kurikulum Kirkpatrick
    • Metode pengumpulan data evaluasi


    Rujukan Minimal

    1. Goldie J (2006). AMEE Education Guide no 29: Evaluating educational programmes.
      Medical Teacher: 21(1):210-224
    2. Kirkpatrick DL, Kirkpatrick JD (2006). Evaluating training programs. San Fransisco: Berret-Koehler Publishers Inc.
    3. Sanders M.Beginning an evaluation with RUFDATA: theorising a practical approach to evaluation planning.
      Evaluation
      6(1): 7-21, diunduh dari http://www.centreforexcellence/org.uk/usersdoc/rufdatajuly.pdf

  • Evaluasi Lingkungan Pendidikan



    evaluasi lingkungan pembelajaran


    Sasaran Pembelajaran

    Pada topik ini, peserta didik diharapkan mampu:

    •  Menjelaskan cara evaluasi lingkungan pendidikan sebagai bagian dari evaluasi kurikulum secara keseluruhan


    Pokok Bahasan

    1. Definisi lingkungan pendidikan
    2. Cara evaluasi lingkungan pendidikan


    Sub Pokok Bahasan

    • Lingkungan pendidikan dan konteks pendidikan
      undergraduate, postgraduate


    Rujukan Minimal

    1. McAleer S, Soemantri D, Roff S (2009). Educational environment  In: Dent, JA. Harden RM (eds). A practical guide for medical teachers. Churchil Livingstone Elsevier. 3rd
      edition.

  • Evaluasi Akhir

    survey