3 Tumbuhan Yang Berkembang Biak Secara Generatif

3 Tumbuhan Yang Berkembang Biak Secara Generatif

Perkembangbiakan dilakukan oleh tumbuhan dan hewan namun sistemnya yang membedakan keduanya. Pada tumbuhan terdapat berbagai jenis cara perkembangbiakan yaitu perkembangbiakan secara generative dan vegetative, namun semua hal tersebut harus sesuai dengan ketentuan yang telah ada. Perkembangbiakan generative merupakan perkembangan yang sangat umum dilakukan oleh makhluk hidup. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangbiakan anatra hewan dan tumbuhan ini memiliki kesamaan yaitu sama-sama menggunakan sel gamet untuk menghasilkan keturunan baru. Pada hewan menggunakan sel telur dan sel sperma, sedangkan untuk tumbuhan menggunakan berbagai cara yang beragam. Salah contoh banyak tumbuhan yang berkembangbiak secara spora.

Secara umum tumbuhan melakukan perkembangbiakan untuk menambahkan individu baru agar tidak mengalami kepunahan tumbuhanserta menjaga keseimbangan ekosistem. Keseimbangan ekosistem akan terjaga tergantung dnegan pemanfaatan tumuhan, apabila pemanfaatan tumbuhan terganggu maka keseimbangan ekosistem pun akan terganggu.

A. Pengertian Spora

Spora merupakan kumpulan beberapa sel yang terbungkus oleh lapisan pelindung (haploid atau diploid). Selain itu spora memiliki ukuran yang relative kecil dan sulit dilihat dengan mata telanjang harus menggunakan alat bantu berupa mikroskop. Spora sendiri memiliki sifat dorman pada setiap jenis tumbuhan Dorman merupakan kondisi dimana tidak berkembang dan tidak aktif. Oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa sel dorman hanya mampu tumbuh pada lingkungan yang telah memenuhi ketentuan atau persyaratan yang telah ada akan berkembang menjadi individu baru.

Spora dan biji dapat dikatakan dalam perkembangbiakan hampir mirip karena tujuan ialah untuk dipersebar luaskan untuk memperoleh keturuan baru. Apabila dilihat dari sisi anatomi dan evolusi keduanya dapat dikatakan sama, karena pada dasarkan tumbuhan berbiji dapat dipandang dari sudut padang evolusi yang menghasilkan spora.

B. Jenis-jenis Spora

Setelah mengetahui pengertian spora, maka mari kita simak untuk jenis-jenis spora. Banyak masyarakat yang menyebutkan spora ialah tumbuhan yang tidak memiliki biji, seperti tumbuhan paku-pakuan dan lumut-lumutan. Jenis-jenis spora dapat dibedakan berdasarkan beberapa hal salah satunya berdasarkan fungsinya antara lain :

1. Spora sebagai alat persebaran yang umumnya untuk tumbuhan yang memiliki non biji, seperti lumut, fungi dan Myxozoa. Namun untuk bagian tersebut juga dikenal dengan sebutan diaspora.

2. Endospora dan eksospora merupakan spora dari bakteri tertentu yang telah terbentuk yang tujuannya sebagai alat pertahanan untuk hidup dari kondisi ekstrim.

3. Klamidospora atau dikenal dengan chlamydospore memiliki fungsi yang hampir sama dengan endospore, namun yang membedakannya pada bagian yang dihasilkan berupa fungsi.

4. Zigospora merupakan alat persebaran haploid dari fungsi Zygomycota, yang mana pada spora ini memiliki dinding tebal dan mampu tumbuh madasdenjadi konidium (zigosporangium).

C. Contoh Tumbuhan Yang Berkembang biak Dengan Spora

Tumbuhan yang mampu berkembangbiak secara spora antara lain tumbuhan paku, tumbuhan lumut, tumbuhan suplir, tumbuhan jamur, tumbuhan rane, tumbuhan azolla, tumbuhan paku air, tumbuhan pakis, tumbuhan kiambang dan ganggang. Secara umum letak spora dapat dilihat pada bagian daun tumbuhan yang terdapat pada bagian belakang, berbentuk serbuk dan disimpan di dalam kota spora yang dikenal dengan sporangium.

Pada proses perkembangbiakan spora dari tumbuhan paku memiliki dua tahap dalam daur hidupnya (metagenesis). Kedua tahap tersebut dikenal dengan gametofit dan sporofit. Pada tumbuhan paku yang bentuk fasenya sporofit (tumbuhan dengan spora) akan menghasilkan spora, sedangkan untuk bentuk generasi gametofit (tumbuhan dengan gamet) dinamakan dengan protalus atau protalium yang tumbuhan berkukuran kecil berupa lembaran dengan warna hijau yang hampir mirip dengan lumut hati, namun tidak memiliki akar, batang dan daun.



Pada prosesnya protalium akan tumbuh dari spora yang jatuh dari tempat yang lembab. Kemudian protalium akan menghasilkan anteridium (sel kelamin jantan) dan arkegonium (sel telur) dengan ukuran yang sangat kecil sulit untuk dilihat dengan mata secara langsung tanpa bantuan alat khusus. Pada proses pembuahan sel telur tidak dapat dilakukan sendiri namun membutuhkan bantuan air sebagai media spermatozoid berpindah dengan berenang menuju arkegonium untuk membuahi sel telur. Hal tersebut akan berlanjut dengan ovum yang telah terbuahi akan berkembang menjadi zigot dan kemudian akan tumbuh menjadi sporofit baru.

Baca :   Sebutkan 5 Manfaat Beriman Kepada Qada Dan Qadar

Beberapa contoh tumbuhan paku seperti kelompok Selaginellales dan Salviales memiliki spora jantan yang berukuran relative sangat kecil yang dikenal dengan mikrospora, sedangkan untuk spora betina dikenal dengan megaspore ataupun makrospora. Pada gejala tersebut dikenal dengan heterospori, namun untuk kelompok dengan ukuran spora yang sama dikenal dengan homospor.

Namun apabila dilihat atau diperhatikan secara seksama bahwa tumbuhan berbiji atau Spermatophyta juga memiliki daur hidup seperti paku heterospor, namun telah banyak berevolusi lebih jauh dan menghasilkan simpulan bahwa pada tahap gametofitnya tidak mampu hidpu mandiri dan harus disangga dengan kehidupan dari sporofit. Untuk spora yang dihasilkan langsung akan tumbuh menjadi serbuk sari (jatan) atau pun kantung embrio (betina).

Setelah mengetahu berbagai informasi mengenai pengertian dan jenis-jenis spora maka mari kita simak untuk contoh tumbuhan apa saja yang mampu berkembang biak secara spora, karena tidak semua tumbuhan mampu tumbuh dengan cara spora. Namun untuk sekarang ini tumbuhan yang sering dan bayak ditemukan adalah tumbuhan lumut, karena mudah untuk berkembangbiak dan mudah ditemukan asalkan tempatnya memiliki tingkat kelembaban yang tinggi. Oleh karena itu mari kita simak apa saja contoh tumbuhannya untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang kita miliki.


1. Tumbuhan Lumut

Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan hijau yang berukurann sangat kecil yang tumbuh pada tempat-tempat yang lembab, seperti tumbuh di pinggir-pinggir kali, diatas batu bata dan ditas tanah dengan tingkat kelembaban yang tinggi. Pada perkembangbiakan melanjutkan keturunan untuk menciptakan individu baru ini terbilang unik. Metaginesis merupakan cara untuk melanjutkan keturunan yang ditandai dengan pergiliran antara generasi seksual dan aseksual. Pada generasi penghasil gamet akan pergi ke penghasil spora atau dikenal dengan sebutan gamtofit ke sporofit.

2. Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku banyak dikenal oleh masyarakat dengan sebutan yang beragam, namun secara umum dikenak dengan tumbuhan pakis yang termasuk dalam tumbuhan paku-pakuan. Pada tumbuhan paku ini adalah salah satu tumbuhan yang tergolong dalam Tracheophyta atau system pembulu sejati yang tidak memproduksi biji sebagai kelanjutan keturunan, melainkan dengan cara melepaskan spora. Selain itu tumbuhan paku tergolong dalam kelompok kormus yang artinya bagian tubuh yang nyata terdiri dari akar, batang dan daun. Pada tumbuhan paku ini tidak menghasilkan biji, namun mampu berkembangbiak secara spora. Pada bagian sporangium untuk tumbuhan paku dapat ditemukan di bagain bawah daun, apbila daun dibalik makan sporangium akan terlihat di bagian tepi daun-daun paku tersebut.

3. Tumbuhan Jamur

Jamur atau fungi adalah tumbuhan yang memiliki sel tunggal dan adapun yang memiliki banyak sel serta tidak berklorofil. Pada dasarnya fungi atau jamur merupakan organisme eukariotik. Dimana sel jamur memiliki dinding yang terdiri dari beberapa kitin. Selain itu jamur tidak memiliki bunga serta tidak berbuah dan tidak berbiji. Jamur pada umumnya berkembangbiak secara spora dengan bentuk dan warna yang beragam jenis serta sering tumbuh pada tanah yang lembab, sedikit menerima cahaya dan tanah yang mengandung senyawa-senyawa organic yang bermanfaat sebagai sumber makanan. Tubuh jamur sendiri hampir 90% mengandung kndungan air. Jamur yang berkembangbiak secara spora ini biasanya dapat ditemukan di daerah yang lembab misalkan pada tumbuhan dan hewan yang sudah mati dan makanan yang telah basi. Pada jamur tempe sendiri letak sporangium berada pada ujung hifa yang menggembung. Pada bagian hifa tersebut akan berbentuk benang-benang yang kemudian akan menyususn tubuh jamur.

4. Tumbuhan Rane

Tumbuhan rane tergolong dalam tumbuhan yang berpembuluh yang termasuk dalam suku selaginellaceae. Pada tumbuhan rane ini berkembangbiak secara spora bebas yang dianggap sebagai bagian dari rumbhan Pteridophyta. Pada tumbuhan rane ini memiliki ciri seperti daunnyan berukuran kecil dan sederhana disebut dengan mikrofil yang menyerupai sisik pipih dan tidak bertangkai, namun hak tersebut mampu menghasilkan dua tipe spora yang berbeda ukurannya. Pada bagian pertumbuhan cabang dan daunnya tidak berupa gulungan membuka atau seperti paku sejati. Secara umum tumbuhan rane berkembangbiak secara spora yang umumnya hampir sama dengan lumut dan jamur.

Baca :   Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Persebaran Flora Dan Fauna

5. Tumbuhan Paku Air

Pada tumbuhan paku air ini termasuk pada tumbuhan paku-pakuan. Habitat tumbuhan paku air ini dapat ditemukan di arean yang dialiri oleh air seperti di area persawahan bahkan area sungai. Tumbuhan paku air ini dipengaruhi oleh keberadaan aliran airnya, apabila air tersebut semakin sedikit atau bahkan hilang makan tumbuhan paku air secara perlahan akan mati. Pada tumbuhan paku air ini berkembangbiak secara spora.

6. Tumbuhan Azolla

Pada tumbuhan azolla termasuk dalam tumbuhan paku air yang pada bagian daunya engapung di atas permukaan air dan untuk bagian akarnya menggantung di bawah air. Menurut pendapat masyarakat tumbuhan azolla dikenal dengan sebutan ganggeng, mata lele ataupun dengan mata air. Tumbuhan azolla ini sering ditemukan pada daerha-daerah yang tergenang oleh air seperti selokan, kolam, persawahan, sungai ataupun danau. Namun pada sisi lain tumbuhan azolla mampu hidup di daerah tropis, misalkan pada negara-negara Amerika dan Asia bahkan Indonesia. Secara umum ukuran tumbuhan azolla sangat kecil yang berkisar antara 1 – 2 cm dengan warna daun yang hijau muda mengkilap, hijau merah dan hijau orange pada bagian daunnya. Pada dasarnya tumbuhan azolla termasuk tumbuhan yang lemah terhadap suhu dingin yang dapat mengakibatkan tumbuhan tersebut menjadi mati.

7. Tumbuhan Suplir

Tumbuhan suplir termasuk golongan tumbuhan yang berfungsi sebagai hiasan suatu ruangan atau sudut tertentu. Tumbuhan suplir ialah tumbuhan yang bermarga Adiantum. Tumbuhan suplir ini berkembangbiak secara generative melalui tahap spora yang terletak pada bagian tepi sisi bawah daun yang sudah dewasa. Tumbuhan suplir memiliki bentuk dan tampilan yang unik dank has yang secra umum mampu dibedakan dari jenis-jenis tumbuhan paku-paku lainnya. Pada bagian daun tumbuhan suplir ini tidak berbentuk memanjang akan tetapi cenderung membulat. Spora terlindungi oleh adanya sporangium yang dilindungi oleh indusium. Pada bagian bawah daun pada bagian tepi terdapat kumpulan-kumpulan indisium (sorus) yang terlindungi dengan adanya lipatan daun. Pada bagian tangkai berwarna hitam dan mengkilap yang memiliki sisik-sisik halus saat dewasa. Pada seiring waktu pertumbuhan tumbuhan suplir untuk bagian daun akan membentuk melingkat ke dalam dan perlahan-lahan akan membuka serta akarnya akan semakin serabut dan tumbuh dari rimpang.

8. Tumbuhan Kiambang

Tumbuhan kiambang adalah salah satu jenis tumbuhan paku air yang bisa mengapung di atas permukaan air. Secara umum tumbuhan kiambang dapat ditemukan di kolam-kolam ikan dan sebagainya, di sawah dan di danau ataupun di sungai yang aliran airnya tenang. Berdasarkan dari beberapa pendapat bahwa tumbuhan kiambang termasuk tumbuhan yang berasal dari Brasil bagian Tenggara dan Argentina bagian utara. Ciri umum pada tumbuhan kiambang ialah memiliki rimpang horisontal yang terletak di bawah permukaan air serta dua jenis daun yang mengapung dan terendam. Pada tumbuhan pakis yang dewasa akan banyak menghasilkan kantung spora yang berbentuk telur yang secara alami akan mengandung spora yang tidak subur. Tumbuhan kiambang tidak memiliki akar sejati, namun pada bagian daun yang terendam berfungsi sebagai akar. Dimana terdapat tiga daun yang gelungan artinya dua dau mengambang dan satu terendam. Pada saat daun yang mengambang maka posisinya berlawanan dengan yang lain dengan bentuk bulat sampai bentuk lonjong. Apabila diperhatikan secara saksama pada bagian permukaan atas daun-daun tumbuhan kiambang memiliki barisan papilla silindris yang terdiri dari empat bulu pada ujung distalnya.

9. Tumbuhan Pakis

Tumbuhan pakis adalah tergolong dalam tumbuhan paku-pakuan. Pada tumbuhan pakis ini perkembangbiakan secara spora dapat dilihat pada bagian belakang daun tumbuhan paku-pakuan. Warna yang dimunculkannya pun berwarna bitnik-bintik hitam, bitnik-bintik tersebut merupakan kumpulan dari berbagai spora yang telah menyatu dan ada. Namun untuk beberapa waktu spora yang berupa bitnik-bintik tersebut akan pecah dan kemudian spora keluar yang setelah itu akan berterbangan karena adanya angina. Pada saat spora yang berterbangan makan akan jatuh ke tanah kemudian akan tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan paku yang baru. Selain angin spora juga dapat tersebar melalui air dan ke bawa oleh binaang secara tidak langsung. Namun spora yang terbawa oleh binatang ini jarang terjadi.

10. Ganggang

Ganggang salah satu tumbuhan yang tidak memiliki akar, batang dan daun secara bentuknya. Namun pada ganggang memiliki kandungan klorofil yang bersifat autotroph yang artinya mampu membuat makanan sendiri. Tubuh ganggang terdiri dari satu sel atau uniseluler, namun terdapat juga banyak-banyak sel atau multiseluler. Pada ganggan uniseluler hidup sebagai fitoplakton, sedangkan untuk ganggang multiseluler dapat hidup sebagai bentos, nekton dan perifiton. Letak spora atau sporangium pada ganggan terletak pada tubuh ganggan itu sendiri yang setiap sporanya dilengkapi dengan adanya bulu cambuk atau buli getar yang berfungsi sebagai alat geral dai dalam air. Secara umum spora pada ganggang dikenal dengan sebutan zoospore. Perkembanganbiakan spora pada ganggang ini tergantung dengan kondisi sekitarnya, saat mendapatkan tempat yang sesuai dan cocok, maka zoospore akan menempel dan berkembang biak menjadi tumbuhan yang baru.

Baca :   Bank Soal Kelas 6 Semester 2

Jika kita perhatikan kembali dari ke sepuluh contoh tumbuha tersebut terdapat beberapa tumbuhan yang dapat dikonsumsi oleh manusia, salah satunya tumbuhan pakis yang banyak dioleh masyarakat sebagai bahan pangan membuat sayur. Selain itu masyarakat percaya bahwa tumbuhan itu aman untuk dikonsumsi apabila pengelolahannya dilakukan secara benar dan baik.

Klasifikasi Spora

Berikut ini adalah klasifikasi spora berdasarkan beberapa kategori seperti fungsi, siklus kehidupan, dan mobilitasnya.

Berdasarkan fungsi

a. Diaspora

Diaspora adalah jenis spora yang berfungsi sebagai alat persebaran bagi tumbuhan non-biji.

b. Spora bakteri (endospora dan eksospora)

Endospora dan eksospora juga sering dikenal sebagai spora bakteri. Hal ini dikarenakan pembentukannya yang berasal dari bakteri, berbeda dengan jenis spora lain yang diproduksi melalui proses membelah diri.

Situasi lingkungan buruk akan mengubah bakteri yang dapat bertahan hidup menjadi kista. Saat berubah menjadi kista, bakteri memasuki tahap istirahat yang tahan terhadap segala ancaman lingkungan seperti cuaca ekstrem kekeringan ataupun dingin bahkan saat suhu mencapai 120 derajat celcius dan dalam kurun waktu bertahun-tahun. Kista inilah yang berperan penting sebagai pelindung. Kemampuan tersebut disebut juga dengan fungsi pertahanan.

Pada proses tersebut, bakteri akan memulai pembentukan spora. Spora yang dihasilkan di dalam sel disebut sebagai endsopora, sementara spora yang terbentuk di luar sel dikenal sebagai eksospora. Jika dapat bertahan dari segala gempuran ekosistem yang buruk tadi, spora bakteri akan tumbuh menjadi organisme asal pembentukannya, yaitu bakteri.

c. Klamidospora

Serupa dengan spora bakteri, klamidospora juga memiliki fungsi pertahanan. Namun, perbedaan mendasar keduanya terletak pada asal pembentukannya. Spora bakteri berasal dari bakteri, sedangkan klamidospora terbentuk dari fungi. Klamidospora memiliki dinding tebal berkaitan dengan kemampuannya yang dapat bertahan hidup dalam kondisi yang tidak menguntungkan.

d. Zigospora

Layaknya diaspora, zigospora juga memiliki fungsi sebagai alat persebaran. Zigospora adalah jenis spora yang dihasilkan dari fungi zygomycota dan berfungsi sebagai alat persebaran haploid.

Berdasarkan asal selama siklus hidup

a. Meiospora

Meiospora adalah spora yang dihasilkan oleh meiosis. Dengan asalnya tersebut, meiospora merupakan organisme haploid dan mampu menumbuhkan sel anak haploid atau individu haploid. Contohnya adalah sel prekursor gametofit tanaman biji yang ditemukan di bunga (angiospermae) atau kerucut (gymnospermae), dan zoospora yang dihasilkan dari meiosis dalam sporofit alga seperti ulva.

b. Mikrospora

Mikrospora adalah meiospora yang menghasilkan gametofit jantan atau serbuk sari pada tumbuhan berbiji.

c. Megaspora

Megaspora atau yang juga disebut dengan makrospora adalah meiospora yang menghasilkan gametofit betina. Pada tumbuhan berbiji gametofit betina terbentuk di dalam bakal biji.

d. Mitospora

Mitospora yang juga dikenal dengan konidia atau konidiospora adalah spora yang dihasilkan oleh mitosis. Mitospora termasuk dalam karakteristik ascomycetes. Jamur yang hanya terdapat mitospora disebut jamur mitosporik atau jamur anamorfik.

Berdasarkan mobilitas

Berikut ini adalah jenis spora yang dikategorikan sesuai kemampuan bergeraknya.

a. Zoospora

Zoospora adalah salah satu jenis spora yang bergerak. Zoospora bergerak dengan menggunakan satu atau lebih flagela. Biasanya zoospora ditemukan di beberapa varietas alga dan jamur.

b. Aplanospora

Tidak semua jenis spora dapat bergerak, beberapa diantaranya tidak dianugerahi kemampuan ini. Berbanding terbalik dengan zoospora, aplanospora adalah jenis spora yang tidak dapat bergerak.

c. Autospora

Autospora merupakan spora yang sejenis dengan aplanospora, yaitu spora yang tidak bergerak.

d. Balistospora

Balistospora adalah spora yang dikeluarkan baik secara paksa maupun alamiah dari tubuh buah jamur sebagai akibat dari kekuatan internal, seperti penumpukan tekanan. Sebagian besar basidiospora juga merupakan balistospora dan contoh penting lainnya adalah spora dari genus pilobolus.

e. Statismospora

Statismospora tidak jauh berbeda dengan balistospora yaitu sama-sama dikeluarkan dari tubuh buah jamur. Jika balistospora dikeluarkan karena kekuatan internal, maka sebaliknya statismospora dikeluarkan sebagai akibat dari kekuatan eksternal, seperti tetesan hujan atau hewan yang melintas. Contoh dari statismospora adalah
puffball.

Contoh Tumbuhan yang Berkembang Biak dengan Spora


Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.”

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

3 Tumbuhan Yang Berkembang Biak Secara Generatif

Source: https://www.gramedia.com/literasi/contoh-tumbuhan-yang-berkembang-biak-dengan-spora/

Artikel Terkait

Leave a Comment